Bisakah Kanker Tulang Kambuh Lagi Meski Sudah Diamputasi?

Dipublish tanggal: Jul 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bisakah Kanker Tulang Kambuh Lagi Meski Sudah Diamputasi?

Kanker tulang merupakan tumor ganas yang muncul dari sel-sel yang membentuk tulang-tulang. Kanker tulang juga dikenal sebagai kanker tulang primer. Tumor tulang primer merupakan tumor yang muncul dalam jaringan tulang itu sendiri, dan kebanyakan dari tumor tersebut mungkin jinak atau ganas (kanker tulang).

Pengobatan untuk menangani kanker tulang salah satunya dengan melakukan pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat tumor dan beberapa jaringan tulang yang mengelilinginya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Jika beberapa kanker tertinggal, kemungkinan sel kanker akan terus tumbuh dan akhirnya menyebar. Namun dalam beberapa kasus, amputasi anggota badan mungkin diperlukan.

Amputasi berarti menghilangkan bagian tubuh sepenuhnya. Kadang-kadang amputasi merupakan operasi yang sangat besar dan melibatkan pengangkatan kaki dan pinggulnya, atau lengan dan bahunya. 

Operasi tersebut disebut operasi hindquarter atau forequarter. Dokter bedah hanya akan melakukan tindakan tersebut jika tidak ada pilihan lain untuk membersihkan sel-sel kanker.

Amputasi bisa menjadi hal yang sangat buruk bahwa seseorang harus kehilangan tangan atau kakinya. Tetapi tindakan tersebut mungkin satu-satunya cara untuk mencoba menyembuhkan kanker yang dialami.

Bagi kebanyakan orang, kanker tulang mungkin tidak pernah hilang sepenuhnya. Beberapa orang mungkin mendapatkan perawatan rutin dengan kemoterapi atau terapi bertarget atau perawatan lain untuk mencoba dan membantu menjaga kanker tetap terkendali. Namun apakah kanker tulang dapat kambuh kembali setelah diamputasi?

Bisakah Kanker Tulang Kambuh Kembali Setelah Amputasi?

Amputasi hanyalah satu dari sekian jenis pengobatan kanker dan mungkin hanya membunuh sebagian sel kanker. Sementara, masih ada sisa-sisa sel kanker dalam jaringan tulang yang harus dihilangkan. Oleh karena itu, Anda membutuhkan pengobatan lainnya seperti kemoterapi ataupun radioterapi

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hal tersebut tergantung dengan masing-masing kebutuhan pasien dan dokter yang akan memutuskannya. Jadi, bila setelah amputasi Anda tidak melanjutkan pengobatan kanker, besar kemungkinan kanker tulang kambuh kembali dan semakin parah.

Jika Anda memiliki (atau pernah memiliki) kanker tulang primer, Anda mungkin ingin tahu apakah ada hal-hal yang dapat Anda lakukan yang dapat menurunkan risiko kanker tumbuh atau kembali, seperti berolahraga, mengkonsumsi makan jenis tertentu, atau mengkonsumsi suplemen nutrisi.

Mengadopsi perilaku sehat seperti tidak merokok, makan dengan baik, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan mempertahankan berat badan yang sehat mungkin dapat membantu, tetapi tidak ada yang tahu secara pasti tentang perilaku tersebut. 

Namun, segala jenis perubahan tersebut dapat memiliki efek positif pada kesehatan Anda secara keseluruhan di luar risiko kanker tulang atau kanker lainnya.

Bagaimana Prognosis untuk Kanker Tulang? Berapa Tingkat Kelangsungan Hidup Lima Tahun untuk Kanker Tulang?

Prognosis, atau prospek, untuk bertahan hidup bagi pasien kanker tulang tergantung pada jenis kanker tertentu dan sejauh mana kanker tersebut telah menyebar. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk semua kanker tulang pada orang dewasa dan anak-anak adalah sekitar 70%. 

Chondrosarcoma pada orang dewasa memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun secara keseluruhan sekitar 80%.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tingkat kelangsungan hidup lima tahun khusus untuk osteosarkoma lokal adalah sekitar 60% -80%. Jika kanker telah menyebar di luar tulang, tingkat kelangsungan hidup adalah sekitar 15% -30%. 

Osteosarkoma cenderung memiliki prognosis yang lebih baik jika ditempatkan pada lengan atau tungkai, merespons dengan baik terhadap kemoterapi, dan umumnya diangkat sepenuhnya saat tindakan pembedahan. Orang yang lebih muda dan wanita juga cenderung memiliki prognosis yang lebih baik daripada pria atau orang yang lebih tua.

Sarkoma Ewing memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 70% ketika kanker tersebut ditemukan dalam tahap terlokalisasi. Jika sarkoma ewing telah menyebar di luar tulang, tingkat kelangsungan hidup turun menjadi 15% -30%. 

Faktor-faktor yang berhubungan dengan prognosis yang lebih baik untuk sarkoma Ewing termasuk ukuran tumor yang lebih kecil, usia kurang dari 10 tahun, memiliki kanker pada lengan atau tungkai (bukan pada pelvis atau dinding dada), dan memiliki respons yang baik terhadap obat kemoterapi .

Memiliki tubuh yang diamputasi merupakan kondisi yang sangat sulit untuk diatasi. Penampilan merupakan bagian penting dari harga diri seseorang. Mungkin sangat sulit untuk menerima perubahan mendadak pada penampilan baru setelah amputasi. 

Tetapi setiap orang dapat memperoleh manfaat dari bantuan dan dukungan dari orang lain, baik teman dan keluarga, kelompok agama, kelompok pendukung, penasihat profesional, atau orang lain.

24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
COG research collaborations. Children's Oncology Group. https://childrensoncologygroup.org/index.php/research-collaborations.
Mayo Clinic Cancer Center, Rochester, Minn. National Cancer Institute. http://www.cancer.gov/researchandfunding/extramural/cancercenters/find-a-cancer-center/mayoclinic.
Taking time: Support for people with cancer. National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/patient-education/taking-time.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app