Kenali Osteosarkoma dan Cara Menanganinya

Dipublish tanggal: Feb 8, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Apr 11, 2019 Waktu baca: 3 menit

Kenali Lebih Lanjut Penyakit Osteosarkoma

Osteosarkoma merupakan suatu penyakit keganasan yang terjadi pada tulang. Pada osteosarkoma akan terbentuk sel-sel tulang yang tidak normal yang terletak di sekitar tulang panjang seperti lengan dan kaki. Sel-sel tulang tersebut mulai membentuk jaringn yang membelah dari dan semakin tumbuh di tulang.

Osteogenik sarkoma merupakan nama lain dari osteosarkoma yang merupakan suatu neoplasma pada bagian metafisis dari tulang. Kondisi ini paling banyak muncul pada permukaan dan jaringan lunak tulang panjang seperti tulang humerus, radius, ulna, tibia, dan fibula. Osteosarkoma jarang sekali muncul pada tulang panggul dan tulang pipih.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Osteosarkoma merupakan salah satu penyakit kanker tulang yang cukup langka. Insden penyakit ini palng banyak terjadi pada orang dewasa mulai usia 10 hingga 20  tahun dengan jenis kelamin pria yang lebih beresiko. Osteosarkoma merupakan suatu penyakit yang perlu diwaspadai karena pada penderita osteosarkoma beresiko pada kematian hampir 80%.

Penyebab Osteosarkoma 

Penyebab utama pada osteosarkoma masih belum diketahui secara jelas. Sejauh ini faktor keluarga menjadi faktor resiko utama yang diturunkan pada penyakit ini. Beberapa faktor resiko lain yang memicu terjadinya osteosarkoma pada beberapa orang antara lain:

Radiasi

Penyakit osteosarkoma dikaitkan engan adanya paparan substansi radioaktif dalam jangka waktu yang lama.

Infeksi

Infeksi virus juga menjadi penyebab yang memicu osteosarkoma. Pemeksaan kultur dilakukan untuk memastikan diagnosis osteosarkoma yang disebabkan infeksi virus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

Trauma

Trauma tulang patah yang terjadi beberapa waktu yang lama dapat beresiko munculnya osteosarkoma walaupun tidak semua menyebabkan kondsi ini.

Tumor suppressor gene

Sel tumor bawaan yang muncul dari hasil genetis berupa protein p53 dan RB yang memicu terjadinya osteosarkoma.

Obat-obatan

Beberapa obat-obatan seperti obat kanker alkylate juga beresiko menimbulkan osteosarkoma

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

Gejala pada penyakit Osteosarkoma

Banyak dari penderita osteosarkoma mengawali gejalanya dengan rasa nyeri pada beberapa bagian tulang. Nyeri semakin bertambah seiiring berjalannya waktu ditambah munculnya benjolan yang lunak dan hangat di dekat persendian yang semakin lama semakin membesar. 

Gejala lain yang dapat muncul antara lain:

  • Demam
  • Nyeri bertambah pada malam hari
  • Sulit mempertahankan keseimbangan
  • Bengkak di daerah sendi sehingga gerakan semakin terbatas
  • Keringat di malam hari

Diagnosis Osteosarkoma

Pada penyakit tulang, pemeriksaan foto merupakan hal penting yang perlu dilakukan untuk menilai kelainan pada tulang seperti osteosarkoma. Kondisi tulang pada osteosarkoma memiliki gambaran yang khas berupa berupa kerusakan pada tulang metafisis dengan munculnya destruksi tulang dan pembentukan tulang baru. Gambaran tulang tersebut dinamakan codman’s triangle dan sunburst appearance.

CT scan dan MRI

Pemeriksaan dengan CT scan dan MRI dapat dilakukan untuk melihat struktur sel tumor dan perluasan sel tumor beserta jaringannya karena sel tumor rentan sekali mengalami penyebaran dan beresiko mengalami kerusakan otot dan organ lain seperti paru-paru.

Bone Scan

Selain pemeriksaan di atas, pemeriksaan penunjang dengan Bone Scan juga dapat dilakukan seluruh tubuh untuk mendeteksi penyebaran (metastase).

Angiografi

Pemeriksaan dengan angiografi dapat menentukan jenis osteosarkoma yang terjadi.

Biopsi

Biopsi sudah menjadi diagnosis pasti untuk diagnosis osteosarkoma. Jenis biopsi yang dilakukan yaitu dengan precutanous needle biopsy menjadi pilihan bagi dokter spesialis karena minim infeksi.

Penanganan Osteosarkoma

Seiring berkembangnya penanganan medis dan obat-obatan, diagnosis dan penanganan pada osteosarkoma akan lebih baik. Beberapa cara yang dilakukan untuk menyembuhkan osteosarkoma antara lain:

Kemoterapi

Pengobatan dengan kemoterapi meningkatkan tingkat kesempatan hidup penderita. Prinsip kemoterapi dengan induction chemotherapy dan postoperative chemotherapy merupakan standar tatalakana yang bertujuan untuk mengecilkan tumor dan mempertahankan struktur tulang. Obat-obatan kombinasi pada kemoterapi seperti doxorubicin dan cisplatin sangat baik sebagai terapi.

Operasi

Tindakan operasi dengan limb salvage belakangan ini memberikan efek positif pada penghancuran sel tumor serta mempertahankan struktur tulang sehingga tidak perlu dilakukan amputasi. Rekonstruksi tulang diperlukan pada metode tersebut untuk mengembalikan stabilitas tulang beserta persendian. Kombinasi operasi dengan kemoterapi posoperatif sangat bermanfaat untuk mencegah kekambuhan kembali sel tumor atau mencegah penyebarannya ke organ lain. 


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2017). What Is Osteosarcoma? (https://www.webmd.com/cancer/what-is-osteosarcoma)
Mehlman, C. Medscape (2017). Osteosarcoma. (https://emedicine.medscape.com/article/1256857-overview)
Higuera, V. Healthline (2016). Osteosarcoma. (https://www.healthline.com/health/osteosarcoma)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app