Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kebiasaan Sehat

Benarkah Merokok Dapat Mengakibatkan Kebutaan?

Update terakhir: NOV 12, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.231.347 orang

Benarkah Merokok Dapat Mengakibatkan Kebutaan?

Bukan rahasia lagi jika merokok merupakan salah satu kebiasaan kecil yang dapat berpengaruh buruk terhadap seluruh kondisi kesehatan tubuh. 

Bahkan, keterangan tersebut sudah ada dibalik bungkus rokok yang menyatakan bahwa merokok dapat mengakibatkan masalah kesehatan seperti kanker paru-paru, jantung, impotensi, bahkan kematian.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Namun, sayangnya peringatan tersebut hanyalah dianggap angin lalu bagi perokok aktif. Malah, jumlah perokok aktif sampai saat ini semakin meningkat. Menurut kabar baru yang beredar, merokok juga berakibat terhadap penglihatan atau kebutaan. 

Tentu, berita ini masih terbilang hangat karena belum banyak diketahui orang banyak. Kira-kira, seperti apa kaitan antara rokok dengan kebutaan? Pelajari kaitannya berikut ini!

Hasil studi terhadap perokok aktif terkait Kebutaan

Tentunya, kabar bahwa merokok dapat mengakibatkan kebutaan bukanlah sebuah berita tanpa dasar teori. Melainkan, sudah melalui hasil penelitian oleh beberapa perokok aktif dengan non perokok. 

Studi terbaru menunjukkan bahwa resiko kebutaan oleh para perokok aktif adalah 2 sampai 4 kali lebih besar daripada seorang non perokok. Tahukah Anda, kebutaan tersebut terjadi akibat degenerasi makula terkait usia atau dikenal dengan AMD (age-related macular degeneration). 

Mari kita pelajari dulu apa sebenarnya degenerasi makula tersebut!

Jadi, degenerasi makula ini adalah salah satu gangguan yang terjadi pada mata akibat masalah pada retina sehingga dapat berpotensi kebutaan. Penyakit ini pada umumnya sering dialami oleh orang dengan usia di atas 55 tahun. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pada mulanya, diagnosis degenerasi makula ini ditunjukkan oleh kemampuan seseorang yang menurun, fokus pandangan yang kabur, sampai gangguan aktivitas lain yang mengandalkan indera penglihatan seperti membaca, mengemudi, dan lainnya.

Pernyataan serupa diungkapkan oleh seorang dokter spesialis bedah mata, dr Simon P Kelly bahwa lebih dari satu perempat kasus penyakit degenerasi makula yang berakibat kebutaan disebabkan oleh kebiasaan yang dilakukan penderita baik masa kini maupun masa lampu. 

Dengan kata lain, semakin banyak puntung rokok yang diisap seseorang, maka semakin besar pula resiko terserang penyakit degenerasi makula.

Alasan merokok dapat berakibat Degenerasi Makula

Ditinjau dari segi medis, berikut ini adalah alur bagaimana aktivitas merokok dapat menyebabkan kebutaan melalui penyakit degenerasi makula. Pertama, seorang perokok akan menyerap segala kandungan yang terdapat didalamnya termasuk zat radikal bebas. 

Akibatnya, zat radikal bebas tersebut akan mengganggu aliran darah dalam tubuh. Salah satunya aliran darah yang menuju bagian retina mata. Dimana, dalam retina tersebut terdapat sel makula. Akibatnya, fungsi utama mata akan menurun dan mengalami kerusakan

Yang lebih disayangkan lagi, kerusakan mata terutama bagian retina ini tidak dapat diatasi dengan antioksidan biasa yang diperoleh dari sumber makanan. Akhirnya, risiko kebutaan tidak bisa dihindari.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Upaya pencegahan Degenerasi Makula

Jika penyebab dari timbulnya penyakit degenerasi makula ini akibat radikal bebas dalam rokok, maka tidak ada cara lain untuk mencegahnya selain berhenti merokok. 

Masih menurut penuturan dari dr Simon P Kelly dari Royal Bolton Hospital, risiko penyakit kebutaan oleh degenerasi makula pada seorang non perokok jauh lebih kecil jika dibandingkan pada seorang perokok aktif.

Bagi Anda yang seorang non perokok pun sebaiknya jangan sekali-kali mencoba merokok jika tidak ingin diserang penyakit kebutaan, degenerasi makula, kanker, dan penyakit kronis lainnya. 

Tahukah Anda, menurut penelitian, mantan perokok aktif yang telah berhenti merokok selama satu tahun, dapat mengurangi risiko degenerasi makula sebanyak 6,7 persen lho! Jadi, jika ada cara untuk hidup sehat, mengapa tidak dilakukan?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit