Kesehatan Anak

Bayi Batuk Pilek, Harus Bagaimana?

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 9, 2020 Tinjau pada Mei 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bayi Batuk Pilek, Harus Bagaimana?

Batuk pilek atau flu merupakan infeksi pada tenggorokan, hidung, dan paru-paru oleh virus influenza.  Batuk pilek bisa berbahaya pada bayi dan anak-anak. Setiap tahun sekitar 20.000 anak di bawah 5 tahun yang dirawat di rumah sakit mengalami komplikasi dari flu, seperti pneumonia atau paru paru basah.

Gejala flu atau batuk pilek pada bayi

Gejala-gejala yang dapat muncul ketika bayi batuk pilek diantaranya :

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1
  • Demam mendadak, biasanya 38,3 derajat Celsius atau lebih tinggi
  • Lemah, menggigil, diikuti oleh gejala-gejala pernapasan seperti pilek atau hidung tersumbat dan batuk kering.
  • Bayi dengan flu biasanya juga mudah marah atau rewel dan memiliki nafsu makan yang buruk dan kadang-kadang disertai diare dan muntah.

Bagaimana bayi bisa tertular batuk pilek?

Jika bayi berdekatan dengan orang yang sedang mengalami flu, orang tersebut batuk atau bersin, bayi bisa tertular karena menghirup udara yang sudah tercemar virus influenza. Seseorang dengan flu umumnya menular selama sekitar satu atau dua hari sebelum gejala muncul dan selama lima sampai tujuh hari setelah sembuh.

Karena batuk pilek menyebar ketika orang berada didekatnya, maka akan cepat dan mudah menular melalui sekolah, pusat penitipan anak, kelompok bermain, dan dalam keluarga.

Tingkat keparahan flu berbeda dari orang ke orang, sehingga bisa saja ada seseorang yang terinfeksi virus influenza tapi tidak merasakannya. Jika yang muncul hanya gejala ringan, hanya merasa sedikit demam akan tetapi tanpa sadar dia dapat menyebarkan virus flu ke orang lain.

Bayi batuk pilek,harus bagaimana?

Wajar bila orangtua jadi khawatir saat buah hatinya sedang sakit, meskipun sekadar batuk pilek. Sebagai langkah awal, lakukan hal-hal berikut saat bayi batuk pilek:

  • Bayi harus mendapatkan banyak istirahat dan banyak cairan (minum). Kalau bayi sudah makan makanan padat, berilah sup atau kaldu.
  • Jika bayi demam dan rewel, tanyakan dokter apakah Anda dapat memberinya pereda demam/nyeri seperti parasetamol anak-anak. (Jangan berikan aspirin pada anak  karena bisa memicu sindrom Reye, suatu kondisi yang jarang, namun mengancam jiwa.)
  • Bila Anak Anda demam maka turunkan panas dengan menggunakan obat paracetamol atau ibuprofen, kompres dan jangan memberikan pakaian terlalu ketat.
  • Gunakan uap pada anak dengan menggunakan evaporan atau air hangat diberikan tetesan minyak kayu putih
  • Gendong bila Anak rewel dengan metode kanguru
  • Jemur anak Anda dibawah sinar matahari pagi antara jam 6-7
  • Jangan memberi atau memaksa dokter untuk meresepkan antibiotik, karena antibiotik hanya membunuh bakteri saja. Sedangkan penyebab flu adalah virus, sehingga antibiotik tidak akan bermanfaat malah bayi anda mendapat efek samping yang tidak menguntungkan. Antibiotik bisa jadi pilihan utama, jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri sekunder seperti pneumonia, infeksi telinga, atau bronkitis sebagai komplikasi dari flu.
  • Bayi Anda harus mulai merasa lebih baik dalam tiga sampai lima hari. Demam akan turun terlebih dahulu dan kemudian selera makannya harus kembali. Tapi ini hanya rata-rata - beberapa anak (dan orang dewasa) mengalami batuk yang memanjang selama dua minggu atau lebih.

Kapan harus periksa ke dokter?

Meski tampak sepele, batuk pilek pada bayi tetap harus diperhatikan. Pasalnya, ada beberapa kondisi yang bisa membahayakan jika tidak segera ditangani.

Segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat jika ia mengalami:

  • Bayi lebih muda dari 3 bulan dan mengalami demam 38 derajat Celsius atau lebih tinggi. Demam pada bayi muda ini dapat menunjukkan infeksi serius atau penyakit lain.
  • Bayi usia 3 dan 6 bulan dan mengalami demam 38,3 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Bayi usia 6 bulan atau lebih dan mengalami demam 39,4 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Kejang demam
  • Anak tampak lemas mengantuk dan tidak mau beraktivitas seperti biasanya
  • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari
  • Batuk yang tidak membaik setelah seminggu
  • Tampaknya mengalami sakit telinga (bayi mungkin menarik telinga dan rewel)
  • Mengi atau napas bunyi ngik-ngik
  • Menjadi sakit lagi segera setelah flu mulai sembuh (mungkin terjadi infeksi sekunder yang perlu diobati)
  • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi

26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
314 labeling of drug preparations containing salicylates. Electronic Code of Federal Regulations. https://www.ecfr.gov/cgi-bin/text-idx?SID=76be002fc0488562bf61609b21a6b11e&mc=true&node=se21.4.201_1314&rgn=div8.
Sullivan JE, et al. Clinical report — Fever and antipyretic use in children. Pediatrics. 2011;127:580. Reaffirmed July 2016.
AAP Committee on Infectious Diseases. Recommendations for prevention and control of influenza in children, 2017-2018. Pediatrics. 2017;140:e20172550.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app