Bau Bawang Di Mulut

Hal ini disebabkan karena bawang, bawang bombay, daun bawang, bawang merah, dan juga keluarga tanaman allium lainnya memproduksi zat sulfoksida sistein. Zat ini menghasilkan rasa dan bau yang khas dan berbeda.
Dipublish tanggal: Jul 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bau Bawang Di Mulut

Bau mulut merupakan salah satu gangguan yang sering terjadi pada bagian mulut. Untuk menghilangkan bau mulut, biasanya seseorang akan menyikat gigi atau menggunakan obat kumur atau mouthwash

Namun, beberapa bahan makanan tertentu akan menyebabkan bau mulut yang susah dihilangkan, walaupun dengan menyikat gigi atau berkumur dengan mouthwash.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Salah satu bahan makanan yang bisa meninggalkan bau mulut membandel antara lain bawang, terutama bawang merah, bawang putih, maupun bawang bombay

Penyebab bau bawang sulit hilang

Selama ini bawang dan sejenisnya terkenal dengan baunya yang khas dan sulit hilang. Hal ini disebabkan karena bawang, bawang bombay, daun bawang, bawang merah, dan juga keluarga tanaman allium lainnya memproduksi zat sulfoksida sistein. 

Zat ini menghasilkan rasa dan bau yang khas dan berbeda. Senyawa yang dihasilkan oleh keluarga tanaman allium ini memiliki kemiripan dengan senyawa yang dihasilkan oleh bakteri anaerob. 

Bakteri anaerob sendiri adalah bakteri yang menyebabkan bau mulut.  Senyawa khas dari bawang ini disebut dengan allyl methyl sulfide (AMS). Senyawa berbentuk gas ini akan diserap oleh tubuh melalui darah saat bawang diproses di dalam tubuh. 

Gas yang mengalir melalui darah ini akan diteruskan ke paru-paru kemudian akan dihembuskan saat bernafas. Selain itu, AMS juga akan dikeluarkan melalui pori-pori kulit. 

Hal ini yang menyebabkan bau nafas karena bawang tidak akan mudah hilang meskipun Anda sudah menyikat gigi berulang kali. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Selama kandungan AMS masih ada di dalam darah dan paru-paru, otomatis bau bawang masih akan tercium dari mulut. 

Makanan dan minuman yang bisa menghilangkan bau bawang yang membandel

Walaupun sulit untuk dihilangkan, ada beberapa makanan dan minuman yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi bau bawang.

1. Apel

Salah satu makanan yang bisa Anda konsumsi untuk mengurangi bau bawang adalah apel. Apel memiliki kandungan enzim alami yang mirip dengan bahan deodoran alami. 

Enzim ini akan melawan kandungan sulfoksida sistein yang menyebabkan bau pada bawang. Hal ini bisa dilihat ketika terjadi perubahan warna pada apel dari putih menjadi coklat saat dikupas. 

Jika ingin mengurangi bau bawang, Anda disarankan untuk langsung mengkonsumsi apel setelah mengkonsumsi bawang.

2. Susu 

Selain apel, Anda bisa menggunakan susu untuk menetralisir bau bawang yang mengganggu. Susu merupakan salah satu jenis minuman yang memiliki kadar lemak tinggi yang dapat menetralisir bau bawang putih. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Hal ini berdasarkan pada sebuah studi yang dilakukan di Ohio State University pada tahun 2010. Susu yang paling baik untuk mengurangi bau bawang adalah susu yang memiliki kandungan lemak tinggi. Lemak terbukti dapat mengurangi bau. 

3. Peterseli dan mint

Beberapa rempah segar telah terbukti ampuh untuk mengurangi bau bawang karena memiliki kandungan minyak yang kuat. Dua diantaranya adalah peterseli dan mint. Kedua tanaman tersebut dapat berfungsi sebagai obat kumur alami untuk mengusir bau bawang. Hal ini dijabarkan oleh Sally Cram, DDS, yang merupakan seorang juru bicara untuk American Dental Association. 

4. Bayam

Anda tentu sudah tak asing lagi dengan bayam. Jika didera bau mulut karena bawang, Anda bisa mengkonsumsi bayam untuk mengurangi baunya. Bayam memiliki kandungan polifenal yang bisa memecah senyawa sulfat pada bawang. 

5. Lemon

Salah satu makanan yang mengandung bahan deodoran alami adalah lemon. Baunya yang segar dapat mengusir bau bawang baik yang ada di mulut maupun di tangan. 

Kandungan anti bakterinya ampuh menghilangkan bau bawang hanya dengan memeras lemon dan meminum air perasan nya.

6. Biji kopi

Apakah Anda pecinta kopi? Jika iya, biji kopi yang memiliki bau lumayan kuat dapat Anda gunakan uuntuk mengusir bau bawang. Anda cukup mengunyah biji kopi sebentar untuk menghilangkan bau kopi.

7. Teh hijau

Selain untuk melangsingkan badan, teh hijau juga memiliki manfaat lain yaitu menghilangkan bau bawang. Kandungan enzim dan antioksidan yang terdapat di teh hijau terbukti membantu mengurangi bau. 

Anda cukup minum teh sesaat setelah makan bawang atau makan makanan yang mengandung bawang.

Bahan-bahan makanan dan minuman di atas telah terbukti dapat mengurangi bahkan menghilangkan bau bawang. Walapun tidak berlangsung lama, paling tidak Anda bisa bebas dari bau bawang sementara waktu.

Jika ingin benar-benar tidak bau bawang, tentu saja Anda harus berhenti untuk mengkonsumsinya. Jika tidak bisa menghindari, paling tidak Anda bisa mengurangi porsi bawang yang Anda konsumsi. 

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tattelman, E. (2005, July 1). Health effects of garlic (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16035690)
Singh, M. (2014, June 21). Science of stink: blame sulfur compounds for your garlic breath (http://www.npr.org/sections/thesalt/2014/06/21/323999613/science-of-stink-blame-sulfur-compounds-for-your-garlic-breath)
Shinada, K., Ueno, M., Konishi, C., Takehara, S. (2010, February 12). Effects of a mouthwash with chlorine dioxide on oral malodor and salivary bacteria: a randomized placebo-controlled 7-day trial (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20152022)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app