Bagaimana Proses Tes Pap Smear?

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Bagaimana Proses Tes Pap Smear?

Tes pap smear merupakan cara yang paling tepat untuk mendeteksi adanya sel kanker serviks yang dapat menyerang wanita mana pun. Banyak wanita yang beranggapan bahwa proses pap smear cukuplah menyakitkan, sehingga hal inilah yang menjadikan para wanita menunda keinginannya untuk melakukan pap smear. 

Bagi wanita yang sudah berusia 21 tahun dan memiliki seks yang aktif, sangat dianjurkan agar melakukan tes pap smear.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Prosedur Pap Smear

Cara yang dilakukan untuk melakukan tes pap smear cukuplah cepat, sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi Anda akan merasakan kurang nyaman karena adanya rasa kram pada bagian perut setelah melakukan pemeriksaan. 

Untuk Anda yang belum mengetahui bagaimana proses pap smear, apakah menyakitkan atau tidak, Anda dapat mengetahui proses pap smear yang ada di bawah berikut ini:

  • Proses pap smear dilakukan dengan cara memasukan alat speculum dalam vagina. Melalui alat inilah yang memiliki fungsi untuk melebarkan lubang vagina, agar dokter dapat dengan mudah melihat bagian leher rahim.
  • Apabila vagina sudah terbuka, maka dokter mengambil sampel dari sel-sel serviks dengan alat spatula. Melalui proses inilah yang akan menjadikan wanita merasa kurang nyaman ketika sedang melakukan pap smear.
  •  Pap smear tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa menimbulkan rasa yang kurang nyaman. Hal ini dikarenakan organ kewanitaan dikelilingi otot yang bisa mengendur atau berkontraksi. Namun hal ini pun tergantung pada kondisi Anda sendiri. 
  • Rasa sakit akan Anda rasakan apabila Anda merasa takut atau gugup ketika pemeriksaan sedang berlangsung.
  • ·Apabila Anda merasa gugup, maka otot bagian vagina akan kaku dan mengencang. Jika hal ini terjadi, maka hal ini akan menyulitkan dokter ketika melihat leher rahim vagina. Apabila Anda bersikap rileks, maka pemeriksaan akan lebih cepat dilakukan.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman ketika pemeriksaan pap smear sedang berlangsung, maka Anda harus mengetahui dan memahami prosedur dari tes pap smear. Anda akan merasakan rileks dan santai apabila Anda sudah mengetahui prosedur dalam pemeriksaan. 

Semakin otot Anda tegang, maka akan semakin menimbulkan rasa sakit dan proses pemeriksaan pap smear akan berjalan lebih lama.

Apabila Anda belum mengetahui prosedur pap smear, maka Anda bisa mengkonsultasikan pada dokter, menanyakan perihal prosedurnya, mengetahui tahapannya, dan mencari tahu kelebihan dan kekurangan dari proses pap smear itu sendiri. 

Semakin Anda merasa rileks dan tenang selama proses pemeriksaan pap smear, maka akan mengalihkan perhatian Anda selama pemeriksaan, sehingga tanpa disadari tes pap smear cepat selesai tanpa meninggalkan rasa sakit.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pap Smear via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket pap smear hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h14 pap smear

Hasil Pap Smear

Hasil dari pemeriksaan dapat Anda ketahui setelah 1 hingga 3 minggu setelah melakukan tes pap smear. Apabila hasil pap smear menunjukkan negatif, maka hal ini berarti leher rahim atau serviks Anda sedang dalam kondisi normal atau sehat. 

Akan tetap apabila hasil tes pap smear menunjukkan positif, maka hal ini menunjukkan bahwa Anda sedang terkena serangan kanker serviks. Sedangkan untuk hasil akan menunjukkan sel-sel abnormal yang ada di bagian leher rahim.

Agar lebih memperjelas dalam diagnosis nya, maka Anda diminta melakukan tes kembali setiap 6 hingga 12 bulan. Hal ini memiliki kegunaan untuk bisa memantau pada perubahan sel. Agar jaringan leher rahim dan vagina terlihat lebih jelas, maka Anda dapat melakukan biopsi atau kolposkopi. 

Rasa sakit atau tidaknya ketika melakukan tes pap smear tergantung bagaimana diri Anda dalam mengontrolnya.


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Committee on Practice Bulletins—Gynecology. Cervical cancer screening and prevention. Obstetrics & Gynecology. 2016;128:e111.
Massad LS, et al. 2012 updated consensus guidelines for the management of abnormal cervical cancer screening tests and cancer precursors. Journal of Lower Genital Tract Disease. 2013;17(suppl):S1.
Curry SJ, et al. Screening for cervical cancer: US Preventive Services Task Force recommendation statement. Journal of the American Medical Association. 2018;320:674.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Tips Menjalani Pap Smear dengan Nyaman
Tips Menjalani Pap Smear dengan Nyaman

Banyak wanita yang kemudian enggan untuk melakukan pemeriksaan ini karena merasa takut akan rasa sakit yang ditimbulkannya. Padahal, pemeriksaan ini memiliki peran penting untuk mendeteksi adanya kanker serviks sehingga dibutuhkan trik khusus.

Buka di app