Seluk-Beluk Tes Pap Smear Perempuan

Dipublish tanggal: Jun 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Seluk-Beluk Tes Pap Smear Perempuan

Para praktisi kesehatan sangat menganjurkan para wanita segera melakukan tes pap smear supaya memastikan rahimnya berada dalam kondisi yang baik. Akan tetapi tersiar kabar secara luas bahwa tes pap smear itu menyakitkan. 

Sehingga bagi anda yang berniat melakukan tes pap smear untuk pencegahan pun menjadi takut dan menunda tes tersebut. Benarkah tes pap smear itu menyakitkan?

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Sebelum anda menyimpulkan bahwa tes pap smear itu menyakitkan, anda harus mengetahui lebih banyak soal tes pap smear itu sendiri beserta perannya bagi kesehatan wanita. Simak penjelasannya berikut ini.

Apakah Setiap Wanita Butuh Tes Pap Smear?

Tes pap smear diperuntukkan bagi wanita yang berusia minimal 21 tahun dan bagi anda yang telah aktif secara seksual. Akan tetapi harus dikonsultasikan terlebih dahulu apabila anda akan melakukan tes pap smear dalam kondisi hamil atau diperkirakan sedang hamil. 

Tes ini sangat baik dilakukan supaya mengetahui dengan baik soal kondisi rahim anda secara medis. Sehingga mengurangi risiko kanker rahim sejak dini dan mengetahui sel abnormal yang sekiranya dapat merusak kesehatan reproduksi wanita.

Sebenarnya rangkaian tes pap smear itu sendiri cenderung mudah, cepat dan sederhana. Namun rasa sakit yang seringkali ada dengar soal tes pap smear adalah akibat kram otot vagina secara berlebihan setelah pemeriksaan area rahim.

Cara terbaik yang bisa anda lakukan saat melakukan tes pap smear adalah rileks dan mengatur nafas dengan baik dan teratur. Jangan sampai anda panik karena hal tersebut juga akan menyulitkan dokter ketika melakukan pemeriksaan.

Kenapa Timbul Kram Vagina?

Kram otot pada vagina selama pemeriksaan pap smear sangat lumrah terjadi, salah satunya akibat reaksi otot vagina yang tidak siap untuk diperiksa. Selain itu reaksi ini muncul karena adanya beberapa perlengkapan medis yang turut memberikan rasa takut pada setiap pasiennya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Ialah spekulum, alat yang dimasukkan ke dalam rahim anda dan berfungsi untuk membuka rahim menjadi lebih lebar sehingga dokter bisa memastikan keadaan rahim dengan jelas. Setelah itu dokter akan mengambil sampel cairan yang ada di dalam rahim menggunakan spatula khusus atau brush.

Setelah itu cairan akan disimpan dalam wadah khusus yang akan diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan hasil tes pemeriksaan. Semua prosedur inilah yang disinyalir memberikan sensasi sakit pada vagina anda ketika melakukan rangkaian tes pap smear.

Apa yang Harus Anda Lakukan Supaya Tidak Merasakan Nyeri Vagina?

Ketika anda memutuskan untuk melakukan tes pap smear, maka hal pertama yang harus anda lakukan untuk menghindari rasa sakit atau kram vagina adalah mengetahui rangkaian pemeriksaan pap smear dengan baik.

Ketika anda sudah mengetahui prosedur yang ada maka secara psikologis, jiwa dan tubuh anda memberikan reaksi yang baik untuk menerima rangkaian tes. Dengan demikian anda akan lebih mudah melakukan rangkaian pemeriksaan.

Dengan demikian konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan tes pap smear itu sendiri. Pastikan jika vagina anda tidak kering supaya menghindarkan iritasi atau bahkan timbulnya luka akibat interaksi spekulum dan spatula di dalam rahim.

Hasil Tes Pap Smear

Hasil tes yang anda lakukan akan memberikan dua kemungkinan. Dimana hasil tes negatif menandakan bahwa anda tidak memiliki sel abnormal di dalam rahim. Sedangkan hasil positif, bukan berarti anda memiliki sel kanker. Biasanya dokter akan menyarankan anda untuk kembali melakukan tes pap smear ulang untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan.   

18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Committee on Practice Bulletins—Gynecology. Cervical cancer screening and prevention. Obstetrics & Gynecology. 2016;128:e111.
Massad LS, et al. 2012 updated consensus guidelines for the management of abnormal cervical cancer screening tests and cancer precursors. Journal of Lower Genital Tract Disease. 2013;17(suppl):S1.
Curry SJ, et al. Screening for cervical cancer: US Preventive Services Task Force recommendation statement. Journal of the American Medical Association. 2018;320:674.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Tips Menjalani Pap Smear dengan Nyaman
Tips Menjalani Pap Smear dengan Nyaman

Banyak wanita yang kemudian enggan untuk melakukan pemeriksaan ini karena merasa takut akan rasa sakit yang ditimbulkannya. Padahal, pemeriksaan ini memiliki peran penting untuk mendeteksi adanya kanker serviks sehingga dibutuhkan trik khusus.

Buka di app