Awasi Terjadi Gas Gangrene, Pahami Gejala-Gejalanya

Infeksi gangrene dapat terjadi akibat adanya trauma yang menyebabkan luka terbuka dan mudah terinfeksi bakteri. Infeksi ini dapat menghambat aliran darah ke jaringan tubuh tertentu dan bagian tersebut terinfeksi oleh bakteri. Risiko ini lebih besar terjadi pada penderita aterosklerosis dan diabetes melitus.
Dipublish tanggal: Jun 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Awasi Terjadi Gas Gangrene, Pahami Gejala-Gejalanya

Saat Anda mengalami luka, entah itu luka parah atau ringan.  Pastikan untuk mengobati luka tersebut dengan tepat dan menutup rapat luka yang telah dibersihkan tersebut.  

Penanganan luka yang tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian seperti infeksi gas gangrene.

Apa itu gas gangrene?

Gas gangrene adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan, sel, dan pembuluh darah yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini akan melepaskan gas dan mengeluarkan racun yang menyebabkan kematian jaringan. 

Meskipun kondisi ini terbilang sangat jarang terjadi, jika sudah terinfeksi gas gangrene, kemungkinan besar infeksi dapat menyebar dengan cepat dan dapat mengancam nyawa.

Infeksi gangrene dapat terjadi akibat adanya trauma yang menyebabkan luka terbuka dan mudah terinfeksi bakteri. Infeksi ini dapat menghambat aliran darah ke jaringan tubuh tertentu dan bagian tersebut terinfeksi oleh bakteri. Risiko ini lebih besar terjadi pada penderita aterosklerosis dan diabetes melitus.

Ciri dan gejala gas gangrene

Gas gangrene dapat terjadi di bagian tubuh yang luka, terutama jika luka berada di bagian kaki dan tangan. 

Pahami ciri dan gejala gas gangrene yang biasanya timbul, seperti demam, nyeri dan bengkak di area luka, kulit menjadi lebih pucat dan berubah warna menjadi ungu, keringat yang berlebih, denyut nadi menjadi lebih cepat, dan kulit berubah menjadi kuning jika sudah parah.

Gejala-gejala ini biasanya muncul kurang lebih 6 hingga 48 jam setelah terjadinya infeksi dan proses penyebaran infeksi bisa terjadi sangat cepat. Pastikan menghubungi dokter dan tim medis jika gejala ini timbul.

Penyebab gas gangrene

Infeksi gas gangrene paling banyak disebabkan oleh bakteri Clostridium perferingens. Pada beberapa kasus tertentu, kondisi ini juga dapat disebabkan bakteri dari kelompok Streptococcus.  Gas gangrene biasanya muncul pada area bekas operasi yang baru atau pada area luka yang baru muncul.

Bagaimana cara mengobati gas gangrene?

Setelah didiagnosis, biasanya dokter akan memberikan antibiotik melalui infus sehingga dapat langsung masuk ke pembuluh darah dan secara cepat menuju ke jaringan yang mengalami infeksi. 

Jika jaringan yang rusak sudah terlanjur mati dan terinfeksi, maka harus dilakukan operasi agar infeksi tidak menyebar ke jaringan lainnya.

Namun, jika masih belum parah, akan dilakukan perbaikan jaringan rusak tersebut dengan menggunakan teknik skin graft.  Dengan menggunakan teknik ini, dokter akan mengambil kulit yang sehat dan menanamnya di lokasi yang terinfeksi setelah membuang sel kulit yang terinfeksi. 

Jika kaus gangrene sudah cukup parah, dokter dapat saja menyarankan untuk amputasi satu anggota gerak agar bagian tubuh lain tidak terinfeksi.

Beberapa dokter juga menggunakan metode terapi oksigen hiperbarik untuk membantu mempercepat penyembuhan gas gangrene. Dalam terapi ini, Anda akan diminta untuk menghirup gas oksigen yang dialirkan dalam ruangan bertekanan khusus. 

Sehingga kadar oksigen dalam darah meningkat dan membantu jaringan yang rusak untuk pulih lebih cepat.

Bagaimana cara mencegah gas gangrene?

Cara terbaik untuk mencegah timbulnya infeksi gas gangrene adalah dengan menjaga tingkat kebersihan luka yang terbentuk. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu mencuci luka dan menutupnya dengan perban yang steril. 

Jika terjadi tanda-tanda infeksi yang asing, anda dapat langsung menghubungi dokter dan tim medis.  Biasanya, tanda-tanda ini dapat berupa kemerahan, bengkak dan terasa nyeri, serta keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan dari luka.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ying, Zhimin & Zhang, Min & Yan, Shigui & Zhu, Zhong. (2013). Gas Gangrene in Orthopaedic Patients. Case reports in orthopedics. 2013. 942076. 10.1155/2013/942076. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/259004141_Gas_Gangrene_in_Orthopaedic_Patients)
Stevens, Dennis & Bryant, Amy. (2002). The Role of Clostridial Toxins in the Pathogenesis of Gas Gangrene. Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America. 35. S93-S100. 10.1086/341928. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/11214233_The_Role_of_Clostridial_Toxins_in_the_Pathogenesis_of_Gas_Gangrene)
Mechem CC, et al. Hyperbaric oxygen therapy. http://www.uptodate.com/home.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Gas Gangrene Komplikasi Luka Fatal
Gas Gangrene Komplikasi Luka Fatal

Gas gangrene merupakan kondisi yang jarang. Namun, gas gangrene dapat secara cepat menjadi infeksi mengacam nyawa ketika tidak ditangani dengan cepat.

Buka di app