Kira-Kira Apakah Penyakit Tuberkulosis Bisa Sembuh?

Dipublish tanggal: Jun 10, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kira-Kira Apakah Penyakit Tuberkulosis Bisa Sembuh?

"TB" adalah kependekan dari penyakit yang disebut Tuberculosis. TB menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain. Kuman TB ditularkan melalui udara ketika seseorang yang menderita penyakit TBC paru-paru, batuk, berbicara, tertawa, bernyanyi, atau bersin. 

Siapapun yang berada di dekat orang yang terinfeksi dengan penyakit TBC dapat menghirup kuman TBC ke dalam paru-paru mereka.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Kuman TBC dapat hidup di tubuh tanpa menimbulkan tanda atau gejala apapun. Kondisi ini disebut infeksi TB laten. Pada kondisi ini, kuman masih belum aktif dan tidak dapat ditularkan ke orang lain. 

Namun, jika kuman-kuman ini bangun atau menjadi aktif di dalam tubuh dan berkembang biak, maka kondisi ini disebut dengan penyakit TBC.

Ketika kuman TBC aktif kuman ini tidak hanya dapat menyerang paru-paru. Kuman penyebab TB juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti, ginjal, otak, atau tulang belakang.

Fakta mengenai pengobatan tuberkulosis

Tuberkulosis adalah masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia. Banyak orang khawatir mengenai apakah TB bisa sembuh? Pada abad ke-18 dan 19, tuberkulosis menjadi wabah di seluruh Eropa dan Amerika Utara. 

Sebelum ahli mikrobiologi Jerman Robert Koch menemukan penyebab mikroba tuberkulosis pada tahun 1882, orang yang terinfeksi TB dinilai tidak bisa diselamatkan.

Namun, mengikuti penemuan Koch, pengembangan vaksin dan perawatan obat yang efektif menemukan bahwa penyakit ini dapat dikalahkan. Saat ini, infeksi TB dapat disembuhkan menggunakan kombinasi obat TB.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) dibagi menjadi 2 fase, yakni 2 bulan fase intensif dan 4 bulan fase lanjutan. Pada akhir fase intensif sebenarnya sebagian besar Mycobacterium tuberculosis, sudah hilang, namun fase lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan semua bakteri penyebab TB dapat disingkirkan.

Pengobatan tuberkulosis adalah kombinasi antibiotik yang diminum selama setengah tahun atau lebih. Waktu pengobatan yang lama menjadi kelemahan utama dari pengobatan TB, karena pasien sering berhenti minum obat sebelum waktunya, sehingga meningkatkan risiko munculnya jenis Mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap obat.

Semua obat harus diminum selama masa pengobatan TB. Jika seorang penderita TB hanya menggunakan satu atau dua obat TB maka eradikasi bakteri penyebab TB tidak bisa optimal. 

Penggunaan obat anti TB yang tidak sesuai rejimen juga dapat meningkatkan resistensi terhadap obat TB yang menyebabkan bakteri penyebab TB kebal terhadap obat TB.

Pasien Tuberkulosis (TB) tidak perlu cemas karena penyakit ini dapat disembuhkan. Menurut WHO, pengobatan TB menggunakan Obat Anti TB yang sesuai standar memiliki angka kesembuhan 84-95%. 

Masyarakat yang menunjukan tanda dan gejala TB atau tinggal di lingkungan yang rentan terkena TB diharapkan dapat segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit, untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Bagi pasien TB di Indonesia yang masuk dalam program, semua pengobatan ditanggung pemerintah.

Apa arti TB yang resisten terhadap obat?

TB disebabkan oleh bakteri dalam tubuh seseorang. Jika seseorang memiliki TB yang sensitif terhadap obat, itu berarti bahwa jika orang tersebut dapat disembuhkan menggunakan obat lini pertama yang merupakan kombinasi beberapa obat TB yang efektif.

Jika seseorang memiliki TB yang resisten terhadap obat, itu berarti bakteri TB yang menginfeksi tidak respon terhadap pengobatan atau bisa dibilang “kebal” terhadap penggunaan obat anti tuberkulosis lini pertama (khususnya rifampisin dan isoniazid). Kondisi ini juga disebut TB-MDR (Multi Drug Resistance).

Infeksi TB mungkin sulit disembuhkan ketika seseorang terinfeksi bakteri TB yang resisten terhadap obat anti TB. Namun dalam kondisi seperti itu pun, orang tersebut masih dapat disembuhkan secara permanen dengan mengganti obat yang dipakai dengan obat yang disebut obat lini kedua.

TB masih sangat serius karena jika orang tidak menggunakan obat dengan benar atau mereka tidak menggunakan obat yang benar, mereka mungkin tidak dapat disembuhkan. Inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang masih meninggal karena TB, bukan karena TB tidak bisa sepenuhnya disembuhkan.

Setelah perawatan

Setelah pengobatan selesai, seseorang yang terinfeksi TB akan menjalani pemeriksaan untuk memastikan bahwa mereka “bersih” dari TB. Mereka mungkin perlu menjalani perawatan lebih lanjut jika tes menunjukkan masih ada bakteri TBC di dalam tubuh. Tetapi kebanyakan orang akan sembuh total.

Penderita TB mungkin dapat terinfeksi TB lebih dari satu kali, khususnya jika mereka menghirup bakteri TB di lain waktu. Selalu anggap serius gejala TB baru yang muncul dengan memeriksakannya ke dokter.


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
TB Disease - Questions and Answers - Pamphlets, Brochures, Booklets - Publications & Products - TB. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/tb/publications/faqs/qa_tbdisease.htm)
Treatment for TB Disease - Treatment - TB. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/tb/topic/treatment/tbdisease.htm)
Tuberculosis (TB): Causes, symptoms, and treatments. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/8856)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app