Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Androphobia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.171.466 orang

Pernahkah Anda melihat seseorang merasa takut saat melihat kaum pria? Bukan hanya sekadar takut, adanya laki-laki di dekatnya saja bisa membuatnya gemetar hebat. Kondisi ini disebut dengan androphobia. Anak-anak usia 10 tahun ternyata berisiko mengalami androphobia karena pengaruh lingkungan. Supaya ini tidak terjadi, cari tahu ciri-ciri dan penyebab andophobia berikut ini.

Apa itu androphobia?

Androphobia berasal dari dua kata, yaitu andro yang berarti pria dan phobos yang berarti ketakutan. Secara umum, androphobia adalah fobia yang membuat seseorang merasa takut saat melihat pria di sekitarnya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Orang dengan androphobia dapat mengalami ketakutan yang berlebihan dan cenderung tidak masuk akal, dalam hal ini adalah pria. Padahal, pria yang ada di sekitarnya adalah pria normal yang tidak berbuat jahat atau menimbulkan bahaya. Akan tetapi, rasa cemas yang berlebihan bisa menyebabkan penderita androphobia menghindar.

Mengenai androphobia

Penyebab

Penyebab androphobia masih belum diketahui dengan pasti. Para ahli menduga bahwa ada kaitannya dengan pengalaman negatif dengan pria di masa lalu, seperti pemerkosaan, kekerasan fisik, atau pelecehan seksual.

Pernah mendengar stigma negatif soal pria juga bisa menjadi penyebab androphobia. Baik itu dari keluarga, teman, tetangga, atau bahkan orang tak dikenal sekalipun.

Gejala

Gejala androphobia bukan hanya sekadar langsung menjauh saat melihat pria di dekatnya. Tanda dan gejala androphobia lainnya adalah:

  • Panik saat melihat pria semakin dekat dengannya
  • Mual, pusing, atau pingsan saat didekat pria
  • Jantung deg-degan, sesak dada, dan sesak napas saat melihat pria
  • Gampang keringatan saat menyadari ada pria di sekitarnya
  • Tidak berhasrat untuk memikirkan pria
  • Malas ke kantor atau sekolah karena ada banyak pria

Selain orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami androphobia. Gejala androphobia pada anak-anak tidak sama dengan orang dewasa. Gejala androphobia pada anak-anak umumnya dapat dilihat dengan tantrum parah. Hal ini bisa membuatnya menangis, berteriak, dan menghindari laki-laki yang ada di dekatnya.

Pencegahan androphobia

Meskipun tergolong jarang, androphobia harus dicegah sesegera mungkin. Sebab, jenis phobia ini bisa mengganggu kegiatan Anda sehari-hari, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga hubungan sosial.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pencegahan androphobia harus dilakukan sejak anak-anak. Hal ini bertujuan untuk menghindari fobia ini berkembang semakin parah sampai ia dewasa. Semakin cepat gejala androphobia diketahui, maka semakin cepat pula fobia ini diatasi.

Cara terbaik untuk mencegah androphobia adalah konsultasi ke dokter atau psikiater. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui pemicu kecemasan Anda terhadap kaum pria. Bila dokter menemukan ciri androphobia pada diri Anda, Anda akan dianjurkan untuk mengunjungi perawatan kesehatan jiwa.

Cara mengobati androphobia

Terapi kejiwaan adalah cara terbaik untuk mengobati androphobia. Pengobatan androphobia itu sendiri meliputi terapi paparan, terapi bicara, dan terapi perilaku.

Terapi paparan dilakukan dengan cara mengubah sudut pandang penderita terhadap pria. Terapis akan mendekatkan Anda dengan pria dan melatih respon yang muncul dalam diri Anda. 

Pertama, terapis akan memperlihatkan foto-foto dan rekaman suara pria. Setelah terbiasa, terapis akan memperlihatkan video pria yang sedang berbicara untuk melatih kepercayaan diri Anda. Anda perlahan-lahan akan mampu berdekatan, berbicara, dan berinteraksi dengan pria di kehidupan sehari-hari.

Obat untuk mengatasi gejala androphobia

Terapi psikologis umumnya dapat mengobati androphobia secara maksimal. Namun terkadang, dokter mungkin juga memberikan obat-obatan untuk mengurangi serangan panik akibat androphobia.

Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati androphobia meliputi:

  • Beta blockers: untuk mengendalikan kecemasan akibat naiknya hormon adrenalin dalam tubuh. Hormon adrenalin inilah yang menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah meningkat, dan badan gemetar karena ketakutan.
  • Obat penenang: Obat penenang seperti Benzodiazepin bisa membuat Anda merasa lebih tenang. Ingat, obat-obatan ini harus diminum sesuai anjuran dokter karena bisa menyebabkan kecanduan jika berlebihan.

Penting untuk mendeteksi ciri androphobia sesegera mungkin sebelum semakin parah. Bila Anda mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter maupun psikiater tersertifikat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini