Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Anafilaksis: Reaksi Alergi

Update terakhir: OCT 21, 2019 Tinjau pada OCT 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.473.931 orang

Definisi Anafilaksis Anafilaksis adalah reaksi alergi yang berkembang cepat dan mengancam jiwa.

Deskripsi Anafilaksis Anafilaksis merupakan jenis reaksi alergi, di mana sistem kekebalan tubuh merespon zat-zat berbahaya lain dari lingkungan. Tidak seperti reaksi alergi lain,  anafilaksis dapat membahayakan nyawa. Reaksi dapat di mulai dalam beberapa menit atau bahkan detik setelah terpapar alergen, (zat yang menyebabkan alergi) dan berkembang cepat menyebabkan penyempitan saluran napas, reaksi pada kulit dan iritasi usus, dan perubahan irama jantung. Pada kasus berat, dapat mengakibatkan obstruksi jalan napas, syok, dan kematian.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Penyebab dan gejala Anafilaksis

Penyebab Anafilaksis Seperti mayoritas reaksi alergi lain, anafilaksis disebabkan oleh pelepasan histamin dan bahan kimia lainnya dari sel mast. Sel mast adalah sel darah putih dan  ditemukan dalam jumlah besar di jaringan yang mengatur pertukaran dengan lingkungan: saluran napas, sistem pencernaan, dan kulit.

Pada permukaannya, sel mast menghasilkan antibodi yang disebut IgE (immunoglobulin tipe E). Antibodi ini dirancang untuk mendeteksi zat lingkungan dimana sistem kekebalan tubuh sensitif terhadap zat tersebut. Bahan dari sumber yang benar-benar mengancam, seperti bakteri atau virus, disebut antigen. Zat yang kebanyakan orang mentolerir dengan baik, tetapi sebagian orang memiliki reaksi alergi terhadap zat itu, disebut alergen. Ketika antibodi IgE berikatan dengan alergen, menyebabkan sel mast untuk melepaskan histamin dan zat kimia lainnya, yang keluar ke sel-sel tetangga disekitarnya.

Interaksi antara bahan kimia dengan reseptor pada permukaan pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah melebar (dilatasi) sehingga cairan merembes ke jaringan sekitarnya, menyebabkan akumulasi cairan, kemerahan, dan pembengkakan. Pada sel-sel otot polos dari saluran udara dan sistem pencernaan, dapat terjadi penyempitan. Pada ujung saraf, sensitivitasnya dapat meningkat dan menyebabkan rasa gatal.

Dalam anafilaksis, respon sensitivitas berlebihan terhadap alergen dan distribusinya biasanya terjadi di seluruh tubuh (sistemik). Alergen yang lebih mungkin menyebabkan anafilaksis yaitu jika Alergen dimasukkan kedalam tubuh secara langsung ke dalam sistem peredaran darah melalui suntikan (Alergi obat). Namun, paparan oleh konsumsi, inhalasi, atau kontak kulit juga dapat menyebabkan anafilaksis. Dalam beberapa kasus, anafilaksis dapat berkembang dari waktu ke waktu dari ringan ke berat.

Anafilaksis paling sering disebabkan oleh alergen dalam makanan, obat-obatan, dan racun serangga.

Penyebab spesifik Reaksi Anafilaksis antara lain:

  • Ikan, kerang, dan moluska
  • Kacang-kacangan dan biji
  • Sengatan lebah, atau tawon
  • Vaksin, termasuk vaksin flu dan campak
  • Penisilin
  • Sefalosporin
  • Streptomisin
  • Gamma globulin
  • Insulin
  • Hormon (ACTH, thyroid-stimulating hormone)
  • Aspirin dan NSAID lainnya
  • Lateks, dari sarung tangan atau kondom.

Gejala Anafilaksis Gejala Reaksi Anafilaksis yang sering muncul diantaranya:

  • Urtikaria (hives)
  • Pembengkakan dan iritasi pada lidah atau mulut
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Pembengkakan pada sinus
  • Kesulitan bernapas atau mengi
  • Kram, muntah, atau diare
  • Kecemasan atau kebingungan
  • Detak jantung sangat cepat (palpitasi) atau lemah
  • Pusing hingga Kehilangan kesadaran.

Diagnosa Anafilaksis Anafilaksis didiagnosis berdasarkan pesatnya perkembangan gejala sebagai respon terhadap alergen tersangka. Identifikasi alergen dapat dilakukan dengan tes RAST, tes darah yang mengidentifikasi reaksi IgE terhadap alergen tertentu. Pengujian kulit dapat dilakukan untuk reaksi anafilaktik yang kurang parah.

Pengobatan Anafilaksis Pengobatan darurat Reaksi Anafilaksis melibatkan suntikan adrenalin (epinefrin) yang menyempitkan pembuluh darah dan melawan efek histamin. Oksigen dapat diberikan, serta cairan pengganti intravena untuk mengatasi penurunan tekanan darah karena kehilangan cairan. Antihistamin dapat digunakan untuk ruam kulit, dan aminofilin untuk penyempitan bronkus. Jika saluran napas bagian atas terhambat, penempatan tabung pernapasan atau tabung trakeostomi mungkin diperlukan.

Prognosis Anafilaksis Percepatan perkembangan gejala merupakan indikasi keparahan reaksi anafilaksis: lebih cepat gejala berkembang, lebih parah reaksinya. Penanganan kedaruratan medis yang cepat dan pemantauan ketat mengurangi kemungkinan kematian. Meskipun demikian, kematian adalah hal yang mungkin pada anafilaksis yang berat. Bagi kebanyakan orang yang menerima pengobatan secepatnya, dapat pulih secara komplit.

Pencegahan Anafilaksis Menghindari pemicu alergi adalah satu-satunya metode yang dapat diandalkan untuk mencegah anafilaksis. Untuk alergi terhadap serangga sebisa mungkin hindari gigitan serangga.  Hindari makanan yang dapat menyebabkan alergi, lihat komposisi makanan.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit