10 Cara Menaikkan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jul 23, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
10 Cara Menaikkan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Banyak orang yang memiliki masalah tekanan darah tinggi, tetapi ada pula penderita tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah atau hipotensi didefinisikan sebagai rendahnya tekanan darah yang kurang dari 90 mmHg (sistol) dan/atau kurang dari 60 mmHg (diastol)
  • Ciri-ciri memiliki tekanan darah rendah adalah jika seseorang sering mengalami pusing bahkan pingsan tak sadarkan diri terutama saat tekanan darahnya jauh di bawah tekanan darah normal (120 mmHg/80 mmHg)
  • Selain itu, gejala hipotensi lainnya adalah pusing, sakit kepala, sulit konsentrasi, mual, dan lemas yang menandakan bahwa organ tubuh tidak mendapatkan suplai darah yang cukup
  • Untuk meningkatkan tekanan darah, ada banyak cara alami dan perubahan gaya hidup yang diperlukan, seperti meningkatkan asupan natrium (garam), hindari minuman beralkohol, dan lebih banyak minum air putih
  • Untuk mencegah penurunan tekanan darah secara drastis, penderita hipotensi juga sebaiknya menghindari berdiri terlalu lama dan merubah posisi tubuh secara mendadak atau cepat. Beli untuk cek tensi tekanan darah dengan tensimeter!

Tidak seperti darah tinggi yang sering menjadi momok menakutkan, tekanan darah rendah dianggap tidak berbahaya. Tak heran, jika banyak yang beranggapan tak perlu melakukan upaya apapun untuk menaikkan tekanan darah rendah.

Namun tahukah Anda, seseorang bisa sering mengalami pusing bahkan pingsan tak sadarkan diri saat tekanan darahnya jauh di bawah nilai normal. Tekanan darah rendah atau hipotensi diartikan sebagai rendahnya tekanan darah yang kurang dari 90 mmHg (sistol) dan/atau kurang dari 60 mmHg (diastol).

Baca selengkapnya: Ini Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Akan tetapi, angka di atas tidak menjadi patokan untuk bertindak. Artinya, tekanan darah rendah tidak perlu dinaikkan jika tidak menimbulkan masalah atau gejala apapun pada tubuh. 

Lain halnya ketika tekanan darah rendah menyebabkan sejumlah gejala yang menandakan bahwa organ-organ tubuh tidak mendapatkan suplai darah yang cukup. Beberapa gejala hipotensi antara lain pusing, mata berkunang-kunang, sakit kepala, sulit konsentrasi, mual, lemas, dll yang dibarengi dengan hasil pengukuran tensi yang rendah seperti di atas.

Pada kondisi yang demikian, maka diperlukan cara untuk menaikkan tekanan darah sebelum berkembang menjadi syok, gangguan jantung, dan gagal ginjal.

Bagaimana cara menaikkan tekanan darah?

Kebanyakan orang dengan tekanan darah rendah tidak memerlukan obat atau intervensi medis lainnya untuk meningkatkan tekanan darah. Ada banyak cara alami dan perubahan gaya hidup untuk menaikkan tekanan darah rendah, yaitu:

1. Konsumsi lebih banyak makanan asin atau bergaram

Kedengarannya memang bertentangan dengan saran diet sehat pada umumnya. Diet rendah natrium (garam) memang baik untuk si darah tinggi, namun tidak baik untuk si darah rendah. Alasannya, natrium memiliki sifat menarik cairan sehingga akan menambah volume dalam pembuluh darah dan meningkatkan tekanannya.

Jadi, cara menaikkan tekanan darah yang cepat adalah dengan meningkatkan asupan natrium secara moderat. Misalnya  dengan mengonsumsi ikan asin, bakso, sup, dan lain-lain yang rasanya agak asin.

Baca juga: Bahaya Makanan Asin Tinggi Garam yang Dikonsumsi Berlebihan

2. Hindari minuman beralkohol

Alkohol dapat menurunkan tekanan darah lebih lanjut, karena sifatnya membuang cairan dari tubuh. Semakin berkurang cairan tubuh, maka akan semakin rendah tekanan darahnya. Karena itulah, orang-orang  yang memiliki tekanan darah rendah harus menghindari minuman beralkohol kalau ingin tekanan darahnya segera normal kembali.

3. Diskusikan obat dengan dokter

Tekanan darah rendah bisa jadi akibat efek samping obat yang saat ini digunakan. Jadi coba perhatikan, jika gejala tekanan darah rendah dimulai setelah Anda minum obat, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mengubah jenis obat dengan yang lebih aman bagi tekanan darah Anda.

Baca juga: Obat Darah Rendah Alami Paling Ampuh dan Aman

4. Silangkan kaki sambil duduk

Menyilangkan kaki sambil duduk terbukti dapat meningkatkan tekanan darah. Bagi orang-orang dengan tekanan darah tinggi, kebiasaan ini bisa menjadi masalah. Sebaliknya, bagi orang-orang dengan gejala tekanan darah rendah, menyilangkan kaki dapat membantu menaikkan tekanan darah.

5. Banyak minum

Minum lebih banyak air dapat membantu meningkatkan volume darah. Ketika volume darah naik, maka tekanan darah pun naik. Banyak minum juga dapat membantu menghindari dehidrasi yang merupakan salah satu penyebab darah rendah.

Maka dari itu, untuk menaikkan tekanan darah rendah, minumlah air putih minimal 8 gelas per hari ditambah dengan makanan yang mengandung banyak cairan, misalnya aneka buah dan sayuran. Anda pun bisa mengolahnya menjadi jus atau dimakan segar agar lebih nikmat disantap.

6. Makan sedikit tapi sering

Makan dalam jumlah kecil, namun lebih sering sepanjang hari ternyata dapat membantu menaikkan tekanan darah, lho! Pasalnya, makan sekaligus banyak atau makan berat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

7. Pakai kaus kaki ketat (stoking kompresi)

Kaus kaki panjang dan ketat dapat membantu mengurangi penumpukan darah di kaki bagian bawah sehingga mengalihkannya ke tempat lain. Dengan demikian, tekanan darah secara keseluruhan akan naik akibat kiriman darah dari kaki tersebut.

Di sisi lain, stoking kompresi juga bermanfaat mengurangi tekanan pada pembuluh darah vena kaki yang melebar abnormal terkait varises.

8. Hindari perubahan posisi tubuh mendadak

Duduk atau berdiri secara mendadak dapat menyebabkan rasa pusing, atau bahkan pingsan pada orang dengan tekanan darah rendah. Hal ini terjadi karena jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh dengan cepat guna menyesuaikan perubahan posisi atau ketinggian secara tiba-tiba.

9. Hindari terlalu lama berdiri

Posisi tubuh yang tegak atau berdiri lama membuat tekanan darah menjadi lebih rendah. Hal ini terjadi karena jantung harus memompa lebih ekstra untuk mencapai ketinggian.

Beberapa orang yang mengalami hipotensi ortostatik akan langsung merasakan dampaknya. Pasalnya, berdiri lama akan membuat mereka mengalami penurunan tekanan darah sistol sebanyak 20 mmHg dan diastol 10 mmHg, dibandingkan dengan tekanan darah saat duduk atau berbaring.

Oleh sebab itu, bagi pemilik darah rendah yang sering bergejala, harus mengurangi aktivitas berdiri lama, ya.

10. Pengobatan di rumah sakit

Jika tekanan darah kian menurun dan gejala begitu berat terasa, bahkan penderitanya sampai pingsan, maka perawatan di rumah sakit adalah solusi paling tepat. Pasien akan diberikan infus untuk meningkatkan asupan cairan serta obat-obatan yang dapat meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah rendah hanya dianggap masalah jika menimbulkan gejala. Jika tidak ada gejala, tekanan darah rendah harus dianggap sebagai tanda kesehatan yang baik. Jadi, ketika hasil tensi menunjukkan rendah, maka penting untuk mencermati setiap gejala yang menyertai dan selanjutnya lakukan tindakan untuk menaikkan tekanan darah seperti di atas.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app