Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Makanan dan Diet Sehat

Waspadai 6 Resiko Ini Sebelum Menjalani Diet Cabai!

Update terakhir: NOV 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.150.438 orang

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui tentang diet cabai. Diet ini telah dilakukan oleh salah satu penyanyi terkenal asal Amerika Serikat untuk menurunkan berat badannya. 

Cara ini diakuinya ampuh apalagi jika dicampurkan dengan bahan lainnya seperti perasan lemon ataupun menggunakan cuka apel.

Akibatnya, banyak orang akhirnya mulai mencoba cara ini untuk menurunkan berat badannya. Namun, apakah diet cabai ini aman digunakan sebagai ramuan diet? Apakah benar bisa menurunkan berat badan seperti yang dialami penyanyi terkenal itu?

Apa itu diet cabai?

Diet cabai adalah salah satu cara yang digunakan untuk menurunkan berat badan menggunakan racikan bubuk cabai atau bubuk paprika pedas yang dicampur dengan perasan lemon ataupun cuka apel. 

Menggunakan bahan-bahan ini dipercaya dapat mempercepat proses pembakaran lemak pada tubuh.

Cabai diketahui memiliki peran untuk mempercepat metabolisme dalam tubuh. Salah satu ahli biologi menyatakan bahwa cabai memiliki kandungan yang dapat merangsang hormon sehingga membuat detak jantung dan juga pernapasan menjadi lebih cepat. 

Kandungan tersebut bernama capsaicin, kandungan ini dapat membakar lebih banyak kalori pada tubuh.

Sedangkan untuk fungsi dari tambahan perasan lemon atau cuka apel, dipercaya dapat melunakan makanan yang masuk dalam tubuh untuk diubah menjadi feses lebih cepat, sehingga tidak terjadinya penumpukan makanan dalam tubuh yang membuat perut buncit. 

Selain itu, perasan lemon juga terserap cepat leh tubuh.  

Menahan lapar dan menekan nafsu makan juga dapat diatasi oleh perasan lemon dan cabai. Ramuan ini berfungsi sebagai detoksifikasi yang mampu membantu tubuh untuk mengeluarkan racun dan zat-zat sisa. Sehingga, tubuh Anda dapat menjadi langsing akibat detoksifikasi yang lancar.

Apa saja bahaya yang ditimbulkan dari diet cabai?

Cabai memang mengandung banyak nutrisi, tapi bukan berarti jika melakukan diet menggunakan bahan ini aman untuk dilakukan semua orang. Beberapa orang bisa saja tidak dapat menerima treatment diet cabai ini.

Selain itu, diet cabai ini juga belum diakui ampuh untuk digunakan sebagai ramuan penurun berat badan, malahan bisa saja menimbulkan beberapa resiko yang membahayakan atau merugikan untuk kesehatan Anda.

  • Tidak mengandung banyak nutrisi 

Menurut Susan Moores, dari American Dietetic Association,  perasan buah lemon dan cabai pada ramuan diet ini tidak mengandung banyak nutrisi di dalamnya. Kalau Anda menggantikan makan dengan ramuan diet ini, Anda pun beresiko mengalami kekurangan gizi. 

Menjalankan diet cabai menggunakan perasan lemon dapat mengakibatkan tubuh Anda kekurangan gizi. Hal ini dapat terjadi jika Anda hanya mengkonsumsi ramuan tersebut untuk menggantikan makanan dan sumber tenaga Anda sehari-hari. 

Perasan lemon dan cabai tidak mengandung banyak nutrisi dibandingkan makanan normal.

Malahan, hal ini bisa jadi malah membuat Anda menjadi ingin banyak makan akibat kekurangan gizi dan memilih makanan yang berkalori tinggi.

  • Suasana hati tidak stabil

Kemungkinan besar, orang yang sedang menjalani diet cabai ini memiliki suasana hati yang cepat berubah-ubah atau tidak stabil, keadaan ini biasanya juga disebut ‘moody’. 

Akibatnya, orang yang melakukan diet ini akan menjadi mudah marah, cepat merasa bosan dan juga mengalami sakit kepala atau sulit untuk berkonsentrasi. Bahkan, penyanyi terkenal yang melakukan diet ini pun mengakui jika dirinya lebih sering uring-uringan saat menjalankannya.

Ini wajar saja, kekurangan nutrisi memang bisa mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Suasana hati atau emosi Anda diatur di otak. Sedangkan untuk bekerja dengan baik, otak butuh nutrisi yang lengkap. Misalnya dari lemak baik, protein, dan mineral

Bila Anda menjalani diet cabai dan mengurangi asupan nutrisi, tentu otak tidak bekerja dengan baik sehingga emosi Anda jadi berantakan.

  • Detoksifikasi yang masih dipertanyakan

Menurut seorang ahli gizi asal Amerika Serikat, diet cabai ini memang tidak berbahaya jika dilakukan. Tetapi, untuk masalah detoksifikasinya kurang lebih dikatakan gagal. 

Mengapa demikian? Karena detoksifikasi itu biasanya bekerja dengan cara mencerna nutrisi yang dimakan, lalu disaring organ hati dan dikeluarkan melalui feses ataupun urine saat anda buang air.

Sehingga, diet cabai dikatakan tidak memberikan nutrisi yang diperlukan bagi hati untuk membantu kerja organ tersebut. Diet cabai artinya tidak memberikan banyak nutrisi dan gizi bagi tubuh walaupun dalam keadaan mendetoksifikasi.

Tenggorokan seperti terbakar

Cairan yang terasa pedas ataupun asam ketika masuk ke dalam tenggorokan akan meninggalkan rasa terbakar. Rasa terbakar tersebut bisa dinetralkan menggunakan susu atau yoghurt untuk meredakannya. 

Zat capsaicin akan menghilang dari reseptor saraf akibat zat penetral dari susu atau yoghurt yang berfungsi menghilangkan sensasi panas akibat terbakar.

  • Menimbulkan iritasi

Anda harus berhati-hati ketika menggunakan cabai atau bubuknya untuk diet. Pasalnya, zat capsaicin dapat menyebabkan iritasi pada kulit Anda. Apalagi jika menyentuh bagian vital dan sensitif seperti mata, hidung, mulut dan yang lainnya.

  • Menimbulkan racun

Kandungan capsaicin yang terkandung dalam cabai jika masuk ke dalam tubuh Anda dengan dosis yang tinggi dapat membuat sistem pencernaan Anda terluka, salah satunya menyerang bagian usus. Caipsin bekerja untuk menghambat produksi neurotransmitter tertentu.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit