ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Kesehatan Fisik

Sudah Sembuh dari COVID-19, Mungkinkah Kambuh Lagi?

Dipublish tanggal: Mar 30, 2020 Update terakhir: Agu 5, 2020 Waktu baca: 3 menit
Sudah Sembuh dari COVID-19, Mungkinkah Kambuh Lagi?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona COVID-19 sebetulnya bisa sembuh sendiri (self healing) selama sistem imun pasien kuat untuk melawan infeksi. 
  • Gejala virus corona yang tergolong ringan berangsur-angsur pulih dalam waktu 1-2 minggu. Untuk kasus parah sekitar 6 minggu atau lebih.
  • Banyak kasus yang menunjukkan bahwa pasien yang sudah sembuh dari corona kembali positif setelah dites.
  • Sekali terkena virus, tubuh pasien akan membuat antibodi khusus sehingga seharusnya lebih kebal terhadap infeksi berulang.
  • Bisa jadi hasil tes negatif menandakan bahwa salinan virus kurang dari ambang batas sehingga tidak terdeteksi.
  • Pasien yang semula sembuh juga bisa kembali terjangkit bila terkena paparan dari orang lain, bukan karena penyakitnya yang kambuh.

Karena termasuk kasus baru, sampai saat ini belum ada satupun obat atau vaksin yang dapat menyembuhkan virus corona COVID-19. Untungnya, jenis virus yang satu ini sebetulnya bisa sembuh sendiri (self healing) selama sistem imun pasien kuat untuk melawan infeksi. Namun, ada yang bilang kalau virus corona bisa kambuh lagi walaupun sudah dinyatakan sembuh. Apa benar begitu?

Berapa lama masa penyembuhan virus corona COVID-19?

Semakin hari, jumlah pasien positif corona kian bertambah signifikan, termasuk di Indonesia. Itu artinya, penularan virus corona masih terus terjadi di masyarakat sehingga menyebabkan jumlah kasus positif terus meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Meski demikian, jangan lupakan juga bahwa pasien yang semula dinyatakan positif juga mulai banyak yang sembuh. Lama atau tidaknya penyembuhan virus corona COVID-19 ini dipengaruhi oleh sistem imun tubuh masing-masing orang.

Melansir dari Harvard Health Publishing, gejala virus corona yang tergolong ringan dapat berangsur-angsur pulih dalam waktu 1-2 minggu. Pada kasus yang parah, masa pemulihan bisa jadi lebih lama, yaitu sekitar 6 minggu atau lebih.

Setelah dinyatakan sembuh alias negatif corona, bukan berarti pasien boleh langsung beraktivitas seperti biasanya. Sebaiknya tetaplah isolasi mandiri di dalam rumah selama kurang lebih 1 minggu supaya sistem imun Anda terbentuk secara maksimal dan menghindari risiko terpapar dari orang lain.

Baca Juga: Memahami Dampak Virus Corona (COVID-19) Pada Tubuh

Benarkah virus corona bisa kambuh lagi meski sudah sembuh?

Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada mendengar kabar bahwa pasien yang semula positif telah dinyatakan sembuh dan terbebas dari virus corona. Meski begitu, tentunya masih ada perasaan khawatir jika nantinya virus corona akan kambuh lagi dalam tubuh.

Terlebih, sempat dikabarkan ada seorang wanita Korea yang sudah pulih dari COVID-19 ternyata kembali positif terinfeksi corona. Kasus yang sama juga terjadi pada seorang pemandu bus wisata asal Jepang yang telah dites positif COVID-19 untuk yang kedua kalinya, seperti dilansir dari Osaka Prefectural Government. Bagaimana ini bisa terjadi?

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Karena tergolong virus baru, para ahli masih belum tahu pasti penyebab virus corona kambuh lagi. Para ahli menduga ada 2 kemungkinan, yaitu:

1. Virus COVID-19 masih tersisa dalam tubuhnya

Menurut Dr. Mahmoud Loghman-Adham, MD, pimpinan perusahaan konsultan di California, pasien yang sudah terkena virus COVID-19 semestinya tidak akan mengalami kekambuhan. Pasalnya, tubuh pasien akan membuat antibodi khusus untuk melawan virus, sehingga tubuhnya lebih kebal terhadap infeksi berulang dari virus yang sama.

Ketika dilakukan tes ulang, hasilnya akan positif apabila jumlah virus COVID-19 dalam tubuh pasien tergolong banyak. Jika hasilnya negatif atau false positive, mungkin saja jumlah salinan virus ternyata kurang dari ambang batas sehingga tidak terdeteksi.

Artinya, kemungkinan masih ada sisa-sisa virus di dalam tubuh pasien dan kebetulan pengaturan sistem imunnya bermasalah. Akibatnya, tubuh pasien belum menghasilkan antibodi yang tepat dan gejala virus corona kembali muncul.

Selain itu, virus corona COVID-19 masih tergolong baru sehingga tubuh pun belum mengetahui jenis virus tersebut apakah bersifat baik atau tidak. Hal ini mengakibatkan tubuh tidak memiliki respon untuk melawan COVID-19 dengan maksimal. Sejauh ini juga belum ada vaksin khusus untuk mengobati virus corona COVID-19.

Baca Juga: Rapid Test untuk Deteksi Virus Corona, Begini Prosedurnya

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

2. Pasien terpapar dari orang lain

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa pasien positif corona COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh tidak akan mengalami kekambuhan. Hanya saja, pasien bisa sakit lagi jika terpapar dari orang lain yang membawa virus.

Baca Juga: Pentingnya Social Distancing Agar Virus Corona Tak Makin Genting

Itu artinya, bukan penyakitnya yang kambuh namun ketularan lagi dari pasien lain. Misalnya saja, pasien tidak rajin mencuci tangan setelah menyentuh benda-benda di tempat umum atau terkena droplet dari orang lain yang sakit.

Oleh karena itulah, pasien yang sudah sembuh wajib betul-betul menjaga kesehatannya agar tidak tertular virus yang sama. Mulai dari rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau sapu tangan, dan membersihkan seluruh permukaan dengan disinfektan.

Selalu konsumsi makanan sehat dan bergizi, istirahat cukup, serta minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Yang tak kalah penting, perhatikan tubuh Anda sendiri dan segera periksakan diri ke dokter jika gejala virus corona muncul lagi.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Osaka Prefectural Government. About patient in conjunction with new coronavirus. (http://www.pref.osaka.lg.jp.e.agb.hp.transer.com/hodo/index.php?site=fumin&pageId=37523). 26 Februari 2020.
CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/faq.html). 22 Maret 2020.
The Guardian. Coronavirus: Japanese woman tests positive for second time. (https://www.theguardian.com/world/2020/feb/27/japanese-woman-tests-positive-for-coronavirus-for-second-time). 27 Februari 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app