Undescended Testis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 27, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.019.820 orang

Testis merupakan organ seks pria yang bertanggung jawab untuk memproduksi sperma dan hormon seks. Biasanya, testis terbentuk di perut laki-laki dan turun ke skrotumnya selama perkembangan janin

Jika salah satu atau kedua testis anak Anda tetap berada di perutnya, maka kondisi tersebut dikenal sebagai undescended testis atau testis yang tidak turun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Kondisi tersebut biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan pertama kehidupan seorang bayi laki-laki. Namun dalam beberapa kasus, operasi mungkin juga diperlukan untuk mengembalikan posisi testis. Istilah medis untuk testis yang tidak turun yaitu "kriptorkismus."

Penyebab dan faktor resiko Undescended Testis

Penyebab pasti dari undescended testis atau testis yang tidak turun masih tidak diketahui. Namun, para peneliti percaya bahwa kombinasi faktor-faktor tertentu kemungkinan memainkan peran terjadinya undescended testis. Faktor tersebut termasuk:

  • faktor genetika
  • kesehatan ibu
  • lingkungan, seperti paparan pestisida atau perokok pasif

Dokter menganggap kelahiran bayi prematur sebagai faktor risiko utama untuk undescended testis. Hampir sepertiga bayi laki-laki prematur memiliki kondisi tersebut.

Kelebihan jaringan fibrosa atau otot yang tidak dapat meregang di pangkal paha anak juga dapat menyebabkan undescended testis. Seorang dokter spesialis bedah umumnya dapat memperbaiki masalah tersebut.

Tanda dan gejala Undescended Testis

Undescended testis dapat mempengaruhi kesuburan pria jika tidak segera diobati. Temperatur yang lebih tinggi di dalam tubuhnya dapat mempengaruhi perkembangan testis dan produksi sperma. 

Pria dengan dua testis yang tidak turun lebih cenderung mengalami masalah terkait kesuburan daripada pria yang dengan hanya satu testis yang tidak turun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pria dengan undescended testis lebih beresiko untuk mengalami hernia inguinalis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan usus mendorong keluar melalui area yang lemah di dinding perut. 

Hanya operasi yang dapat memperbaiki kondisi tersebut. Undescended testis atau testis yang tidak turun juga merupakan faktor risiko terjadinya kanker testis.

Cara mencegah terjadinya Undescended Testis

Sampai saat ini masih tidak diketahui secara pasti cara mencegah terjadinya undescended testis atau testis yang tidak turun.

Cara mengobati Undescended Testis

Diagnosa

Dokter anak mungkin dapat meraba, atau merasakan, testisnya yang tidak turun di perut anak Anda. Dalam kasus lain, testis terkadang tidak dapat dirasakan. Bahkan dalam beberapa kasus lainnya, testis tidak ada sama sekali.

Pemeriksaan X-ray atau ultrasound dapat membantu dokter anak mendiagnosis undescended testis atau testis yang tidak turun. Scan pencitraan, termasuk MRI scan dengan pewarnaan kontras, dapat mengkonfirmasi ada atau tidaknya testis.

Dua kondisi yang dapat meniru testis yang tidak turun. Yang pertama yaitu retractile testis yang merupakan kondisi dimana testis tidak dapat menetap di dalam skrotum atau bergerak bolak-balik antara skrotum dan pangkal paha . Kondisi ini biasanya menghilang seiring bertambahnya usia anak. 

Yang kedua yaitu ascending testis kondisi diamana testis dapat turun secara normal sampai ke skrotum saat bayi lahir hingga bayi berusia sekitar 3 bulan, namun setelah itu, semakin bertambahnya usia bayi testis semakin bergerak naik keluar dari skrotum.

Pengobatan

Undescended testis biasanya akan turun sendiri pada saat bayi mencapai usia 6 bulan. Dokternya mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik pada usia tersebut. Dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan lain jika testis anak Anda belum turun.

Hormon yang merangsang produksi testosteron dapat digunakan untuk membuat testis anak Anda turun. Tindakan ini melibatkan penyuntikan hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG). Tindakan tersebut tidak seefektif operasi dan dapat berpotensi menyebabkan pubertas dini.

Anak Anda mungkin perlu melakukan tindakan pembedahan jika testisnya belum turun pada usia 1 tahun. Pembedahan disebut "orchiopexy." Dokter bedah anak akan membuat sayatan kecil di pangkal paha untuk memungkinkan testis turun ke posisi yang tepat. 

Pemulihan pasca operasi biasanya memakan waktu sekitar satu minggu.

Jaringan yang berlebihan juga dapat menyebabkan terjadinya undescended testis. Dokter bedah anak dapat menghilangkan jaringan berlebih jika masalahnya terdapat pada jaringan yang berlebih. Dalam kasus lain, anak Anda mungkin perlu operasi untuk meregangkan ligamen

Operasi tersebut dapat membantu testisnya turun ke posisi normalnya.

Jika anak sudah mencapai usia dewasa tanpa diobati dengan tepat dan kemudian menemui dokter bedah untuk melakukan operasi, maka dokter bedah mungkin akan merekomendasikan untuk mengeluarkan testisnya. Pada tindakan tersebut,testis tidak mungkin menghasilkan sperma lagi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit