Torsio Testis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 29, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 482.903 orang

Penyebab paling sering dari suatu kegawatdaruratan medis terkait dengan saluran genitourinari pria biasanya disebut juga dengan torsio testis. Torsio testis paling sering terjadi pada remaja pria.

Pria memiliki dua buah testis yang terletak di dalam skrotum. Terdapat tabung yang dikenal sebagai spermatic cord yang berfungsi untuk membawa darah sampai ke testis. Pada kasus torsio testis, terjadi kondisi dimana spermatic cord menjadi terpuntir atau terputar. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Akibatnya, aliran darah di dalam testis tersumbat dan bisa menyebabkan jaringan di testis mati.

Penyebab dan faktor resiko Torsio Testis

Banyak dari orang-orang yang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami torsio testis, walaupun mereka mungkin tidak mengetahuinya.

Faktor bawaan

Biasanya, testis tidak bisa bergerak bebas di dalam skrotum. Jaringan di sekitar testis umumnya kuat dan dapat menyokong testis. Testis yang mengalami torsio testis kadang-kadang memiliki jaringan ikat yang lebih lemah di dalam skrotum.

Dalam beberapa kasus, hal ini mungkin disebabkan oleh sifat bawaan yang dikenal sebagai “bell clapper ” deformity. Jika Anda memiliki bell clapper deformity, maka testis dapat bergerak lebih bebas di dalam skrotum. Gerakan ini dapat meningkatkan resiko tali sperma menjadi terpelintir.

Torsio testis merupakan suatu kondisi yang dapat diturunkan dalam keluarga. Namun, tidak semua orang yang mengalami kondisi ini memiliki kecenderungan genetik.

Penyebab lainnya

Torsio testis dapat terjadi kapan saja, bahkan sebelum lahir. Torsio testis dapat terjadi ketika Anda tidur atau saat melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini juga dapat terjadi setelah terjadi cedera pada pangkal paha, seperti cedera olahraga

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pertumbuhan testis yang cepat selama masa pubertas juga dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Tanda dan gejala Torsio Testis

Nyeri dan pembengkakan pada kantung skrotum adalah gejala utama dari torsio testis. Timbulnya rasa nyeri mungkin aka terasa mendadak, dan rasa nyeri bisa sangat parah. Pembengkakan mungkin terbatas hanya pada satu sisi, atau dapat terjadi di seluruh skrotum. 

Anda mungkin memperhatikan bahwa satu testis lebih tinggi dari yang lainnya.

Gejala lain mungkin muncul seperti:

  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Benjolan di kantung skrotum
  • Darah dalam air mani

Ada kemungkinan penyebab lain dari nyeri testis yang parah, seperti epididimitis. Anda harus tetap memperhatikan munculnya gejala-gejala tersebut dan segera mencari pertolongan medis.

Torsi testis biasanya hanya terjadi pada satu testis. Torsio bilateral, terjadi ketika kedua testis mengalami torsio testis secara bersamaan, namun kondisi tersebut sangat jarang terjadi.

Cara mencegah terjadinya Torsio Testis

Satu-satunya cara untuk mencegah terjadinya torsio testis untuk pria yaitu melalui operasi untuk menempelkan kedua testis ke bagian dalam skrotum sehingga testis tidak dapat berputar bebas. 

Dan untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi, Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mencurigai adanya tanda dan gejala torsio testis.

Cara menangani Torsio Testis

Diagnosa

Pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis torsio testis meliputi:

  • Pemeriksaan urin, untuk mencari tanda infeksi
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan radiologi untuk skrotum

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa pembengkakan skrotum Anda. Dokter juga dapat mencubit bagian dalam paha Anda. Biasanya tindakan tersebut dapat menyebabkan testis berkontraksi. Namun, refleks tersebut dapat hilang jika Anda memiliki torsio testis.

Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan USG di skrotum Anda. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan aliran darah ke testis. Jika aliran darah lebih rendah dari normal, Anda mungkin mengalami torsio testis.

Pengobatan

Torsio testis merupakan suatu keadaan darurat medis, tetapi kebanyakan remaja ragu untuk mengatakan bahwa mereka mengalami nyeri atau segera mencari pengobatan. Anda tidak boleh mengabaikan nyeri pada testis.

Mungkin beberapa orang mengalami apa yang dikenal sebagai torsio intermiten. Kondisi ini dapat menyebabkan testis berputar dan terlepas. Karena kondisinya cenderung kambuh, penting juga untuk mencari pengobatan, bahkan jika rasa nyerinya menjadi tajam dan kemudian mereda.

Tindakan pembedahan

Tindakan bedah, atau orchiopexy, biasanya diperlukan untuk menangani masalah torsio testis. Pembedahan dilakukan secepat mungkin untuk mengembalikan aliran darah ke testis. Jika aliran darah terputus lebih dari enam jam, maka jaringan testis bisa mati.

Dokter akan membuat sayatan kecil di skrotum dan melepaskan spermatic cord yang tepelintir. Jahitan kecil akan digunakan untuk menjaga testis tetap di dalam skrotum. Tindakan ini dilakukan agar mencegah rotasi terjadi lagi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit