Tidak Hanya Nanas, 6 Faktor Berikut Berpengaruh Terhadap Aroma Vagina

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 27, 2019 Waktu baca: 2 menit
Tidak Hanya Nanas, 6 Faktor Berikut Berpengaruh Terhadap Aroma Vagina

Banyak mitos yang mengatakan bahwa mengkonsumsi nanas akan menjadikan air mani atau vagina menjadi manis, namun hal ini belum jelas kebenarannya.

Vagina yang dalam kondisi sehat mempunyai pH alami asam dan koloni bakteri yang baik dengan tugas sebagai penangkal infeksi sekaligus penjaga ekosistem vagina supaya tetap selaras. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Selain dari aroma vagina, ternyata aroma tubuh pun juga sangat berpengaruh terhadap gairah seks Anda dan pasangan. Untuk itu seorang wanita harus bisa mendeteksi apa saja yang dapat memberikan rangsangan saat berhubungan seks.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi aroma pada vagina, untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini:

Gaya hidup sehari-hari dan asupan makanan yang dikonsumsi

Aroma vagina dapat dipengaruhi terhadap gaya hidup sehari-hari dan asupan makanan yang sedang di konsumsinya. Apabila Anda mengkonsumsi makanan yang memiliki bau menyengat, misalnya seperti bawang putih, rempah-rempah, daging merah maupun yang lainnya. Makanan yang salah Anda konsumsi itulah yang akan menimbulkan aroma tidak sedap.

Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol atau perokok aktif

Bagi perokok aktif dan terlalu sering mengkonsumsi banyak alkohol dapat menimbulkan aroma vagina yang tidak sedap. Hal ini dikarenakan rokok dan alkohol dapat merusak bagian kadar pH secara alami di dalam vagina.  

Meskipun hasil yang akan di dapatkan nya tidak secara langsung, namun hal ini dapat bekerja secara efektif yang dapat berpengaruh terhadap aroma vagina.

Aroma vagina tergantung pada keseimbangan hormon tubuh

Keseimbangan pada hormon secara alami yang ada di dalam tubuh akan sangat berpengaruh terhadap aroma vagina. Apabila hormon Anda dalam kondisi yang baik, maka aroma tubuh pun juga tidak terlalu menyengat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Dengan demikian, selalu jaga hormon tubuh agar tidak mengeluarkan bau amis atau menyengat pada area vagina.

Infeksi dalam vagina juga bisa berpengaruh terhadap aroma vagina

Vagina memang memiliki kandungan infeksi berupa bakteri baik dan bakteri jahat. Jika vagina lebih banyak mengandung bakteri jahat, maka hal ini akan memicu aroma yang tidak sedap pada bagian vagina

Untuk itu, menjaga kebersihan dan kesehatan vagina selalu disarankan untuk mencegah penyebaran bakteri jahat yang ada di dalam vagina.

Pelumas alami pada vagina

Vagina memiliki pelumas secara alami yang dapat membuat hubungan seks Anda terhindarkan dari rasa sakit pada saat melakukan hubungan seks. Semakin banyaknya pelumas yang dikeluarkan vagina, maka akan sangat berpengaruh terhadap aroma vagina. 

Namun apabila aroma pelumas alami tersebut khas vagina, Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Akan tetapi jika aroma vagina tidak normal, segera lakukan pemeriksaan.

Keputihan yang terjadi pada wanita

Selama keputihan yang keluar dari vagina normal, yaitu berwarna putih bening dan tidak meninggalkan bau yang menyengat, memaki Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. 

Sedangkan untuk keputihan yang terjadi pada wanita akan sangat berpengaruh terhadap aroma vagina. Dengan demikian, selalu jaga kebersihan vagina agar keputihan tidak menimbulkan bau yang menyengat.

Vagina memang terkadang mengeluarkan aroma dan rasa logam. Hal ini dikarenakan kadar asam yang semakin tinggi, terutama pada saat periode menstruasi. Sedangkan aroma dari vagina itu pun juga bisa menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan menurunkan gairah seks Anda maupun pasangan.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pape K, et al. (2016). Leisure-time physical activity and the risk of suspected bacterial infections. DOI: (http://journals.lww.com/acsm-msse/Fulltext/2016/09000/Leisure_Time_Physical_Activity_and_the_Risk_of.13.aspx)
Flores-Mireles AL, et al. (2015). Urinary tract infections: Epidemiology, mechanisms of infection and treatment options. DOI: (https://dx.doi.org/10.1038%2Fnrmicro3432)
Understanding Changes in Vaginal Odor. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/why-does-my-vagina-smell-funny-3133225)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app