Kenali Spondilosis Servikal Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Dipublish tanggal: Feb 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 15, 2019 Waktu baca: 3 menit

Penjelasan pada Spondilosis Servikal

Spondilosis servikal merupakan kelainan pada tulang belakang leher akibat faktor usia. Seiring bertambahnya usia, tulang belakang dan diskus di antaranya mengalami degenerasi dan menimbulkan kelainan seperti adanya pertumbuhan tulang kecil yang disebut osterofit. Pada spondilosis servikal terjadi penekanan pada saraf tulang belakang di leher sehingga menimbulkan gejala.

Tulang belakang merupakan bagian terpenting pada kerangka manusia. Selain berfungsi sebagai penopang seluruh bagian tubuh, tulang belakang juga berfungsi untuk melindungi korda spinalis yang sebagai saraf inti yang memanjang dari otak hingga ke pinggang dan bercabang ke seluruh bagian dalam organ tubuh manusia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Penyebab Spondilosis Servikal

Penyebab pasti dari penyakit spondilosis servikal adalah adanya kelainan dari struktur dan fungsi tulang belakang sehingga menimbulkan gejala. Patofisiologi yang terjadi pada spondilosis servikal yaitu

  1. Penipisan diskus
  2. Muncul tulang tambahan
  3. Herniasi diskus
  4. Penekanan pada saraf dan pembuluh darah

Seiring berjalannya usia, bantalan diskus yang berada diantara kedua tulang belakang terutama di leher mengalami penipisan dan cairan di dalamnya berkurang sehingga diskus menjadi keras dan kaku. Kondisi ini akan timbul gejala nyeri. Kekuatan tulang yang menurun disertai kerusakan tulang belakang akibat pengaruh usia menyebabkan adanya pertumbuhan tulang yang menonjol keluar di sekitar leher sisi belakang. Serpihan tulang tersebut disebut osterofit atau bone spur. Munculnya osteofit pada tulang leher menyebabkan leher menjadi kaku.

Faktor penuaan juga menyebabkan bantalan tulang menjadi kaku dan akhirnya pecah sehingga menimbulkan benjolan yang kelaur dan menekan saraf sekitarnya. Tulang yang tidak normal pada tulang belakang dan diskus menyebabkan penekanan pada pembuluh darah dan saraf sekitar sehingga menimbulkan nyeri yang menjalar.

Gejala Pada Spondilosis Servikal

Gangguan pada tulang leher atau bantalannya menyebabkanya gejala langsung pada dan ada kemungkinan mengalami penjalaran nyeri di sekitar leher. Gejala yang dapat timbul adalah:

  1. Nyeri pada leher seperti ditekan
  2. Kaku leher
  3. Sakit kepala
  4. Sakit yang dipicu oleh batuk atau bernapas panjang
  5. Tangan terasa kaku, lemas, dan mati rasa
  6. Sakit seperti ditusuk-tusuk pada lengan

Diagnosis Pada Spondilosis Servikal

Penyakit spondilosis servikal paling banyak terjadi pada orang tua di atas usia 60 tahun. Keluhan yang terjadi dan pemeriksaan fisik sangat penting untuk melihat batas gangguan yang terjadi. Pemeriksaan diagnosis juga diperlukan untuk melengkapi pemeriskaan dokter. Pemeriksaan diagnosis yang dilakukan antara lain

  1. Pemeriksaan rontgen pada tulang belakang dilakukan untuk melihat adanya pertumbuhan osteofit di sekitar tulang belakang leher. 
  2. Pemeriksaan CT-scan memberikan gambar yang detil pada kerusakan yang terjadi di tualng belakang. Selain itu pada hasil MRI juga terlihat adanya kelainan pada serabut saraf atau pembuluh darah di sekitar tulang belakang leher.
  3. Pemeriksaan dengan elektromiografi digunakan untuk mendeteksi kelainan pada impuls saraf yang disebabkan oleh penekanan dari tulang belakang.

Pengobatan Pada Penyakit Spondilosis Servikal

Pengobatan awal yang dapat diberikan untuk mengatasi gejala yaitu dengan pemberian obat penahan nyeri.

  1. Obat ini menjadi terapi awal untuk mengatasi nyeri pada bagian leher akibat kerusakan tulang belakang
  2. Obat diklofenak adalah obat yang sering digunakan sebagai pelemas otot akibat kontraksi berlebihan. Pemberian obat ini bertujuan untuk mengurangi rasa kaku leher.
  3. Obat kodein memiliki jenis farmakologis yang lebih kuat dari obat parasetamol untuk mengurangi gejala nyeri di leher.
  4. Amitriptiline yang sebagai obat anti depresi juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala kaku dan nyeri pada leher.
  5. Terapi fisik tersebut juga bermanfaat. Jenis terapi yang dilakukan adalah terapi panas, terapi manipulasi dan traksi. Fisioterapi berguna untuk mempecepat penyembuhan yang dikombinasikan dengan obat minum.
  6. Pemberian support pada daerah leher saat berktivitas menjadi terapi tambahan untuk mencegah keparahan penyakit. Penggunaan bantal yang empuk saat tidur membantu menjaga postur tulang leher dan mengurangi potensi pengapuran dan kaku leher lebih parah.
  7. Olahraga ringan seperti pilates dan yoga juga menajdi teknik terbaik untuk menjaga postur tulang belakang. 

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Rana, S. Medscape (2017). Diagnosis and Management of Cervical Spondylosis. (https://emedicine.medscape.com/article/1144952-overview)
Delgado, et al. Healthline (2018). Cervical Spondylosis. (https://www.healthline.com/health/cervical-spondylosis)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app