Spitz Nevus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 29, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 520.911 orang

Spitz nevus adalah jenis tahi lalat yang langka yang biasanya menyerang remaja dan anak-anak. Meskipun terlihat seperti bentuk kanker kulit serius yang disebut melanoma, namun Spitz nevus bukanlah kondisi yang dianggap kanker.

Spitz nevus awalnya dianggap hanya berkembang pada anak-anak. Meskipun 70 persen kasus tersebut terjadi pada orang di bawah 20 tahun, spitz nevus umumnya dapat muncul pada siapa saja dari segala usia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Penyebab dan faktor resiko terjadinya Spitz Nevus

Seperti kebanyakan pertumbuhan tahi lalat pada umumnya, Spitz nevus muncul karena kelebihan produksi dan penumpukan sel, dalam kasus ini yang dimaksud adalah melanosit kulit.

Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan atau mempengaruhi peluang munculnya Spitz nevus dan Spitzoid melanoma.

Faktor risiko untuk Spitz nevus meliputi:

  • Berkulit putih atau rentan terbakar sinar matahari
  • Memiliki riwayat terbakar sinar matahari atau luka bakar parah
  • Masa pubertas, terutama untuk wanita
  • Berusia di bawah 10 tahun
  • Memiliki rambut berwarna terang
  • Memiliki bintik-bintik di wajah
  • Memiliki banyak tahi lalat

Faktor risiko tambahan untuk tumor Spitz atipikal dan Spitzoid melanoma meliputi:

  • Perubahan hormon pada wanita
  • Berusia antara 10 dan 20 tahun
  • Riwayat keluarga dengan melanoma dan kanker kulit, khususnya sindrom familial atypical multiple mole–melanoma (FAMMM)
  • Mutasi genetik, yang terjadi pada sekitar 12 persen dari kasus tumor Spitz atipikal

Tanda dan gejala Spitz Nevus

Spitz nevus biasanya tampak merah muda dan berbentuk seperti kubah. Terkadang, tahi lalat ini juga mengandung warna lain, seperti:

  • Merah
  • Hitam
  • Biru
  • Coklat

Lesi ini sering ditemukan di wajah, leher, atau kaki. Spitz nevus cenderung tumbuh dengan cepat dan bisa berdarah atau mengeluarkan cairan. Jika Anda memiliki Spitz nevus, Anda mungkin mengalami gatal-gatal di sekitar tahi lalat.

Ada dua jenis Spitz nevus. Spitz nevus klasik yang tidak bersifat kanker dan biasanya tidak berbahaya. Spitz nevus klasik kurang dapat diprediksi. Jenis nevus ini mungkin bertindak seperti lesi kanker dan kadang-kadang diperlakukan seperti melanoma.

Cara mencegah terjadinya Spitz Nevus

Sampai saat ini masih tidak diketahui secara pasti cara mencegah terjadinya spitz nevus. Namun bila Anda atau anak Anda menderita Spitz nevus, Anda harus mengunjungi dokter untuk memeriksanya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Tahi lalat non-kanker ini mungkin tidak berbahaya, tetapi bisa disalah artikan sebagai melanoma, jadi penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat.

Cara menangani Spitz Nevus

Diagnosa Spitz Nevus

Spitz nevus biasanya didiagnosis dengan menggunakan biopsi. Teknik biopsi berarti dokter Anda akan menghapus seluruh atau sebagian tahi lalat dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa. 

Spesialis patologi yang terlatih dan terampil dapat memeriksa sampel untuk menentukan apakah tahi lalat tersebut Spitz nevus atau melanoma yang lebih serius.

Biopsi kulit tidak selalu memberikan diagnosis yang pasti. Anda mungkin perlu melakukan lebih banyak pemeriksaan lanjutan termasuk biopsi kelenjar getah bening.

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda memiliki tahi lalat yang:

  • Berubah ukuran, bentuk, atau warna
  • Terlihat berbeda dari tahi lalat yang lain di kulit Anda
  • Memiliki batas tidak beraturan
  • Menyebabkan gatal atau sakit
  • Tidak simetris
  • Menyebar ke daerah di sekitarnya
  • Menyebabkan kemerahan atau bengkak di luar batasnya
  • Lebih besar dari 6 milimeter (mm)
  • Berdarah atau keluar cairan

Jika Anda tidak yakin dengan tahi lalat di tubuh Anda, penting untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter kulit.

Pengobatan Spitz Nevus

Secara tradisional, Spitz nevus selalu dihilangkan atau dipotong dengan tindakan operasi. Tapi, tindakan eksisi dapat menyebabkan munculnya jaringan parut. Saat ini, dalam kasus-kasus non-kanker yang melibatkan anak kecil, dokter hanya merekomendasikan pemantauan medis, sebagai tindakan utama.

Beberapa dokter tidak akan melakukan apa-apa sama sekali atau hanya memotongnya sedikit untuk tindakan biopsi dan untuk memastikan tahi lalat tersebut bukan melanoma. Spesialis lain merekomendasikan pembedahan untuk memotong seluruh tahi lalat agar berada pada kondisi yang aman.

Spitz nevus biasanya akan dipotong jika:

  • Berpigmen
  • Terjadi pada seseorang lebih dari usia 12 tahun
  • Dalam bentuk dan warna atipikal

Ada beberapa kasus yang dilaporkan dari orang-orang yang didiagnosis dengan Spitz nevus, tetapi ternyata tahi lalat tersebut adalah melanoma. Karena alasan tersebut, banyak dokter memilih pendekatan pengobatan yang lebih agresif pada kasus spitz nevus.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit