Sakit Saat Bercinta? Mungkin Ini 8 Sumber Penyebabnya

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Sakit Saat Bercinta? Mungkin Ini 8 Sumber Penyebabnya

Rasa sakit yang dirasakan wanita setiap kali selesai berhubungan seks menimbulkan rasa trauma untuk melakukan hubungan seks selanjutnya. Sedangkan rasa sakit yang dirasakan ini pun bisa dikarenakan beberapa hal. 

Meskipun tidak semua wanita akan merasakan sakit sesudah melakukan hubungan badan, namun tetap saja, rasa sakit menjadi kondisi yang harus ditangani dengan baik.

Penting sekali bagi Anda untuk mengetahui apa penyebab dari rasa sakit yang Anda rasakan tersebut. Apabila rasa sakit tersebut berlangsung lama, Anda tidak boleh mengabaikan hal ini, karena Anda harus pergi ke dokter untuk mengatasi permasalahan seperti ini. untuk mengetahui apa saja penyebabnya, simak ulasan berikut:

Produksi cairan vagina yang terlalu sedikit

Cairan yang ada di dalam vagina memiliki fungsi agar vagina tidak mengalami sakit. Jika cairan lubrikasi yang dihasilkan oleh vagina menjadi berkurang, maka hal ini bisa menimbulkan rasa sakit pada bagian vagina. Anda bisa mengatasi hal ini dengan menggunakan cairan pelumas vagina. Jika Anda ingin menggunakan cairan pelumas vagina, pastikan keamanannya.

Rasa stres yang semakin menumpuk

Rasa stres yang semakin menumpuk dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian vagina setiap kali melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu, Anda harus mengontrol pikiran Anda dengan sebaik mungkin, jangan sampai rasa stres yang Anda alami tersebut mengganggu aktivitas Anda dan pasangan saat berada di ranjang.

Ada memiliki penyakit kelamin

Penyakit kelamin juga bisa menimbulkan rasa sakit selama melakukan hubungan seksual. Penyakit kelamin tersebut dapat berupa seperti penyakit sariawan, gonore, herpes genital, trichomoniasis, klamidia dan juga penyakit infeksi ragi. Jika memang Anda mengalami penyakit kelamin, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Adanya pengaruh obat-obatan

Obat-obatan yang sering kali Anda gunakan dapat berpengaruh terhadap rasa sakit yang muncul ketika sedang melakukan hubungan seksual. Obat-obatan yang dapat menurunkan hasrat seksual akibat rasa sakit saat bercinta yaitu obat penenang, obat antidepresan maupun obat-obatan yang lainnya.

Bagian vagina mengalami permasalahan

Vagina yang mengalami permasalahan dapat menimbulkan rasa sakit pada saat sedang melakukan hubungan seksual. Permasalahan yang sering kali terjadi disebabkan karena otot-otot vagina telah menutup, sehingga hal ini menjadikan penetrasi menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Apabila kulup ketat, maka penetrasi akan menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi wanita.

Terburu-buru Bercinta

Berhubungan badan secara buru-buru dan melewatkan foreplay atau pemanasan dapat menjadi penyebab dari rasa sakit yang Anda rasakan tersebut. Untuk itu, selalu lakukan pemanasan dalam durasi yang lama agar cairan dalam vagina cukup untuk melumasi vagina. Pemanasan dapat Anda lakukan 5 hingga 7 menit lamanya.

Adanya infeksi atas peradangan pada bagian vagina

Rasa sakit pada area kulit vagina dapat disebabkan karena adanya infeksi maupun peradangan yang ada di vagina. Jika hal ini dibiarkan secara berkepanjangan, maka bisa menimbulkan penyakit yang baru. Untuk itu, Anda disarankan untuk pergi ke dokter jika Anda mengalami permasalahan pada bagian vagina.

Melakukan hubungan seks terlalu keras

Terlalu bersemangat berhubungan seks dapat menimbulkan rasa sakit karena lecet atau luka sobek pada vagina. Untuk mengatasi hal ini, jangan lakukan hubungan seks terlalu keras.

Ke 8 penyebab yang ada di atas harus Anda perhatikan dengan baik dan sebaiknya Anda menghindarinya agar aktivitas bercinta Anda tidak mengalami banyak kendala dan tidak menimbulkan rasa sakit.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sauer U, et al. Efficacy of intravaginal dehydroepiandrosterone (DHEA) for symptomatic women in the peri- or postmenopausal phase. Maturitas. 2018; doi:10.1016/j.maturitas.2018.07.016.
Faubion SS, et al. Genitourinary syndrome of menopause: Management strategies for the clinician. Mayo Clinic Proceedings. 2017; doi:10.1016/j.mayocp.2017.08.019.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app