Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN
Anak Balita

Radang Tenggorokan Pada Balita

Update terakhir: DEC 12, 2019 Tinjau pada DEC 12, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 2.063.121 orang

Radang Tenggorokan Pada Balita

Anak-anak sangat rentan terkena berbagai penyakit. Salah satunya radang tenggorokan. 40% penyakit radang tenggorokan terjadi pada masa anak-anak, terutama pada balita.

Banyak penyakit yang memiliki gejala radang tenggorokan, dan banyak juga infeksi yang memperberat terjadinya gejala tersebut. Dalam topik ini kita akan mengupas mengenai radang tenggorokan pada balita serta bagaimana orang tua mengenali dan memberikan penanganan untuk penyakit ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli SP Troches Melon via Pengiriman Obat HonestDocs

SP Troches digunakan untuk kondisi: radang tenggorokan, faringitis, tonsilitis, dan stomatitis. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Screen shot 2019 04 10 at 17.23.43

Penyebab Radang Tenggorokan

Penyebab radang tenggorokan pada masa balita atau anak-anak prasekolah sering disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Infeksi akan masuk ke dalam tubuh dan berkembang sehingga menimbulkan gejala. Berikut beberapa infeksi yang dapat menyebabkan radang tenggorokan.

  • Streptococcus
    Bakteri Streptococcus dapat menyebabkan inflamasi di sekeliling daerah yang terkena infeksi. Streptococcus dapat menyebabkan penyakit di daerah tenggorokan seperti tonsilitis, faringitis, dan epiglotitis.

    Penyakit tersebut dapat disertai dengan radang tenggorokan. Streptococcus pyogenes juga merupakan infeksi pada balita yang menyebabkan radang tenggorokan diikuti demam tinggi dan kehilangan nafsu makan.

    Intensitad gejala akan meningkat seiring bertambahnya usia balita, gejala berat dapat disertai pembesaran getah bening sehingga memerlukan penanganan antibiotik.

  • Virus
    Jenis virus yang menyebabkan radang tenggorokan pada masa balita yaitu virus Coxsackie. Virus ini merupakan single strand RNA dari anggota Enterovirus. Coxsackie terdiri dari 2 tipe virus yaitu Coxsackie tipe A dan Tipe B.  

    Selain radang tenggorokan, virus Coxsackie tipe A merupakan sumber timbulnya penyakit Hand Foot Mouth pada anak-anak, dimana terjadi demam yang disertai bercak kemerahan pada teapak tangan, kaki, dan mulut. Virus lain selain coxsackie biasa menyebabkan batuk, demam, dan menggigil pada balita.

  • Alergi
    Gangguan tenggorokan akibat alergi dapat bertahan dalam hitungan hari atau minggu apabila tidak ditangani segera. Alergi disebabkan oleh sumber alergen yang menyebabkan iritasi pada tenggorokan, diikuti dengan batuk dan nyeri saat menelan.

    Radang tenggorokan pada balita dialami akibat perubahan musim atau paparan udara yang tidak sehat. 

Baca juga: Obat Herbal Tradisional Radang Tenggorokan

Gejala Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan yang terjadi pada balita dapat disertai gejala lain. Balita dapat mengalami gejala berbeda tergantung dari sumber infeksi yang terjadi. Gejala yang dapat terjadi yang bersamaan dengan munculnya radang tenggorokan yaitu:

  • Demam merupakan gejala utama, demam pada balita akibat bakteri dapat berkisar antara 38,9 hingga 40 derajat selsius. 
  • Tenggorokan merah disertai lendir atau bercak putih. Kondisi tenggorokan yang memerah dan bercak putih terutama di daerah tonsil menjadi tada bahwa inflamasi telah terjadi.
  • Nafsu makan berkurang
  • Sulit menelan
  • Batuk
  • Pembesaran getah bening
  • Dapat terjadi flu atau bersin 

Apa yang harus dilakukan?

Anak usia balita dapat memperlihatkan tanda sakit radang tenggorokan yang tidak begitu jelas. Biasa mereka hanya mengeluhkan sulit menelan dan rasa panas di tenggorokan.

Bila disertai keluhan lain, perlu penanganan ekstra untuk mencegah terjadinya gejala yang lebih parah. Inilah cara yang perlu anda lakukan bila anak anda mengalami gangguan pada tenggorokan.

  • Air hangat
    Air hangat menjadi pilihan pertama untuk membuat tenggorokan anak menjadi nyaman. Minum air yang banyak dapat membantu mengurangi rasa sakit. Cairan tubuh yang tidak cukup dapat membuat peradangan memburuk. Terapi air hangat cocok pada radang dari segala penyebab, contoh nya adalah akibat alergi.

  • Kumur air garam
    Kumur air garam dapat membantu untuk membilas bakteri sehingga mengurangi pembengkakan pada radang dan mengurangi lendir atau dahak di tenggorokan. Campur 1 sendok teh garam ke dalam air hangat lalu kumur di sekitar tenggorokan selama beberapa detik, lalu dibuang.

  • Madu
    Mencampurkan madu ke dalam air hangat juga menjadi terapi untuk mengurangi radang. Madu berperan sebagai antimikroba dengan membersihkan bakteri di tenggorokan.

  • Lemon
    Lemon membantu mengurangi pembengkakan pada daerah yang radang dengan membunuh virus dan bakteri sebagai agen penyebab.

  • Obat-obatan
    Selain terapi rumahan, obat-obatan penting untuk memberikan penanganan maksimal dalam menyembuhkan radang tenggorokan atau yang juga disertai gejala lain. Obat-obatan yang dapat digunakan sebagai berikut:
  • Obat pereda nyeri, contohnya asetaminofen, ibuprofen, parasetamol. Jangan berikan aspirin pada anak-anak karena dapat menyebabkan reye’s syndrome

  • Jika radang disertai dengan iritasi atau gatal pada tenggorokan, dapat diberikan loratadin atau cetrizin untuk mengurangi gatal.

Pemakaian antibiotik harus dipastikan apakah inflamasi pada tenggorokan diakibatkan oleh bakteri. Antibiotik tidak akan memiliki efek pada radang akibat infeksi virus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk Ibu dan Anak via HonestDocs

Obat Batuk Pei Pa Koa dapat membantu meredakan batuk berdahak, sakit tenggorokan, melegakan sakit tenggorokan, dan memelihara kesehatan paru-paru. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Obat batuk ibu anak pei pa koa 75 ml 1

Baca juga: Ciri-Ciri dan Gejala Radang Tenggorokan Yang Harus Diwaspadai

Cara pencegahan

Untuk mencegah radang tenggorokan pada balita, perlu lingkungan dan kebiasaan yang bersih agar dapat mengurangi transmisi infeksi atau alergi ke dalam tubuh balita.

Biasakan mencuci tangan anak sebelum makan karena anak sangat suka memegang benda-benda disekitarnya dan ditakutkan infeksi terdebut akan masuk ke dalam tubuh si anak. 

Perlu penjagaan ekstra bila anda membawa balita anda keluar rumah karena dipastikan paparan infeksi atau alergi lebih banyak di luar rumah. Jangan sampai anak terpapar polusi, asap rokok, dan bahan kimia lain karena dapat memperburuk sistem pernapasan anak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit