Begini Proses Penyembuhan Luka dari Awal Sampai Sembuh

Dipublish tanggal: Des 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Begini Proses Penyembuhan Luka dari Awal Sampai Sembuh

Setiap orang pasti pernah mengalami luka dalam hidupnya, baik itu luka ringan maupun luka berat. Cepat atau lambatnya proses penyembuhan luka tergantung dari seberapa luas dan tingkat keparahan luka. Luka ringan seperti sayatan tentu bisa disembuhkan dengan cepat. Sementara luka yang cukup dalam dan luas bisa jadi membutuhkan tindakan medis.

Jenis-jenis luka

Luka adalah rusaknya jaringan yang terdapat di kulit hingga menimbulkan celah. Kulit sendiri merupakan bagian penting dari tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai mikroba seperti virus, jamur, maupun bakteri

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Ini artinya, kulit merupakan benteng pertahanan utama yang mencegah infeksi. Jika kulit terluka, maka kuman bisa dengan mudah masuk ke dalam kulit lalu menimbulkan infeksi berbahaya. 

Luka terdiri dari berbagai macam bentuk, seperti luka tusukan, sayatan, baret, dan luka bakar. Bekas jahitan setelah operasi juga termasuk kategori luka. Penyebab luka yang paling sering terjadi adalah luka terkena air panas, jatuh, terkena benda tajam, atau karena kecelakaan. 

Proses penyembuhan luka 

Luka bisa sembuh dengan sendirinya jika tergolong ringan dan cepat ditangani dengan perawatan rumahan. Sementara luka yang tergolong dalam dan luas biasanya membutuhkan tindakan medis untuk mencegah infeksi pada tubuh.

Luka terbuka yang ringan biasanya akan mengalami perdarahan sebentar dan berhenti sekitar 10 menit. Secara perlahan, luka yang semula terbuka akan segera menutup dan sembuh seperti sedia kala.

Proses penyembuhan luka terdiri dari beberapa tahap, yakni:

1. Tahap peradangan 

Proses penyembuhan luka paling awal disebut tahap peradangan. Pembuluh darah akan menyempit untuk menghentikan pembuluh darah. Hal ini dipengaruhi oleh peran trombosit yang bertugas menggumpalkan darah di area kulit yang terluka.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Setelah pembekuan darah selesai, pembuluh darah kemudian akan kembali melebar untuk mengalirkan darah ke area yang luka. Hal inilah yang menyebabkan luka terasa hangat serta kulit tampak membengkak.

Selanjutnya, sel darah putih akan mengalir menuju tempat luka untuk menghancurkan bakteri atau mikroba lainnya. Proses ini merupakan upaya tubuh dalam mencegah risiko infeksi akibat luka terbuka.

Sel darah putih juga mulai memperbaiki jaringan yang rusak. Secara bersamaan, sel-sel kulit baru akan mulai menutup area luka.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Mempercepat Penyembuhan Luka

2. Tahap fibroblastik

Setelah beberapa hari, kulit yang awalnya terluka mulai tertutup oleh jaringan parut. Hal ini termasuk proses penyembuhan luka dimana kolagen sudah mulai tumbuh di dalam luka.

Kolagen adalah serat protein yang memberikan kekuatan pada kulit. Adanya kolagen ini akan mendorong tepi luka untuk menutup dan menyusut. Selanjutnya, kapiler mulai terbentuk di permukaan luka dan menyuplai darah untuk kulit yang baru saja terbentuk.

3. Tahap pematangan 

Produksi kolagen akan terus meningkat sehingga jaringan yang rusak perlahan-lahan kembali pulih. Tahap pematangan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa bekas luka sulit untuk memudar. 

Baca Selengkapnya: Tanda Bahwa Proses Penyembuhan Luka Berhasil Atau Tidak

Cepat atau lambatnya proses penyembuhan luka bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung letak dan kondisi luka itu sendiri. Semakin dalam, besar, dan parah kondisi luka, maka proses penyembuhannya tentu juga akan semakin lama. Bila Anda mengalami luka serius dan perdarahan yang tak kunjung berhenti, maka segera konsultasikan ke dokter guna mencegah risiko infeksi.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wallace HA, et al. (2019). Wound healing phases. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470443/)
University of Rochester Medical Center. How wounds heal. (https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=134&ContentID=143)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Tanda bahwa Proses Penyembuhan Luka Berhasil atau Tidak
Tanda bahwa Proses Penyembuhan Luka Berhasil atau Tidak

Setiap luka melewati beberapa tahap penyembuhan. Luka kecil dan goresan biasanya sembuh lebih cepat dari luka besar seperti luka bakar, luka koreng, dan luka operasi. Cari tanda-tanda di bawah ini untuk memastikan luka Anda sembuh dengan benar:

Apakah Luka yang Terbuka Boleh Kena Air?
Apakah Luka yang Terbuka Boleh Kena Air?

Air menyebabkan kulit membengkak yang dapat menghambat proses penyembuhan luka. Selain itu, mungkin ada bakteri yang terkontaminasi atau agen bakteri lain di dalam air sehingga luka bisa terinfeksi.

Buka di app