Posisi Seks Terbaik Saat Hamil Agar Tetap Aman, Nyaman, dan Menggairahkan

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Posisi Seks Terbaik Saat Hamil Agar Tetap Aman, Nyaman, dan Menggairahkan

Melakukan hubungan intim adalah bagian penting dalam kehidupan suami istri. Akan tetapi, tidak sedikit pasutri yang memutuskan 'puasa' seks karena takut akan membahayakan janin. Padahal, seks saat hamil itu sebetulnya aman kok, asalkan tepat memilih posisi bercinta agar Anda dan pasangan tetap merasakan kenyamanan. Memangnya, apa saja posisi seks saat hamil yang aman? Psst.. Intip rahasianya berikut ini!

Posisi seks saat hamil yang aman dan menggairahkan

Ukuran perut yang terus membesar bukanlah penghalang untuk berhubungan intim dengan pasangan. Rutinitas bercinta juga tidak akan menyakiti bayi dalam kandungan, seperti yang dikhawatirkan selama ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Bayi dikelilingi oleh cairan ketuban dan otot-otot rahim yang kuat. Hubungan seks tidak akan membahayakan si calon buah hati selama Anda tidak mengalami komplikasi, seperti masalah plasenta atau berisiko melahirkan prematur.

Berikut ini berbagai posisi seks saat hamil yang bisa Anda coba malam ini, di antaranya:

1. Misionaris

Cocok untuk: trimester 1 dan awal trimester 2

Mencoba posisi seks misionaris saat hamil boleh saja dilakukan, terutama pada awal-awal kehamilan. Selama ukuran perut belum terlalu besar, seks misionaris akan tetap terasa nyaman bagi Anda dan pasangan.

Dengan posisi wanita berbaring di bawah dan pria melakukan penetrasi dari depan, Anda dan pasangan bisa berhubungan intim sembari bertatapan mesra. Anda berdua juga bisa saling merangsang titik-titik sensitif pada tubuh untuk menambah gairah di ranjang.

Namun apabila kehamilan Anda sudah lebih dari 20 minggu, sebaiknya hindari posisi seks saat hamil yang satu ini. Saat berbaring telentang, ukuran rahim yang membesar akan menekan pembuluh utama tubuh (vena cava) dan mengurangi aliran darah ke janin.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Selain berbahaya bagi janin, posisi misionaris juga bisa membuat ibu merasa pusing dan kehabisan napas karena menahan bobot tubuhnya.

2. Doggy style

Cocok untuk: trimester 1 dan awal trimester 2

Selain berhadapan, bercinta dengan memunggungi pasangan juga tak kalah menggairahkan, lho! Posisi merangkak alias doggy style dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan kandung kemih, sehingga ibu hamil merasa lebih nyaman.

Posisikan tubuh Anda seperti merangkak dengan bertumpu pada kedua lutut dan siku atau tangan, sedangkan prianya melakukan penetrasi dari belakang. Anda juga bisa menggunakan bantal, selimut, atau handuk yang digulung agar tangan Anda terasa nyaman saat menumpu.

Dengan posisi seks ini, pria dapat mengatur sendiri kedalaman penetrasinya. Lakukan dengan ritme serileks mungkin agar ibu hamil merasa nyaman saat bercinta.

Baca Selengkapnya: 9 Fakta Unik Posisi Doggy Style

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

3. Woman on top

Cocok untuk: semua usia kehamilan, terutama trimester 1 dan trimester 2

Perubahan hormon saat hamil biasanya membuat wanita jadi lebih bergairah selama kehamilan. Nah, ini bisa jadi saat yang tepat bagi Anda untuk melakukan manuver woman-on-top ketika bercinta dengan pasangan.

Dengan posisi seks ini, wanita cenderung lebih dominan untuk memegang kendali saat bercinta. Anda bisa mengatur sendiri kedalaman dan kecepatan penetrasi yang membuat Anda nyaman. Bahkan menurut sebuah penelitian oleh para ahli asal Taiwan, posisi woman-on-top dapat membuat situasi di ranjang jadi lebih menggairahkan.

Pria bisa sambil berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi maupun sofa, kemudian wanitanya berada di pangkuan pria sambil berhadapan. Posisi seks saat hamil ini juga bisa membuat Anda dan pasangan lebih mudah bertatapan dan merangsang area sensitif satu sama lain, termasuk klitoris untuk membantu mencapai orgasme.

Baca Juga: 8 Trik Agar Wanita Mudah Mencapai Orgasme

Agar lebih nyaman dan tidak jatuh, Anda bisa bersandar dan menumpu pada kedua tangan di belakang. Lebih mudahnya lagi, peluk pasangan Anda dengan erat atau pegang bahunya guna mengatur keseimbangan.

4. Spooning

Cocok untuk: semua usia kehamilan, terutama trimester 3

Bosan dengan posisi seks saat hamil yang itu-itu aja? Cobalah posisi spooning untuk bercinta malam ini.

Posisi ini dilakukan dengan cara wanita berbaring menyamping memunggungi pasangan di belakangnya, kemudian penetrasi vagina dilakukan lewat belakang. Posisi ini tidak akan memberikan banyak tekanan pada perut sehingga terasa aman dan nyaman bagi Anda berdua.

Sembari bercinta, pasangan bisa merangsang klitoris wanita agar mencapai orgasme yang memuaskan. Anda dan pasangan pun bisa bisa terus saling berpelukan agar semakin intim di ranjang.

Dari semua posisi seks saat hamil, spooning merupakan manuver terbaik dan aman dilakukan meski kehamilan memasuki trimester akhir.

5. Side-by-side

Cocok untuk: semua usia kehamilan

Posisi ini mirip seperti spooning, tapi bedanya posisi side-by-side membuat Anda dan pasangan saling berhadapan ketika bercinta. Gaya bercinta side-by-side dilakukan dengan cara menyilangkan kaki satu sama lain, kemudian melakukan penetrasi lewat depan.

Atur kedalaman dan kecepatan penetrasi agar ibu hamil tetap merasa nyaman saat bercinta. Perut buncit Anda tidak akan tertekan, terasa lebih nyaman, dan tidak mengeluarkan banyak energi. Anda berdua bisa saling bertatapan hingga bercumbu mesra guna memanaskan aktivitas di ranjang malam ini.

Kapan harus berhenti berhubungan seks saat hamil?

Stimulasi puting, orgasme, dan hormon prostaglandin dari semen dapat menyebabkan kontraksi. Hal ini perlu diwaspadai bagi Anda yang ingin berhubungan seks saat hamil, terutama di trimester ketiga.

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda segera menghentikan hubungan seks saat hamil, di antaranya:

  • Mengalami perdarahan vagina
  • Cairan ketuban menipis
  • Leher rahim membuka dan menipis sebelum waktunya (inkompeten serviks)
  • Plasenta previa, yaitu kondisi saat sebagian atau seluruh plasenta menutupi jalan lahir
  • Punya riwayat melahirkan prematur

Bila Anda mengalami salah satu kondisi tersebut, jangan dulu berkecil hati. Tanpa penetrasi pun, Anda masih bisa kelonan, bercumbu, atau memijat satu sama lain untuk membangkitkan kepuasan seksual. Yang terpenting, selalu konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan ketidaknyamanan tertentu ketika berhubungan seks saat hamil.

Baca Selengkapnya: 5 Tips Berhubungan Seksual Setelah Operasi Caesar

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Rados SN, et al. (2014). Sexuality during pregnancy: What is important for sexual satisfaction in expectant fathers? DOI: (https://doi.org/10.1080/0092623X.2014.889054)
Mayo Clinic Staff. (2018). Sex during pregnancy: What’s OK, what’s not. (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318)
Lyager A. (2013). Sex-induced air embolism in women. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24629465)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app