Panduan Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Panduan Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Banyak kasus pasien serangan jantung terlambat mendapatkan pertolongan dan pada akhirnya meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Padahal, memberikan pertolongan pertama pada serangan jantung dapat membantu mengurangi risiko kerusakan jantung dan meningkatkan harapan hidup pasien. 

Kenali gejala serangan jantung dengan cepat

Serangan jantung sendiri merupakan kondisi medis darurat dimana aliran darah yang membawa oksigen ke jantung berhenti mendadak. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat memicu kerusakan otot jantung bahkan sampai kematian. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Gejala serangan jantung pada setiap orang berbeda-beda. Hal ini tergantung dari usia, jenis kealmin, tingkat keparahan penyakit, hingga riwayat diabetes pada pasien.

Sejumlah tanda dan gejala serangan jantung adalah:

  • Dada terasa nyeri dan tertekan, menyebabkan sesak napas yang datang dan pergi
  • Nyeri dada menjalar sampai lengan, pundak kiri, punggung, leher, rahang, tulang dada, dan tubuh bagian atas
  • Mual dan muntah
  • Nyeri ulu hati dan gangguan pencernaan
  • Lemas dan pusing
  • Keringat dingin keluar banyak
  • Sesak napas
  • Detak jantung menjadi cepat dan tidak beraturan
  • Perubahan kondisi mental

Baca Selengkapnya: Waspadai Tanda-Tanda Serangan Jantung Berikut

Langkah-langkah pertolongan pertama pada serangan jantung

Ketika terjadi serangan jantung, maka artinya Anda sedang berpacu pada waktu. Semakin cepat Anda melakukan pertolongan pertama pada serangan jantung, maka semakin besar pula peluang Anda menyelamatkan nyawa korban. 

Sayangnya, rata-rata pasien maupun calon penolong justru memutuskan untuk menunggu sekitar 3 jam atau lebih dari munculnya serangan tanpa melakukan apa-apa. Setelah itu, barulah memutuskan untuk mencari pertolongan medis.

Padahal, mengulur-ngulur waktu justru bisa membuat kerusakan jantung terus berjalan. Alih-alih menyelamatkan, hal ini malah bisa memperparah kondisi pasien.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada penderita serangan jantung agar nyawa pasien bisa diselamatkan. Berikut panduan lengkapnya:

  • Posisikan pasien untuk berbaring di lantai atau di mana pun agar tidak terjadi risiko cedera ketika pingsan.
  • Longgarkan semua pakaian yang dikenakan pasien, mulai dari kancing baju, sabuk, hingga lingkar celana.
  • Jika pasien mempunyai obat nitrogliserin dari dokter, segera berikan padanya dengan meletakkan tablet tersebut di bawah lidah.
  • Jika pasien memiliki riwayat pendarahan atau alergi, berikan aspirin 325 mg untuk dikunyah.
  • Hindari memberikan apa pun melalui mulut kecuali nitrogliserin dan obat resep dokter lainnya yang harus diberikan melalui mulut.
  • Hubungi UGD atau rumah sakit terdekat.
  • Lakukan RJP atau resusitasi jantung paru setelah menghubungi UGD ketika pasien tidak sadar dan tidak merespon.
  • Lakukan RJP selama satu menit sebelum menghubungi UGD jika pasien adalah golongan balita atau anak-anak.
  • Cari bantuan terdekat dengan tidak meninggalkan pasien sendirian.
  • Memberikan persuasi positif sambil menunggu ambulans datang.
  • Jangan membohongi pasien dengan mengatakan bahwa gejala tersebut adalah gejala biasa, katakan sejujurnya namun dengan memberikan persuasi positif agar keadaan mental pasien tidak putus asa.
  • Jangan menunggu sampai gejala lain muncul untuk memanggil bantuan.
  • Dalam waktu 90-120 menit atau 2 jam setelah muncul gejala, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan.

Baca Selengkapnya: Panduan Lengkap CPR Atau Resusitasi Jantung Paru

Ketika sampai di UGD, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan meliputi:

  • Tes darah untuk memantau enzim jantung
  • Rontgen dada
  • Elektrogardiogram (EKG) untuk mengetahui penyebab nyeri dada
  • Percutaneous coronary intervention atau angioplasti untuk memperbaiki aliran darah jantung

Agar serangan jantung tak mudah kambuh, penderita sakit jantung harus terus menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat, menghindari minuman beralkohol, menjaga berat badan ideal, dan rajin olahraga.

Selain itu, lakukan cek gula darah dan tekanan darah secara rutin. Pastikan nilainya tetap dalam batas normal agar tidak memicu serangan jantung cepat kambuh. 

Baca Selengkapnya: Punya Masalah Jantung di Usia Muda Seperti BJ Habibie? Ini Tips Sehatnya

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app