Kenali Rubella Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 586.627 orang

Definisi pada penyakit Rubella

Rubella adalah infeksi virus yang menyebabkan kemerahan pada tubuh. Orang yang terinfeksi rubella akan merasakan demam dangt;pembengkakan kelenjar limpa. Infeksi inigt;dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui air liur, baik dari batuk, makanan atau bersin. Penderita umumnya berumur 5 hingga 9 tahun, tapi juga bisa terjadi pada usia dewasa. 

Rubella bersifat infeksi yang ringan, akan hilang setelah seminggu bahkan tanpa perawatan. Orang yang terjangkit rubella dianggap berbahaya sejak minggu ia terinfeksi sampai minggu sebelum kemerahan muncul hingga sekitar dua minggu setelah kemerahan menghilang. Akan tetapi, rubella merupakan kondisi serius pada ibu hamil, karena dapat menyebabkan sindrom rubella turunan pada janin. 

Sindrom rubella turunan dapat mengganggu perkembangan bayi dan menyebabkan kecacatan pada bayi, seperti ketidaknormalan pada jantung, tuli dan kerusakan otak. Segera dapatkan perawatan apabila terinfeksi rubella pada masa kehamilan.

Gejala pada penyakit Rubella

Tanda dan gejala rubella biasanya kurang dapat terlihat, terutama pada anak-anak. Jika tanda dan gejala benar-benar terjadi, biasanya akan muncul antara dua hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Biasanya akan berakhir dalam lima hari dan memiliki gejala berikut:

  • Demam kira-kita 38,9 ºC
  • Sakit kepala
  • Hidung meler
  • Mata merah
  • Pembesaran kelenjar limpa di dasar tulang tengkorak, dibelakang leher dan di belakang telinga
  • Kemerahan mula-mula pada wajah dan secara cepat menyebar ke tungkai, kemudian tangan dan kaki, sebelum menghilang secara berkala
  • Rasa nyeri pada sendi, terutama pada wanita
  • Rasa nyeri pada otot

Pada kasus yang sangat jarang, rubella dapat menyebabkan infeksi telinga dan pembengkakan otak. Hubungi dokter segera bila diketahui gejala berikut saat atau setelah infeksi rubella:

  • Sakit kepala yang berkepanjangan
  • Sakit telinga
  • Leher yang terasa kaku

Diagnosa penyakit Rubella

Rubella memiliki kenampakan yang sama dengan virus lain yang menyebabkan kemerahan pada kulit. Dokter akan mengonfirmasi diagnosa dengan tes darah. Dengan melakukan tes darah, dapat diketahui kehadiran beberapa tipe antibodi rubella yang berada di dalam darah. 

Antibodi adalah protein yang mengenali dan menghancurkan substansi berbahaya dalam tubuh, seperti virus dan bakteri. Hasil tes darah akan menunjukkan apakah pasien tersebut sedang mengidap virus atau imun terhadap virus tersebut.

Perbedaan dan Persamaan antara Campak dengan Rubella

  • Campak biasanya menyebabkan kemerahan yang berwarna merah cerah dan dapat terjadi di mulut, tetapi rubella berwarna merah muda
  • Batuk dan bersin sama-sama dapat menularkan kedua virus
  • Rubella tidak seberbahaya campak
  • Masa inkubasi campak sekitar satu hingga dua minggu, tetapi rubella memiliki masa inkubasi dua hingga tiga minggu
  • Campak dapat menyebabkan komplikasi yang fatal, sedangkan rubella hanya fatal bila terjadi pada masa kehamilan
  • Campak biasanya menyebabkan demam mencapai 40 ºC, sedangkan rubella hanya menyebabkan demam sekitar 38,3 ºC

Pencegahan terjadinya penyakit Rubella

Vaksin rubella biasanya diberikan sebagai inokulasi campak-gondong-rubella (measles-mumps-rubella (MMR)), yang mengandung tiap vaksin yang paling aman dan paling efektif. Dokter menyarankan agar anak-anak diberi MMR di antara umur 12 hingga 15 bulan dan diberi lagi di antara umut 4 hingga 6 tahun, terutama pada anak perempuan. Adapun efek samping dari vaksin ini hampir tidak ada.

Orang-orang yang masih dalam keadaan sakit harus menunggu hingga sembuh sebelum bisa mendapatkan vaksinasi. Adapun orang-orang yang tidak memerlukan vaksin MMR antara lain:

  • Orang-orang yang pada pengecekan darah telah imun terhadap campak, gondongan dan rubella
  • Orang-orang yang lahir sebelum tahun 1957
  • Orang-orang yang telah mengambil dua dosis MMR atau satu dosis MMR ditambah dengan satu dosis vaksin campak
  • Orang-orang yang telah mengambil satu dosis MMR dan tidak pada kondisi berisiko tinggi terhadap campak atau gondongan
  • Wanita hamil atau orang-orang yang berencana hamil dalam waktu 4 minggu ke depan
  • Orang-orang dengan imunitas tubuh rendah

Pengobatan pada penyakit Rubella

Pengobatan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Beristirahat yang cukup
  • Meminum asetaminofen (Tylenon, dsb) untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat deman dan sakit kepala
  • Memberitahu orang terdekat—terutama untuk ibu hamil—tentang diagnosa jika memang telah terinfeksi rubella
  • Menghindari orang-orang yang memiliki kondisi yang memperburuk sistem imun
  • Memberitahukan kepada pihak sekolah anak atau penyedia kesehatan anak bahwa anak memiliki rubella

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit