Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Kanker Serviks - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: SEP 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.097.342 orang

Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti pada wanita zaman sekarang. Kanker serviks. Penyakit ini tumbuh secara ganas akibat perubahan sel-sel serviks yang tidak normal di daerah serviks. Sel-sel tersebut akan merusak jaringan yang normal pada serviks hingga memicu pembentukan kanker dan banyak membunuh banyak wanita dewasa

Menurut kementrian kesehatan Indonesia, kanker serviks telah menjadi penyakit urutan kedua dari 10 tipe kanker yang sering terjadi di Indonesia. Kanker Serviks biasanya timbul mulai usia 30 tahun. 

Kita tentunya perlu mengenali gejala apa saja yang timbul untuk memberikan sinyal pada kita apakah ini merupakan gejala dari kanker serviks, dan apa yang perlu dilakukan segera. Sebelum kita mengenal lebih dalam tentang gejala yang timbul , simak penjelasan mengenai kanker serviks.

Mengenai Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi akibat infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) tipe 16 dan 18. Virus HPV menular melalui kontak kulit atau akibat kegiatan seksual. Selain virus, merokok menjadi faktor resiko munculnya penyakit kanker serviks. Wanita perokok beresiko dua kali menderita kanker serviks.

Sebelum menjadi kanker, akan muncul abnormalitas sel di permukaan serviks. Abnormalitas tersebut dinamakan CIN atau Cervical Intraepithelial Neoplasia. Ini merupakan kondisi pra kanker yang terjadi akibat abnormalitas sel skuamosa di permukaan serviks. 

Biasanya seseorang belum merasakan gejala apapun sampai dokter memeriksanya dengan bantuan screening. CIN sendiri dibagi menjadi 3, CIN 1 terjadi pada sepertiga lapisan luar serviks. Ini akan menyebabkan kanker serviks di kemudian hari. CIN 2 terjadi pada lapisan yang lebih dalam. Sedangkan CIN 3 terjadi pada seluruh permukaan serviks dan menyebabkan pertumbuhan sel kanker

Berdasarkan klasifikasi FIGO (International Federation of Gynaecology and Obstetrics), kanker dibagi menjadi 4 stadium yaitu:

  1. Kanker stadium I: Hanya menyerang serviks
  2. Kanker stadium II: Menginvasi permukaan dekat uterus, tanpa mengenai dinding serviks
  3. Kanker stadium III: Mengenai dinding serviks hingga 1/3 bawah vagina, menyebabkan kerusakan ginjal
  4. Kanker stadium IV: Meluas ke pelvis melibatkan kandung kemih dan organ sekitar. 

Gejala Kanker serviks

Sebagai seorang wanita, kelainan yang terjadi terutama pada daerah rahim tidak boleh dianggap remeh. Terlebih pada wanita berusia 30 tahun keatas dengan pemeriksaan rutin kanker serviks yang minim. Ini merupakan kondisi medis yang perlu diperhatikan. Berikut gejal kanker serviks yang sering terjadi.

  • Pendarahan dan Keputihan yang Abnormal

Gejala umum yang muncul adalah pendarahan yang dengan atau tanpa keputihan. Pendarahan terjadi pada saat kontak seksual seperti saat atau setelah berhubungan intim.  Kondisi lain yang berkaitan dengan pendarahan abnormal yaitu pendarahan banyak saat menstruasi dan pendarahan paska menopause.

  • Rasa Nyeri

Rasa nyeri biasa terjadi saat berhubungan intim. Beberapa wanit juga mengalami rasa nyeri di sekitar pinggang.

  • Kelelahan
  • Cairan yang keluar dari vagina

Kelainan yang sering terjadi adalah keluarnya cairan yang pekat dan berbau busuk dari vagina.

  • Bengkak pada Kaki

Gejala umum yang muncul adalah pendarahan yang dengan atau tanpa keputihan. Pendarahan terjadi pada saat kontak seksual seperti saat atau setelah berhubungan intim.  Kondisi lain yang berkaitan dengan pendarahan abnormal yaitu pendarahan banyak saat menstruasi dan pendarahan paska menopause.

Rasa nyeri biasa terjadi saat berhubungan intim. Beberapa wanit juga mengalami rasa nyeri di sekitar pinggang.

Kelainan yang sering terjadi adalah keluarnya cairan yang pekat dan berbau busuk dari vagina.

Diagnosa Kanker Serviks

Terdapat beberapa cara dokter untuk melakukan diagnosa pada seseorang dengan kanker serviks.

  1. Pap smear
  2. Kolposkopi
  3. Biopsi
  4. Cone biopsy
  5. Pemeriksaan Lainnya
  1. Tes ini dilakukan untuk melihat kelainan pra kanker pada sel-sel permukaan serviks. Dokter mengambil usapan dari serviks dan sampel di tempelkan di glass slide agar dapat dilihat di mikroskop.
  2. Kolposkopi dilakukan bila hasil pap smear ditemukan sel abnormal. Dokter melakukan kolposkopi dengan memasukkan alat bernama kolposkop melalui lubang vagina dengan bantuan speulum. Kolposkop berbentuk lensa untuk melihat permukaan serviks yang lebih dekat dan jelas. Dokter akan menaruk asam asetat untuk melihat perwarnaan pada sel yang abnormal.
  3. Sel abnormal dijadikan sampel untuk dilakukan pengecekan denan mikroskop. Teknik pengambilan sampel disebut dengan biopsi servikal atau vagina. Dokter memberikan anestesi lokal sebelum melakukan biopsi terutama pada biopsi vagina.
  4. Bila telah ditemukan abnormalitas sel yang cukup luas, maka perlu dilakukan cone biopsy. Cone biopsy dilakukan dengan membuang jaringan serviks yang lebih luas dan dalam.
  5. Pemeriksaan lainnya yang dilakukan adalah tes darah lengkap, MRI, CT, dan PET Scan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat apakah ada organ atau struktur lain didalam tubuh yang melibatkan gejala seperti pada kanker serviks.

Dengan mengenali pengertian dan gejala kanker serviks maka anda dapat memberikan perhatian lebih dalam memastikan suatu penyakit. Segera periksa ke dokter bila menemukan gejala tersebut agar dapat diberikan pemeriksaan secara dini dan sesuai. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit