Penyakit Gusi Dapat Meningkatkan Risiko Wanita Tidak Subur ?

Dipublish tanggal: Agu 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyakit Gusi Dapat Meningkatkan Risiko Wanita Tidak Subur ?

Bagi Anda khususnya para wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengunjungi dokter gigi. 

Tujuannya yaitu untuk mengecek bagaimana kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda. Hal ini perlu dilakukan karena mengingat bahwa penyakit gusi ternyata dapat meningkatkan resiko wanita menjadi tidak subur yang nantinya akan menyebabkan Anda mengalami kesulitan untuk hamil. Apa penyebabnya bisa terjadi demikian ? 

Mari simak ulasannya dengan lebih lengkap di bawah ini.

Penyakit gusi ternyata berpotensi menyebabkan wanita tidak subur

Sebuah studi mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan setelah dilakukannya penelitian terhadap lebih dari 3.000 wanita hamil yang berada di Australia. 

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa ternyata penyakit gusi bisa berdampak pada kesuburan reproduksi wanita yaitu dapat meningkatkan resiko wanita menjadi tidak subur, selain itu bahkan juga dapat memperlambat peluang terjadinya pembuahan sampai 2 bulan.

Pada penelitian ini, para partisipan wanita yang menderita penyakit gusi sampai harus menunggu selama sekitar 7 bulan hingga 1 tahun untuk bisa hamil. 

Sedangkan, diketahui rata-rata wanita yang tidak menderita penyakit gigi dan mulut umumnya hanya harus menunggu selama 5 bulan supaya bisa hamil.

Namun, penting untuk Anda tahu juga bahwa meningkatnya risiko ini hanya terjadi pada para wanita ras non-Kaukasia. Ini karena studi penelitian dilakukan pada wanita dengan latar belakang Asia.

Jadi, etnis/ras ternyata juga turut berperan dalam faktor penyebabnya selain adanya penyakit gusi serta faktor genetik. 

Kemudian, faktor penyebab lainnya adalah dari sisi imunologis, dimana para ilmuwan berpendapat bahwa para wanita yang berlatar belakang Asia, sistem kekebalan tubuhnya lebih lemah terhadap penyakit gusi. 

Itulah yang kemudian menyebabkan wanita Asia lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan lain karena penyakit gusi.

Bagaimana penjelasan penyakit gusi mempengaruhi tingkat kesuburan wanita ?

Ada beberapa teori yang mendukung mengenai anggapan bahwa penyakit gusi berpengaruh terhadap tingkat kesuburan wanita. Walaupun sebenarnya hubungan langsung kedua hal tersebut belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa sistem imunitas atau kekebalan tubuh juga turut berperan dalam kasus ini. 

Penyakit gusi yang terjadi pada seseorang, khususnya wanita akan menjadikan sistem kekebalan tubuhnya terlalu reaktif. Bisa pula kebalikannya, karena hal itulah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa para wanita yang sistem kekebalan tubuhnya terlalu reaktif diketahui risiko ketidaksuburan, keguguran dan kegagalan implantasi embrio ketika proses bayi tabung, mengalami peningkatan.

Tidak suburnya wanita disebabkan oleh, terutama endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS), serta berhubungan dengan peningkatan resiko penyakit gusi.

Penelitian yang melibatkan >4.000 partisipan wanita, para wanita dengan gangguan endometriosis diketahui 57% lebih beresiko terserang radang gusi daripada mereka yang tanpa endometriosis.

Dalam penelitian lain juga ditemukan bahwa wanita yang mengalami PCOS lebih cenderung terkena gingivitis daripada mereka yang tidak mengalami PCOS.

Inilah yang harus Anda lakukan guna menjaga kesehatan gigi serta mulut

Resiko terjadinya penyakit gusi tergantung dari berbagai penyebabnya, seperti faktor genetika, penyakit tertentu dan bagaimana kebiasaan dalam menjaga kebersihan gigi serta mulut Anda. 

Faktor genetika merupakan hal absolut yang tak dapat diubah, namun faktor lain seperti kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat diubah menjadi lebih baik guna mengurangi resiko terkena penyakit gusi.

Untuk mengurangi resiko serangan penyakit gusi, menjaga kesehatan gigi dan mulut dan mungkin upaya untuk meningkatkan kesuburan Anda, lakukanlah hal-hal di bawah ini :

  • Sikatlah gigi Anda minimal 2 kali dalam sehari, di pagi dan malam hari sebelum tidur, menggunakan pasta gigi ber-fluoride;
  • Jangan menyikat gigi dengan menekannya terlalu keras, karena dapat merusak gusi, mengikis enamel gigi dan akan memicu gigi menjadi lebih sensitif;
  • Lakukanlah flossing gigi minimal 1 kali dalam sehari;
  • Berkumurlah menggunakan obat kumur dengan bahan antiseptik 1 atau 2 kali sehari. American Dental Association mengungkapkan bahwa penggunaan obat kumur dengan kandungan antiseptik dan antibakteri di dalamnya mampu mengurangi jumlah bakteri penyebab plak serta penyakit gusi; dan
  • Sebaiknya Anda rutin berkonsultasi ke dokter gigi minimal enam bulan sekali, tujuannya untuk membersihkan gigi serta kontrol gigi menyeluruh.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Does gum disease delay conception?. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/news/pregnancy-and-child/does-gum-disease-delay-conception/)
Can Dental Hygiene Affect Your Fertility?. Verywell Family. (https://www.verywellfamily.com/can-dental-hygiene-affect-fertility-4136661)
Women's Fertility Linked To Oral Health. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/230568)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app