Anemia : Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 954.136 orang

Anemia, begitu kamu mendengar nama Anemia, apa yang terlintas di dalam pikiranmu? Ya, anemia ialah penyakit yang erat hubungannya dengan kekurangan darah dalam tubuh manusia.  Namun tahukah kamu mengenai apa sebenarnya penyakit anemia?  

Penyakit Anemia memang lebih banyak menyerang kaum wanita. Umumnya sebagian besar dari kaum wanita pengidap penyakit anemia tidak akan sadar bahwa dirinya menderita penyakit ini dikarenakan bahwa setiap bulannya, para kaum hawa ini akan mengalami menstruasi sehingga menyebabkan kadar hemoglobin atau sel darah merah dalam tubuhnya akan menurun.  

Diungkap oleh berbagai pakar kesehatan, pemeriksaan darah HB memang sangat jarang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat sehingga penyakit anemia juga telat diketahui oleh sebagian besar penderita. 

Namun bila terus didiamkan, penyakit ini akan membawa dampak serius bagi tubuh kamu. Disini akau kita bahas mengenai penyakit anemia beserta serba serbinya.

Apa itu Anemia?

Penyakit anemia adalah penyakit kekurangan sel-sel darah merah atau hemoglobin yang disebabkan oleh kurangnya kadar HB di dalam tubuh manusia atau bisa juga dikarenakan rusaknya sel darah merah di dalam tubuh. 

Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah pada darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah yang berfungsi sebagai pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, kurangnya sel-sel darah merah atau hemoglobin ini akan menyebabkan terjadi gangguan pada proses pengiriman oksigen dan membawa dampak serius pada tubuh manusia. 

Sel darah merah sendiri paling banyak diproduksi di sumsum tulang. Sumsum tulang adalah jaringan lunak di tengah tulang yang membantu membentuk semua sel darah. Sel-sel darah merah yang sehatakan bertahan antara 90 dan 120 hari. 

Bagian tubuh kemudian akan menghapus sel-sel darah tua. Sebuah hormon yang disebut erythropoietin (EPO) yang dibuat di ginjal memberikan sinyal kepada sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah

Namun bila penyakit anemia ini menyerang, umumnya penderita penyakit ini dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tambahan atau supplemen dan vitamin dari luar untuk meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh seperti makanan yang kaya akan zat besi, vitamin B2 dan vitamin B12.

Penyebab Penyakit Anemia

Penyebab Penyakit Anemia

  • Berkurangnya Zat Besi
    Kekurangan zat besi adalah penyebab utama seseorang bisa terkena anemia. Anemia disebabkan oleh kurangnya sel darah merah di dalam tubuh.  Zat besi adalah zat yang bisa memproduksi sel darah merah, oleh sebab itulah kekurangan zat besi bisa mengakibatkan produktivitas sel darah merah menjadi menurun dan menyebabkan penyakit anemia. 
  • Pendarahan
    Pendarahan yang terjadi bisa menyebabkan seseorang kehilangan darah dalam jumlah yang banyak dan dapat menyebabkan terjadi penyakit anemia. Pendarahan umumnya sering menyerang para wanita terutama yang memiliki hormon yang tidak normal.  Pendarahan juga bisa terjadi saat wanita sedang mengalami stress atau bila hormon estrogennya sedang meningkat. Tidak hanya itu saja, pendarahan juga bisa terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan. Kecelakaan biasanya akan menyebabkan seseorang mengeluarkan banyak darah dan terkena anemia.
  • Talasemia
    Talasemia adalah penyakit genetik atau keturunan yang mengakibatkan penderitanya mengalami kekurangan hemoglobin dan sel darah merah. Hal ini yang sering menyebabkan terjadinya penyakit anemia. Indonesia ialah negara termasuk dalam kelompok penderita talasemia yang tinggi.
  • Pembentukan Sel Darah Merah yang Berkurang
    Ada kalanya tubuh manusia mengalami kondisi dimana penbentukan sel darah merah berkurang sehingga jumlah Eritrosit dalam tubuh menjadi sedikit dan menyebabkan terjadinya penyakit anemia jenis aplastik.  Penghancuran sel darah merah yang berlebihan di dalam sumsum tulang belakang manusia juga akan menyebabkan umur eritrosit menjadi lebih singkat sehingga menyebabkan terjadinya penyakit anemia.
  • Operasi dan Melahirkan
    Bagi kamu yang pernah dioperasi atau bagi wanita yang sudah melahirkan, tentunya secara alamiah tubuh akan mengeluarkan banyak darah sehingga darah di dalam tubuh kamu akan berkurang.  Maka dengan itu setelah pasien selesai di operasi atau setelah para wanita melahirkan, umumnya dokter atau bidan akan memberikan obat-obatan atau supplemen dan vitamin yang mengandung zat besi dan sel darah merah sehingga dapat mengganti darah yang keluar saat operasi atau melahirkan.
  • Kekurangan vitamin
  • Penyakit kronis seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit Chron, penyakit ginjal dan lainnya.
  • Sickle cell anemia (anemia sel sabit) 
  • Anemia hemolitik
  • Riwayat anemia pada keluarga
  • Faktor lain seperti infeksi, keracunan zat kimia dan lainnya.

Gejala Anemia 

Gejala-gejala Anemia awal yang dirasakan oleh penderita pada umumnya ialah mudah merasa lelah, marah, lemah, sesak napas, pusing, tidak nafsu makan dan sakit kepala namun bila keadaan penderita sudah lebih serius akan memunculkan gejala seperti lidah sakit, kuku yang rapuh, warna kulit pucat/kekuningan dan pusing saat berdiri. 

Untuk itu penyakit anemia tidak bisa dipandang sebelah mata, Anemia yang sudah parah atau berlangsung lama dapat berdampak sangat serius bagi tubuh kamu diantaranya merusak jantung, otak, dan organ lain dalam tubuh bahkan sampai dapat menyebabkan kematian. 

Maka dengan itu jangan mengganggap sepele penyakit ini, segeralah periksakan tingkat HB darahmu ke dokter terdekat bila kamu mengalami gejala-gejala anemia seperti yang dijelaskan diatas. 

Pencegahan Anemia

Tidak semua jenis anemia dapat diobati. Akan tetapi jika anemia disebabkan oleh kekurangan vitamin dan zat besi, kondisi ini dapat dicegah dengan perubahan pola makan. Beberapa makanan yang dapat membantu mencegah anemia antara lain adalah:

  • Makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering.
  • Makanan yang kaya akan asam folat, seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau gelap, kacang hijau,sereal.
  • Makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti daging, susu, keju, sereal, dan makanan dari kedelai (tempe atau tahu).
  • Makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, merica, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Makanan-makanan tersebut dapat membantu penyerapan zat besi.

Pengobatan Anemia

Pengobatan anemia akan bergantung pada penyebab utamanya. Hal ini dikarenakan pengobatan untuk satu jenis anemia bisa berbahaya untuk anemia jenis lain.

  • Apabila anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian suplemen zat besi dan pemberian vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Apabila anemia disebabkan oleh Penyakit kronis, tidak ada penanganan khusus yang dapat diberikan. Hanya saja bila kondisi memburuk, pemberian transfusi darah atau injeksi eritropoietin dapat dilakukan.
  • Apabila anemia disebabkan oleh pendarahan, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan mengobati pendarahan tersebut serta memberikan transfusi darah dan suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin.
  • Apabila anemia disebabkan oleh anemia hemolitik, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian obat imunosupresan untuk menekan sistem imun yang merusak sel darah.
  • Apabila anemia disebabkan oleh sickle cell, penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian transfusi darah, asam folat, antibiotik, cairan dan menghindari komplikasi yang dapat terjadi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit