Pentingnya Memonitor Detak Jantung Janin Selama Kehamilan

Dipublish tanggal: Okt 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Pentingnya Memonitor Detak Jantung Janin Selama Kehamilan

Setelah mengetahui bahwa Anda sedang hamil, Anda sebagai orangtua perlu mengetahui atau menghitung berapa detak jantung janin yang masih terhitung normal. Pasalnya, normal atau tidaknya detak jantung janin dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada perkembangan bayi dalam kandungan. Seberapa penting monitoring detak jantung janin dan bagaimana melakukannya? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa pentingnya monitoring detak jantung janin?

Ada beberapa pendapat yang mengungkapkan jumlah detak jantung normal janin. Pedoman dunia internasional mangatakan bahwa denyut jantung bayi normal yang masih ada di dalam kandungan adalah 110-150 denyut per menit. Namun, sebuah penelitian lain yang dilakukan di Jerman mengatakan bahwa wajarnya, janin memiliki denyut jantung sebanyak 120-160 denyut tiap menitnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Karena perbedaan pendapat inilah, muncul urgensi pentingnya selalu memonitor atau memantau berapa detak jantung janin yang ada di dalam kandungan. Pemantauan ini dilakukan untuk mendeteksi apabila terjadi perubahan pola detak jantung selama proses persalinan.

Kalau terlalu lambat atau terlalu cepat, maka bisa saja ada masalah yang sedang dialami oleh janin, misalnya saja kekurangan oksigen.

Baca Selengkapnya: Memahami Denyut Jantung Bayi di Dalam Kandungan, Mana yang Normal dan Tidak

Cara memonitor detak jantung janin

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memonitor denyut jantung janin, yakni:

1. Auskultasi

Auskultasi adalah sebuah cara yang menggunakan bantuan stetoskop khusus. Metode ini banyak dipilih karena aman dan juga lebih sedikit rsikonya.

Melalui stetoskop, dokter bisa mendengar masalah lainnya yang mungkin sedang dialami oleh janin. Masih berkaitan dengan jantung, dokter juga bisa mendengarkan bagaimana suara jantung janin, seberapa keras jantungnya berdetak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

2. Pemantauan secara elektronik

Metode kedua yang bisa Anda pilih adalah pemantauan detak jantung secara elektronik. Dari masa kehamilan sampai kelahiran, pemantauan ini harus terus dilakukan demi kesehatan ibu dan bayi.

Ada banyak fungsi lain yang bisa dilakukan oleh alat pemantauan elektronik ini, salahs satunya untuk menghitung durasi kontraksi rahim. Jenis pemantauan ini dibagi menjadi dua pilihan, yakni pemantauan eksternal dan pemantauan internal. 

a. Pemantauan eksternal

Pemantauan eksternal dilakukan dengan alat gelombang suara atau ultrasound doppler. Fungsinya adalah untuk memeriksa apakah detak jantung janin sudah normal, masih cenderung lambat, atau sudah terlalu cepat.

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter akan menggunakan tes sabuk bersensor untuk menghitung berapa kali detak jantung janin berubah tempo dalam waktu 20 menit. Saat akan melahirkan, sang ibu juga akan diperiksa melalui alat bernama kardiotokografi atau CTG untuk mengetahui pola kontraksi rahim.

b. Pemantauan internal

Pemantauan internal dilakukan hanya setelah kantong ketuban sudah pecah. Kalau ibu ingin melakukan pemantauan ini, maka nantinya akan ada kabel yang dimasukkan ke dalam rahim melalui vagina.

Kabel tersebut nantinya akan ditempelkan di kepala janin untuk menghitung berapa detak jantungnya. Namun, cara ini masih tidak bisa dilakukan di Indonesia karena belum tersedia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Jika janin memiliki pola detak jantung yang tidak normal, bukan berarti janin tersebut memiliki kelainan atau gangguan tertentu. Akan ada pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter apabila detak jantungnya tidak normal.

Kalau dokter berhasil menemukan gangguan lain pada janin, maka baik orang tua maupun dokter harus bisa bekerja sama untuk menemukan apa penyebab dari gangguan tersebut. Kalau penyebab dari gangguan tidak bisa ditemukan atau tidak bisa diatasi, maka bayi harus dikeluarkan secara paksa melalui operasi caesar, ekstraksi vakum, atau forceps.

Dalam kondisi darurat, dokter kandungan bisa melakukan operasi caesar bila memang ibu tidak memungkinkan untuk bersalin secara normal. Banyak orang yang memilih cara ini apabila memiliki penyakit bawaan lahir atau bayinya sudah dipastikan terlalu lemah.

Kalau saat operasi caesar anak tersebut usia kandungannya masih di bawah 9 bulan, maka anak tersebut akan lahir prematur dan butuh dimasukkan di ruangan khusus.

Oleh karena itu, maka sangat penting bagi para orangtua untuk melakukan monitor detak jantung janin secara rutin. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin cepat pula penanganan yang dilakukan bila terdapat abnormalitas pada janin dalam kandungan.

Baca Juga: TTV Normal Bayi Baru Lahir, Balita, dan Anak-Anak

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Signorini, M.G. & Fanelli, Andrea & Magenes, Giovanni. (2014). Monitoring Fetal Heart Rate during Pregnancy: Contributions from Advanced Signal Processing and Wearable Technology. Computational and mathematical methods in medicine. 2014. 707581. 10.1155/2014/707581.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/260877205_Monitoring_Fetal_Heart_Rate_during_Pregnancy_Contributions_from_Advanced_Signal_Processing_and_Wearable_Technology)
What fetal heart rate monitoring can – and can’t – tell us. UT Southwestern Medical Center. (Accessed via: https://utswmed.org/medblog/fetal-heart-rate-monitor/)
Normal Fetal Heart Rate During Pregnancy. Verywell Family. (Accessed via: https://www.verywellfamily.com/what-is-a-normal-fetal-heart-rate-2758733)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app