Ini Pentingnya Memonitor Detak Jantung Janin Selama Kehamilan

Dipublish tanggal: Okt 24, 2019 Update terakhir: Mei 7, 2021 Tinjau pada Nov 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ini Pentingnya Memonitor Detak Jantung Janin Selama Kehamilan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Fungsi monitoring detak jantung janin adalah untuk mendeteksi kelainan detak jantung janin sedini mungkin dan menanganinya sejak awal.
  • Cara memonitor detak jantung janin bisa dengan 2 cara, yaitu auskultasi dengan stetoskop dan pemantauan secara elektronik.
  • Pemantauan elektronik secara eksternal menggunakan alat ultrasound doppler untuk melihat apakah detak jantung janin tergolong normal, cenderung lambat, atau terlalu cepat.
  • Pemantauan elektronik secara internal hanya dapat dilakukan setelah kantong ketuban pecah. Cara ini belum bisa dilakukan di Indonesia.
  • Jangan lewatkan jadwal pemeriksaan kandungan setiap bulan untuk memantau tumbuh kembang janin. Beli paket pemeriksaan kandungan di sini.

Setelah mengetahui bahwa Anda sedang hamil, informasi tentang jenis kelamin bayi bukanlah satu-satunya hal yang perlu diketahui. Anda sebagai calon orangtua juga perlu mengetahui atau menghitung berapa detak jantung janin yang masih terhitung normal. Pasalnya, normal atau tidaknya detak jantung janin dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada perkembangan bayi dalam kandungan. Lantas, bagaimana cara memonitor detak jantung janin?

Apa pentingnya monitoring detak jantung janin?

Ada beberapa pendapat yang mengungkapkan jumlah detak jantung normal janin. Pedoman dunia internasional mangatakan bahwa denyut jantung bayi normal yang masih ada di dalam kandungan adalah 110-150 denyut per menit. Namun, sebuah penelitian lain yang dilakukan di Jerman mengatakan bahwa wajarnya, janin memiliki denyut jantung sebanyak 120-160 denyut tiap menitnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Karena perbedaan pendapat inilah, muncul kesadaran akan pentingnya memantau detak jantung janin dalam kandungan. Tujuannya, jika ada perubahan pola detak jantung selama proses persalinan, maka hal tersebut bisa segera ditangani dengan baik. Kalau terlalu lambat atau terlalu cepat, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada janin seperti kekurangan oksigen. 

Baca selengkapnya: Memahami Denyut Jantung Bayi di Dalam Kandungan, Mana yang Normal dan Tidak

Cara memonitor detak jantung janin

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memonitor denyut jantung janin, yakni:

1. Auskultasi

Auskultasi adalah cara monitor detak jantung janin menggunakan bantuan stetoskop khusus. Metode ini banyak dipilih karena cenderung aman dan lebih sedikit risikonya.

Melalui stetoskop, dokter bisa mendengar masalah lainnya yang mungkin sedang dialami oleh janin. Masih berkaitan dengan jantung, dokter juga bisa mendengarkan pola suara jantung janin hingga seberapa keras jantungnya berdetak.

2. Pemantauan secara elektronik

Selain dengan metode auskultasi, monitor detak jantung janin juga bisa dilakukan dengan alat elektronik. Dari masa kehamilan sampai kelahiran, pemantauan ini harus terus dilakukan demi kesehatan ibu dan bayi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Ada banyak fungsi lain yang bisa dilakukan oleh alat pemantauan elektronik ini, salah satunya untuk menghitung durasi kontraksi rahim. Jenis pemantauan ini dibagi menjadi dua pilihan, yakni pemantauan eksternal dan pemantauan internal. 

a. Pemantauan eksternal

Pemantauan eksternal dilakukan dengan menggunakan alat gelombang suara atau ultrasound doppler. Alat ini berfungsi untuk memeriksa apakah detak jantung janin sudah normal, cenderung lambat, atau justru terlalu cepat.

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter akan menggunakan tes sabuk bersensor untuk menghitung berapa kali detak jantung janin berubah tempo dalam waktu 20 menit. Saat akan melahirkan, sang ibu juga akan diperiksa melalui alat bernama kardiotokografi atau CTG untuk mengetahui pola kontraksi rahim.

Baca selengkapnya: Kapan Ibu Hamil Perlu Melakukan Cardiotocography (CTG) ?

b. Pemantauan internal

Beda dengan pemantauan eksternal sebelumnya, pemantauan secara internal hanya dapat dilakukan setelah kantong ketuban pecah. Jenis pemantauan ini dilakukan dengan memasukkan kabel khusus ke dalam rahim melalui vagina.

Kabel tersebut akan ditempelkan di kepala janin untuk menghitung detak jantungnya. Namun, cara ini belum tersedia di Indonesia sehingga tidak bisa dilakukan.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Jika janin memiliki pola detak jantung yang tidak normal, belum tentu janin memiliki kelainan atau gangguan tertentu. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab detak jantung janin tidak normal. 

Jika benar ditemukan adanya gangguan pada janin, maka baik orangtua maupun dokter harus bisa bekerja sama untuk menemukan penyebab dari gangguan tersebut. Kalau penyebab dari gangguan tidak bisa ditemukan atau tidak bisa diatasi, maka bayi harus dikeluarkan secara paksa melalui operasi caesar, ekstraksi vakum, atau forceps.

Dalam kondisi darurat, dokter kandungan bisa melakukan operasi caesar bila memang ibu tidak memungkinkan untuk bersalin secara normal. Banyak orang yang memilih cara ini apabila bayi memiliki penyakit bawaan lahir atau kondisi bayi dipastikan terlalu lemah.

Oleh karena itulah, sangat penting bagi para orangtua untuk memantau detak jantung janin secara rutin. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin cepat pula penanganan yang dilakukan bila terdapat abnormalitas pada janin dalam kandungan.

Baca juga: TTV Normal Bayi Baru Lahir, Balita, dan Anak-Anak

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Signorini, M.G. & Fanelli, Andrea & Magenes, Giovanni. (2014). Monitoring Fetal Heart Rate during Pregnancy: Contributions from Advanced Signal Processing and Wearable Technology. Computational and mathematical methods in medicine. 2014. 707581. 10.1155/2014/707581.. ResearchGate. (Accessed via: https://www.researchgate.net/publication/260877205_Monitoring_Fetal_Heart_Rate_during_Pregnancy_Contributions_from_Advanced_Signal_Processing_and_Wearable_Technology)
What fetal heart rate monitoring can – and can’t – tell us. UT Southwestern Medical Center. (Accessed via: https://utswmed.org/medblog/fetal-heart-rate-monitor/)
Normal Fetal Heart Rate During Pregnancy. Verywell Family. (Accessed via: https://www.verywellfamily.com/what-is-a-normal-fetal-heart-rate-2758733)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app