GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Kesehatan Fisik

6 Pedoman Penerapan Hidup "New Normal" dari WHO

Dipublish tanggal: Mei 20, 2020 Update terakhir: Sep 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
6 Pedoman Penerapan Hidup "New Normal" dari WHO

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Dengan merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19) baik di dunia maupun di Indonesia, hampir sebagian besar masyarakat terdampak akan hal ini. Termasuk dengan pembentukan cara hidup atau kebiasaan sehari-hari yang dikenal dengan istilah ‘the new normal’.
  • Rencana pelonggaran kebijakan 'di rumah aja' yang selama ini dilaksanakan akibat virus Corona (Covid-19) mulai diperbincangkan dan menimbulkan pro kontra terkait aturan protokol kesehatan yang harus diterapkan saat memasuki kehidupan ‘the new normal’.
  • WHO memberikan 6 pedoman yang perlu diperhatikan terutama oleh pemerintah dan para petugas kesehatan sebagai acuan atau pedoman sebelum menerapkan pemberlakukan hidup the new normal di masyarakat.
  • Jika pedoman transisi yang diberikan oleh WHO tidak mampu terlaksana dengan baik, maka ada baiknya pemerintah setiap negara mempertimbangkan kembali rencana pelonggaran atau lockdown sebelum memasuki kehidupan ‘the new normal’.
  • Jaga selalu kesehatan Anda dengan minum vitamin dan suplemen yang tersedia di HDmall. Beli sekarang di sini.

Sejak mulai masuknya virus Corona (Covid-19) di Indonesia sekitar Maret lalu, masyarakat Indonesia telah beradaptasi dengan cara hidup yang baru atau dikenal dengan istilah ‘the new normal’. Di mana kegiatan bekerja, belajar, dan beribadah dilakukan di rumah termasuk saat menjalani ibadah puasa tahun 2020 ini. 

Kondisi tersebut tentu tak pernah terbayangkan sebelumnya bahkan hampir tidak pernah terjadi. Tetapi demi mencegah dan menghindari paparan virus Covid-19, anjuran kesehatan dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk menjaga jarak (physical distancing), menghindari keramaian, penggunaan masker, rajin cuci tangan, serta beberapa protokol kesehatan lainnya menjadi sangat penting untuk diterapkan oleh seluruh masyarakat.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Baca juga: 8 Tips Sehat dan Aman Beraktivitas Saat Pelonggaran PSBB

Mengapa protokol kesehatan tetap diperlukan saat memasuki new normal? 

Dengan jumlah kasus baru Covid-19 yang masih bertambah setiap harinya di Indonesia, rencana pemerintah terkait skenario ‘new normal’ untuk beraktivitas kembali yang diharapkan dapat berlangsung mulai Juni mendatang tentu harus diperhatikan kembali. 

Belum lagi kurangnya kesadaran sebagian masyarakat akan bahaya virus Corona (Covid-19) dengan tidak menaati aturan PSBB atau alasan kejenuhan yang dirasa selama berada di rumah saja membuat penanganan Covid-19 tidak berlangsung optimal apalagi masyarakat sudah diminta beraktivitas kembali. Hal ini menyebabkan banyaknya petugas medis yang berguguran akibat terpapar virus Covid-19 saat menangani pasien.

WHO sendiri telah memberikan pernyataan jelas bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 mungkin tidak akan hilang meski sudah ada vaksinnya nanti. Selain itu, tidak ada yang bisa memprediksi kapan vaksin dan obat Covid-19 bisa ditemukan dan digunakan oleh sebagian besar penduduk bumi. Maka dari itu, dibutuhkan upaya dan kesadaran dari semua pihak akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri demi pengendalian penyebaran virus agar tidak meluas. 

Baca juga: 7 Cara Beradaptasi dengan Gaya Hidup New Normal Akibat Covid-19

6 Pedoman penerapan hidup new normal dari WHO

Dengan terjadinya perubahan pola hidup sejak mulai merebaknya virus Covid-19 di dunia ataupun di Indonesia yang telah terjadi selama beberapa bulan belakangan, maka kebiasaan baru ‘the new normal’ yang telah terbentuk tersebut masih tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pemerintah juga perlu membentuk aturan yang jelas ketika pelonggaran PSBB mulai diberlakukan sesuai dengan ketentuan dari WHO dan saran dari petugas medis.

Ada 6 pedoman penerapan hidup new normal dari WHO, yaitu:

  • Bukti yang menunjukkan bahwa transmisi Covid-19 bisa dikendalikan
  • Kapasitas sistem dan layanan kesehatan termasuk rumah sakit mampu mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak, dan menerapkan karantina terhadap pasien Covid-19
  • Risiko wabah Covid-19 bisa diminimalkan dalam pengaturan yang ketat terutama di fasilitas kesehatan mental, penduduk yang sudah berusia lanjut, serta mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk yang rentan akan penularan Covid-19
  • Menerapkan langkah-langkah pencegahan di tempat kerja dengan aturan jarak fisik yang aman, memiliki fasilitas mencuci tangan, dan menjalankan etika protokol kesehatan
  • Risiko pertambahan kasus impor Covid-19 dapat dikelola dan diminimalisir dengan baik
  • Masyarakat bisa diajak terlibat dan disiplin untuk memenuhi protokol kesehatan dalam menjalani masa transisi 

Ketika langkah transisi penerapan kehidupan new normal tersebut bisa dijalankan dengan baik, maka kehidupan baru ‘the new normal’ akibat Covid-19 diharapkan bisa berjalan lebih lancar dengan situasi penyebaran Covid-19 tetap terkendali. Tetapi jika 6 pedoman transisi di atas tidak mampu terlaksana dengan baik, maka ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali rencana pelonggaran PSBB sebelum memasuki kehidupan ‘the new normal’.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
World Economic Forum. WHO officials warn against 'magical thinking' regarding lockdowns - COVID-19 briefing. (https://www.weforum.org/agenda/2020/05/13-may-who-briefing-magical-thinking-lockdowns/). 14 Mei 2020
The Conversation. Coronavirus weekly: balancing a ‘new normal’ while keeping COVID-19 in check. (https://theconversation.com/coronavirus-weekly-balancing-a-new-normal-while-keeping-covid-19-in-check-138577)
WHO. Statement – Transition to a ‘new normal’ during the COVID-19 pandemic must be guided by public health principles. (http://www.euro.who.int/en/media-centre/sections/statements/2020/statement-transition-to-a-new-normal-during-the-covid-19-pandemic-must-be-guided-by-public-health-principles). 26 April 2020

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app