Kenali Narkolepsi dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 389.514 orang

Terlalu sering mengantuk? Anda mungkin mengalami kelainan ini!

Ganguan tidur merupakan salah satu keluhan yang paling sering ditemukan pada pasien yang pergi ke dokter. Gangguan tidurgt;dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat baik kaya, miskin, berpendidikan tinggi dan rendah maupun orang muda, serta yang paling sering ditemukan pada usia lanjut. Pada orang normal, gangguan tidur yang berkepanjangan akan mengakibatkan perubahan pada siklus tidur seseorang, menurun daya tahan tubuh serta menurunkan prestasi kerja, mudah tersinggung, depresi, kurang konsentrasi, kelelahan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keselamatan diri sendiri atau orang lain. Menurut beberapa peneliti gangguan tidur yang berkepanjangan didapatkan 2,5 kali lebih sering mengalami kecelakaan mobil dibandingkan pada orang yang tidurnya cukup Diperkirakan jumlah penderita akibat gangguan tidur setiap tahun semakin lama semakin meningkat sehingga gangguan tidur merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan saat ini.

Jika berbicara mengenai gangguan tidur, mungkin yang terpikir oleh Anda adalah kesulitan untuk tertidur di malam hari seperti yang banyak ditemui pada masyarakat. Tetapi apakah pernah terlintas dipikiran Anda, bahwa terlalu banyak tidur juga merupakan gangguan tidur? Seperti yang terjadi pada bulan oktober 2017, kasus yang menimpa Siti Raisa Miranda atau yang akrab disapa Echa. Echa mengalami gangguan “putri tidur” yang membuatnya terus merasa ngantuk setiap saat. Sebenarnya gangguan tidur ini dikenal dengan istilah Narcolepsy, untuk lebih jelasya, mari luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca artikel yang satu ini.

Apa itu Narcolepsy?

Narkolepsi adalah gangguan tidur yang ditandai dengan ngantuk yang tidak tertahankan walaupun pada siang hari, biasanya hanya berlangsung 10-20 menit atau selalu kurang dari 1 jam, setelah itu pasien akan segar kembali dan terulang kembali 2- 3 jam berikutnya. Karena seseorang tidak bisa mengontrol siklus tidur dan bangunnya, bahkan saat seseorang terbangun, mereka tetap memiliki tanda-tanda seperti orang tertidur seperti:

  • Narkolepsi kataplesia, adalah kehilangan kontrol otot secara tiba-tiba. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan pada hipotalamus yang mengatur produksi suatu zat yang disebut hipokretin. Hipokretin berperan dalam membuat seseorang tetap terjaga atau terbangun dari tidur.
  • Hypnagogic halusinasi auditorik/visual adalah halusinasi yang terjadi sebelum seseorang tertidur lelap, sehingga orang tersebut kaget dan kembali terbangun dari tidur.
  • Sleep paralis adalah otot volunter mengalami paralis pada saat masuk tidur sehingga pasien sadar ia tidak mampu menggerakkan ototnya.

Gangguan ini merupakan kelainan yang diakibatkan oleh penyakit keturunan,yang terjadi pada 1 dari 2000 orang, Penyakit ini dapat menyerang pria dan wanita.

Apa yang menyebabkan seseorang menderita Narkolepsi?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, narkolepsi terjadi karena adanya kekurangan hormon hipokretin. Tetapi apa yang menyebabkan kekurangan hormon hipokretin ini masih belum diketahui secara pasti.Beberapa penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara narkolepsi dengan terpaparnya seseorang terhadap virus H1N1 (flu babi) serta vaksin H1N1. Tetapi belum ada penjelasan lebih lanjut apakah virus tersebut secara langsung memicu terjadinya narkolepsi atau keterpaparan terhadap H1N1 meningkatkan risiko seseorang menderita narkolepsi di kemudian hari. Dalam beberapa kasus, genetik dan penyakit autoimun juga berperan dalam menyebabkan terjadinya narkolepsi.

Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda menderita Narkolepsi?

Untuk diagnosis narkolepsi diperlukan pemeriksaan tidur khusus. Umumnya pemeriksaan tidur dilakukan malam hari saja, tetapi umtuk narkolepsi diperlukan tambahan pemeriksaan multiple sleep latency test (MSLT) yang dilakukan pagi hingga sore setelah pemeriksaan tidur satu malam. Pemeriksaan tidur dilakukan di laboratorium tidur dengan menggunakan alat berupa polisomnografi (PSG). Polisomnografi sendiri sebenarnya merupakan pemeriksaan EEG (gelombang otak), nafas, oksigen dan jantung (EKG) yang dijadikan satu.

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan narkolepsi. Tetapi beberapa gejala narkolepsi dapat ditangani dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Dokter akan meresepkan obat yang bisa mengontrol rasa kantuk di siang hari, mencegah serangan katapleksia, hingga meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Tipe obat yang diberikan biasanya berupa stimulan yang dapat bekerja menstimulasi sistem saraf pusat untuk membantu penderita narkolepsi tetap terjaga di siang hari.

Pada kasus yang parah seperti kasus putri tidur Echa tahun lalu, dokter tidak bisa banyak membantu dalam pengobatan narkolepsi itu sendiri, pada kasus Echa, yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis adalah hanya memastikan penderita narkolepsi mendapatkan nutrisi dan hidrasi yang cukup.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit