Kesehatan Fisik

Siapa Bilang Muntaber Hanya Menyerang Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Bisa Kena

Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 3 menit

Pernah mengalami muntah dan berak secara bersamaan dalam suatu waktu? Bisa jadi Anda mengalami muntaber. Penyakit ini bisa berbahaya jika tidak diatasi secara tepat dan benar. Bahkan beberapa orang menganggap remeh penyakit ini. Padahal jika tidak ditangani dengan segera akan mengakibatkan tubuh kekurangan cairan. Selain menyebabkan dehidrasi, jika tubuh kekurangan cairan secara drastis, maka akan membahayakan mekanisme fungsi kerja tubuh.

Siapa saja yang dapat mengalami muntaber dan apa penyebabnya?

Muntaber sebenarnya bisa menyerang siapa saja, tidak peduli usia dan jenis kelamin. Tetapi pada umumnya anak-anak menjadi kelompok yang paling sering terdampak muntaber, begitupun dengan kelompok usia lanjut atau lansia. Pada usia tersebut, anak-anak maupun kaum lansia akan dengan sangat cepat mengalami kekurangan cairan tubuh sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan terutama sistem kekebalan tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Beragam virus, bakteri, maupun parasit bisa menjadi sumber penyebab penyakit muntaber ini. Hal tersebut berdampak bagi kesehatan dan berasal dari asupan makanan yang dikonsumsi dan sudah terkontaminasi. Selain itu, muntaber juga bisa dipicu akibat salah makan atau mengonsumsi makanan yang sulit dicerna.

Gejala yang timbul saat seseorang terkena muntaber

Jika memiliki seorang anak yang masih sangat kecil sekitar usia 2-5 tahun, maka sebaiknya Anda perlu menjaga sanitasi dan kesehatan anak terutama dalam hal apa yang masuk ke mulutnya dan kebiasaan cuci tangan. Karena jika anak mengalami muntaber, Anda harus memastikan bahwa anak mendapatkan cairan yang tercukupi. Karena muntaber akan membuat anak mudah mengalami kehilangan cairan sehingga mengalami dehidrasi akut dan berbahaya bagi kesehatannya.

Baca juga: Mengetahui Kebutuhan Minum Air Putih dalam Sehari

Gejala muntaber yang paling umum terjadi adalah diare dan sebagai orang tua sangat perlu untuk lebih berhati-hati, terutama jika anak mengalami sejumlah tanda-tanda berikut pada saat mengalami muntah serta diare (muntaber):

  • Berat badan anak menurun drastis
  • Menurunnya nafsu makan anak
  • Intensitas buang air kecil sangat jarang
  • Air kencing akan berwarna gelap
  • Jantung terasa berdebar-debar
  • Kondisi mulut dan bibir menjadi kering
  • Air mata tidak keluar saat menangis
  • Mata dan kelopak mata menjadi sayu
  • Perubahan tekstur kulit anak yang cenderung tidak kencang dan kering
  • Bentuk muka menjadi lebih tirus dan kurus
  • Anak mudah merasa gelisah dan sensitif
  • Merasa lemas bahkan sampai pingsan

Baca juga: Gejala Muntaber dan Solusi Mengatasinya

Penanganan diare pada anak dan bayi 

Apabila anak mengalami muntah serta diare dalam waktu yang bersamaan, maka ada sejumlah hal berikut ini yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala muntaber pada anak maupun bayi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Bayi

Ketika bayi mengalami muntaber, teruslah memberikan ASI pada bayi secara lebih sering. Hal ini karena cairan dan kandungan elektrolit pada ASI dapat mencegah bayi mengalami dehidrasi dan menjaga cairan tubuh agar tetap terjaga. Jika biasanya Anda memberikan susu formula, sebaiknya berikan susu formula yang tidak mengandung laktosa. Hal ini perlu dilakukan karena kandungan laktosa pada susu justru akan memperparah diare pada bayi. Selain ASI, Anda juga bisa memberikan cairan oralit yang berfungsi sama seperti ASI yaitu mencegah bayi dari dehidrasi akibat kekurangan cairan tubuh.

Baca juga: Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Anak-anak

Pada balita dan anak-anak, pemberian oralit dapat langsung diberikan guna menggantikan cairan yang hilang sehingga anak tidak merasa lemas terus menerus. Hindari juga memberikan air putih biasa atau minuman ringan lain yang tidak mengandung garam, karena air putih biasa umumnya tidak mengandung unsur garam serta nutrisi yang cukup sebagai pengganti cairan yang hilang. Begitupun dengan minuman ringan yang akan lebih banyak mengandung gula yang justru mengakibatkan iritasi pada saluran cerna.

Selain itu, ajarkan kebiasaan mencuci tangan kepada anak-anak dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari kuman dan bakteri penyebab penyakit. Konsumsi pula makanan sehat dengan gizi seimbang, serta mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan minum air putih yang banyak.

Jika anak mengalami muntah dan diare secara terus-menerus dalam waktu lebih dari 2 hari, segeralah bawa ke dokter. Hal ini dikhawatirkan bila anak mungkin akan mengalami komplikasi akibat dehidrasi. Jika gejala semakin parah biasanya dokter akan melakukan tindakan endoskopi guna mengamati saluran cerna pada anak.

24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Managing Vomiting and Diarrhea in Kids. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/treatments-for-vomiting-and-diarrhea-2634670)
Symptoms & Causes of Cyclic Vomiting Syndrome. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). (https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/cyclic-vomiting-syndrome/symptoms-causes)
Diarrhoea and vomiting. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/diarrhoea-and-vomiting/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
7 Jenis Virus, Bakteri, Parasit Penyebab Muntaber
7 Jenis Virus, Bakteri, Parasit Penyebab Muntaber

Biasanya, muntaber disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit.Berikut ini jenis virus yang dapat menimbulkan penyakit muntaber, diantaranya: