Ketahui Tanda-Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 4 menit
Ketahui Tanda-Tanda Bayi Mengalami Dehidrasi

Tak hanya orang dewasa, tetapi bayi dan anak-anak juga bisa mengalami dehidrasi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan cairan atau tidak tercukupinya kebutuhan cairan dalam tubuh, entah karena menangis, buang air kecil, keringat, ataupun kondisi penyakit tertentu. 

Namun dehidrasi paling rentan dialami oleh anak-anak dan balita padahal mereka belum bisa menyampaikannya, sehingga para orang tua perlu memahami dan memberikan perhatian seputar kesehatan anaknya. Karena jika dehidrasi dibiarkan dalam waktu yang cukup lama dapat membahayakan kesehatan buah hati.

Mengapa bisa terjadi dehidrasi? Apa penyebab bayi dehidrasi?

Dehidrasi merupakan akibat dari tidak tercukupinya kebutuhan cairan tubuh sehingga menyebabkan terganggunya kinerja organ tubuh. Dehidrasi paling rentan dialami oleh bayi karena berat tubuh bayi yang masih rendah sedangkan laju metabolisme pada bayi tergolong tinggi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini menyebabkan bayi menjadi sangat sensitif jika kehilangan cairan walau jumlahnya tidak banyak.

Bayi memiliki kekebalan tubuh yang belum kuat dan rentan terserang infeksi. Bayi yang sakit akan mudah kehilangan cairan di tubuhnya. Selain itu, terdapat beberapa faktor yang yang menyebabkan bayi mengalami dehidrasi:

Demam

Salah satu penyebab bayi mengalami dehidrasi adalah demam. Saat demam melanda, tubuh akan melakukan penguapan cairan berlebih melalui kulit karena suhu tubuh yang panas dan berkeringat adalah salah satu cara mengeluarkan cairan tersebut. Pengeluaran cairan ini juga berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh. Jika demam semakin tinggi, otomatis si kecil akan mengalami dehidrasi yang lebih parah dan butuh penanganan dokter.

Diare dan muntah

Diare dan muntah biasanya terjadi karena saluran pencernaan mengalami gangguan, seperti yang terjadi pada saat terkena infeksi pada usus akibat virus (gastroenteritis atau flu lambung). Ketika bayi terserang diare, maka ususnya tidak bisa menyerap cairan dengan baik. Begitupun yang terjadi saat bayi muntah. Bahkan saat diare dan muntah, bayi juga bisa terkena demam sehingga memperparah kondisi dehidrasi yang dialami. 

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Gastroenteritis

Kurang asupan cairan

Bayi yang kurang mendapat asupan ASI tentunya akan meningkatkan resiko terkena dehidrasi. Bayi yang menolak ASI biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti sedang tumbuh gigi, pilek, sariawan, atau terkena penyakit mulut lainnya yang mengganggu dan membuat rasa tidak nyaman ketika mendapatkan asupan cairan.  

Berkeringat atau serangan panas

Saat udara terlalu panas (heat stroke) dan bayi menggunakan pakaian yang tebal, tentunya tubuh akan mengeluarkan keringat dengan jumlah yang cukup banyak. Hal inilah yang membuat tubuh mengalami kehilangan cairan dan menjadi penyebab dehidrasi pada anak. Oleh karena itu, kebutuhan cairan tubuh bayi terutama ASI sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan bayi.

Baca juga: Tanda dan Cara Mencegah Serangan Panas (Heat Stroke)

Tanda bayi mengalami dehidrasi baik ringan maupun berat

Dehidrasi memiliki tiga tingkatan disesuaikan dengan tingkat keparahannya, yaitu tingkat ringan dan mudah ditangani, tingkat sedang, dan tingkat yang berat. Beberapa tanda atau ciri anak mengalami dehidrasi ringan dan sedang:

  1. Mulut dan bibir kering
  2. Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
  3. Rewel dan kurang aktif
  4. Tidak kuat menyusu
  5. Warna urine lebih gelap dan baunya lebih menyengat
  6. Popok tetap kering walaupun sudah dipakai selama 6 jam atau lebih

Sementara itu, beberapa ciri dehidrasi parah pada bayi dan anak-anak adalah:

  1. Tangan dan kaki terasa dingin
  2. Tubuh terlihat pucat
  3. Mata dan ubun-ubun bayi terlihat jelas
  4. Sangat lemas dan mudah mengantuk
  5. Sesak nafas

Penanganan dehidrasi pada bayi dan anak-anak

Dehidrasi dapat berbahaya dan mengancam nyawa jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, terutama pada anak-anak ataupun bayi yang belum mengerti dan menjelaskan apa yang dirasakannya. Jika Anda mengetahui si kecil mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti yang disebutkan di atas, maka sebaiknya:

  1. Segera penuhi asupan ASI dan susu formula dengan jumlah yang lebih sering dan banyak  terutama saat mengalami diare, demam, dan keluar keringat berlebih. Tambahan porsi dimaksudkan untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang. Jika bayi sudah berumur 3 bulan lebih, Anda bisa memberikan minuman elektrolit seperti oralit untuk mempercepat pemenuhan kembali cairan tubuh. 
  2. Berikan asupan cairan berupa ASI, susu formula atau minuman elektrolit secara bertahap ketika bayi mengalami muntah. Anda dapat menyuapkan sesendok cairan minuman atau susu setiap 10 menit selama beberapa jam. Jika kondisi bayi sudah membaik, maka Anda bisa memberikannya dalam jangka waktu yang lebih lama seperti 30 menit sekali.
  3. Jika bayi mengalami gangguan pada mulut sehingga menyulitkan dalam mengonsumsi asupan apapun, maka Anda bisa memberikan obat-obatan seperti paracetamol. Selain mengurangi rasa sakit, obat ini juga dapat membantu menurunkan demam pada anak. Namun paracetamol hanya boleh diberikan pada bayi yang telah berusia lebih dari 6 bulan.

Diare yang disebabkan oleh infeksi pada saluran cerna pada bayi umumnya terjadi karena virus. Penanganan diare jenis ini dapat dilakukan di rumah dan tidak perlu dibawa ke rumah sakit. Penggunaan obat antibiotik sebaiknya tidak sering diberikan pada anak-anak ataupun bayi karena obat antibiotik lebih efektif diberikan pada diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri bukan virus.

Penggunaan obat sebaiknya diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter. Apabila dehidrasi disebabkan akibat udara panas, maka Anda hanya perlu mencukupi cairan si kecil dengan menambah jumlah air yang dikonsumsi lebih banyak dan menyejukkan suhu ruangan. Tetapi jika dehidrasi semakin parah dan tak kunjung membaik, segera periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca juga: Jumlah Kebutuhan Air Putih Harian


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dehydration (for Parents). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/parents/dehydration.html)
Is Your Baby Dehydrated? Know the Signs and Proper Treatment. Parents. (https://www.parents.com/baby/health/sick-baby/is-your-baby-dehydrated/)
Infant Dehydration Signs, Cause, Treatment, Prevention. Verywell Family. (https://www.verywellfamily.com/dehydration-in-the-breastfed-infant-431631)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app