Bahaya Merokok Bagi Kesehatan, Selain Ancam Paru-paru

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Merokok Bagi Kesehatan, Selain Ancam Paru-paru

Mengisap sebatang-dua batang rokok mungkin tidak langsung memberikan dampak apa pun pada tubuh Anda. Namun, tahukah Anda bahwa setiap rokok yang Anda hisap diam-diam mampu meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan, setidaknya sebanyak 20% kematian karena penyakit jantung yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Hal ini semakin menegaskan bahaya merokok tidak main-main terhadap kesehatan tubuh Anda.

Kandungan berbahaya pada rokok 

Bahaya merokok tentunya berasal dari kandungan-kandungan yang ada pada sebatang rokok. Lebih dari 4000 bahan kimia ada dalam sebatang rokok dan 60 di antaranya dapat menyebabkan kanker.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Sejumlah bahan berbahaya yan ada pada sebatang rokok yaitu:

1. Karbon monoksida

Zat karbon monoksida (CO) sering ditemukan di asap knalpot mobil. Jika masuk ke dalam tubuh, zat ini dapat mengikatkan diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen. Akibatnya, suplai oksigen ke seluruh tubuh jadi terhambat dan mengganggu fungsi organ-organ tubuh.

2. Tar 

Tar dalam asap rokok mengandung berbagai bahan kimia karsinogen, yaitu zat pemicu sel kanker di tubuh. Ketika merokok, zat ini akan mengendap di paru-paru dan berefek negatif pada kinerja rambut halus yang melapisi paru-paru. 

3. Gas oksidan

Keberadaan oksidan dalam tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke dan serangan jantung.

4. Benzene 

Benzene adalah zat berbahaya yang bisa merusak sel pada tingkat genetik. Zat ini juga berhubungan dengan beragam jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia.

Selain bahan-bahan di atas, masih ada banyak kandungan zat kimia beracun lainnya seperti arsenik (digunakan dalam pestisida), formalin atau formaldehida (digunakan untuk mengawetkan mayat), hidrogen sianida (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan amonia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Baca Juga: Apakah Kandungan Nikotin Vape Sama Seperti Rokok?

Bahaya rokok pada kesehatan tubuh

Sudah bukan rahasia lagi jika bahaya rokok dapat mengancam kesehatan paru-paru. Hal ini biasanya dimulai dari munculnya gejala sesak napas, batuk-batuk, hingga dalam jangka panjang memicu penyakit paru.

Tak hanya sampai di situ, bahaya rokok juga dapat menyerang organ-organ tubuh lainnya seperti:

1. Gangguan kardiovaskular

Perokok berisiko 2-4 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai zat racun dalam rokok, terutama nikotin.

Kandungan nikotin dalam rokok bisa mengurangi kadar oksigen yang masuk ke darah. Tak hanya itu, zat ini juga dapat mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, hingga memicu penggumpalan darah. Kombinasi faktor-faktor itulah yang lambat laun meningkatkan risiko serangan jantung. 

2. Kerusakan otak

Merokok dapat meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 50 persen yang mengakibatkan kerusakan otak dan kematian. Selain itu, kandungan berbahaya dalam rokok juga bisa meningkatkan risiko aneurisma otak

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

3. Mulut dan tenggorokan

Tanpa disadari, masalah bau mulut dan gigi bernoda bisa terjadi akibat kebiasaan merokok. Dampak fatalnya, terus lanjut merokok dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker pada lidah, tenggorokan, bibir, dan pita suara.

Lebih jelasnya, berikut uraian dampak rokok pada organ tubuh:

  • Paru-paru: picu bronkitis, pneumonia, emfisema, hingga kanker paru.
  • Lambung: Merokok bisa berdampak buruk pada lambung yang dinamakan penyakit asam lambung atau GERD. Sejumlah risiko penyakit lambung lainnya adalah ulkus atau tukak lambung hingga kanker lambung.
  • Tulang: Racun pada rokok dapat mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Maka dari itu, perokok lebih berisiko menderita tulang rapuh atau osteoporosis. 
  • Kulit: Kalau diperhatikan, perokok akan terlihat jauh lebih tua dari pada yang tidak merokok. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya asupan oksigen ke kulit. 
  • Organ reproduksi: Pada pria, merokok dapat mengakibatkan impotensi, kurangnya produksi sperma, dan kanker testis. Sementara pada wanita, merokok bisa mengurangi kesuburan dan menderita kanker serviks.

Baca Selengkapnya: Waspadai Bahaya Rokok Mengancam Kesuburan Anda

4. Gangguan psikologis

Selama ini, merokok dijadikan salah satu cara ampuh untuk menenangkan pikiran yang kusut. Padahal, kenyataannya ini cuma mitos. Efek ketenangan yang dirasakan hanyalah sesaat saja karena dipengaruhi oleh nikotin rokok.

Begitu Anda mencoba berhenti merokok, yang terjadi justru sebaliknya, Anda malah jadi gampang gelisah dan cemas. Hal ini karena tubuh mulai bereaksi dengan hilangnya asupan nikotin dari rokok yang berfungsi untuk memberikan efek rileks. Bila terus dibiarkan, perokok berisiko mengalami gangguan psikologis yang mengganggu aktivitas.

Perlu dipahami bahwa merokok sama saja menabung racun pada tubuh sedikit demi sedikit. Risiko terkena penyakit pun akan terus meningkat jika Anda masih terus lanjut merokok. Bukan cuma Anda, orang-orang terdekat pun akan merasakan efeknya karena ikut menghirup asap rokok yang beracun. Oleh karena itu, segeralah berhenti merokok demi mencegah bahaya rokok bagi kesehatan diri Anda dan keluarga.

Baca Juga: Mampukah Gambar Peringatan Bahaya Merokok Menurunkan Jumlah Perokok?

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app