HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Mengenal Gejala Melukai Diri Sendiri

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Mengenal Gejala Melukai Diri Sendiri

Melukai diri sendiri, bagi sebagian orang, dapat menjadi cara untuk bertahan dari serangan emosional akibat masalah yang tengah dialami. Melukai diri sendiri adalah ekspresi emosi yang tidak dapat diungkapkan, mengalihkan perhatian dari rasa sakit  emosional dan dari tekanan kehidupan. Namun, rasa lega yang timbul setelah melukai diri sendiri hanya bersifat sementara sebelum gelombang gangguan emosional kembali datang dan dorongan untuk melukai tubuh hingga berakibat fatal dapat kembali hadir.

Marah, tidak percaya diri, sakit hati dan emosi-emosi destruktif lainnya adalah pemicu perilaku ini. Pelaku sering melakukannya dengan diam-diam. Tidak hanya melukai diri sendiri, terkadang bentuknya  hadir dengan sengaja menempatkan diri dalam posisi yang membahayakan nyawa seperti melarikan kendaraan dengan kecepatan di atas rata-rata, minum-minuman keras tanpa henti,  minum pil yang berbahaya hingga sengaja berhubungan seks tanpa perlindungan berharap terkena penyakit menular seksual.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Berikut Ciri-ciri Orang yang Melukai Dirinya Sendiri dan Menyembunyikannya di Balik Pakaian, seperti:

  1. Sesekali dapat terlihat keberadaan luka, memar, bekas terbakar, biasanya di sekitar pergelangan tangan, lengan, paha dan dada.
  2. Adanya bekas noda darah tanpa sebab pada pakaian, handuk dan alas tempat tidur, atau tisu penuh darah.
  3. Adanya benda tajam yang dibawa ke mana-mana, seperti pisau cukur, pisau, jarum, pecahan kaca dan bekas pecahan botol di antara barang-barang normal lainnya.
  4. Mengalami kecelakaan berulangkali, hingga terasa aneh karena terlalu sering terjadi.
  5. Sering memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang, bahkan saat udara sedang sangat panas.
  6. Sering perlu dibiarkan sendirian dalam jangka waktu yang lama, terutama di dalam kamar dan kamar mandi.
  7. Mengisolir diri dan mudah marah.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal punya kecenderungan membahayakan diri sendiri, entah karena ada ciri-ciri di atas atau berdasarkan pengakuan pelaku, cobalah untuk melakukan tindakan-tindakan berikut ini:

  1. Hadapi perasaan ingin melukai diri sendiri, jangan merasa tidak layak atau jijik. Mengakui adanya masalah adalah langkah awal  kesembuhan.
  2. Pahami terlebih dahulu masalah yang memicu terjadinya kebiasaan melukai diri sendiri ini, yaitu dengan berkomunikasi dan melibatkan profesional untuk mengatasi masalah hingga ke akarnya. Tempatkan diri Anda di posisi orang yang melukai dirinya sendiri dan cobalah memahami cara pandangnya.
  3. Jangan pernah menghakimi seseorang yang Anda ketahui melukai diri sendiri dengan memberikan kritikan dan komentar yang tidak membangun. Hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Ingatlah bahwa mereka yang melukai dirinya sendiri sudah memiliki perasaan malu dan merasa sendirian.
  4. Tawarkan kepedulian Anda dengan tulus untuk membantu, bukan dengan persyaratan atau batas waktu yang dikemas dalam ancaman, hukuman dan semacamnya malah akan membuat penderita merasa semakin terpojok. Ungkapkan kekhawatiran Anda dan pastikan orang yang melukai dirinya sendiri merasakan dukungan Anda dan bahwa Anda selalu ada jika dibutuhkan.
  5. Ajaklah orang yang sedang menderita dan melukai dirinya sendiri untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan apapun yang dirasakannya. Jika Anda tahu bahwa seseorang melukai dirinya sendiri dan belum mengakuinya, cobalah membahas masalah ini dengan cara yang penuh kepedulian dan tidak penuh konfrontasi. Katakan bahwa Anda menyadari banyaknya luka di tubuh orang tersebut dan bahwa Anda mengerti situasinya.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Munchausen syndrome (factitious disorder imposed on self). Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/167813.php)
Cutting: Self-Harm, on Arm, Yourself, Self-Injury, in Adults, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/cutting)
What Is Self-Injury Disorder?. WebMD. (https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/self-injuring-hurting)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app