Mendiagnosis COPD pada Non-Perokok: Ketahui Fakta-Faktanya

Dipublish tanggal: Jul 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Mendiagnosis COPD pada Non-Perokok: Ketahui Fakta-Faktanya

Merokok adalah faktor risiko utama untuk gangguan paru obstruktif kronik (COPD). Tetapi tidak semua perokok terkena COPD, dan tidak semua orang yang merokok terkena COPD. Bahkan orang yang belum pernah merokok bisa mendapatkan COPD.

COPD adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi yang ditandai oleh peradangan permanen pada bronkus, tabung yang membawa udara ke paru-paru. COPD juga termasuk kerusakan pada karung udara paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala sulit bernapas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bisakah anda terkena COPD jika anda tidak pernah merokok?

Baik orang yang saat ini tidak merokok (bukan perokok) dan orang yang tidak pernah merokok dapat terkena COPD. 

Empat faktor risiko utama untuk COPD adalah:

    • Paparan perokok pasif: Terpapar perokok pasif saat dewasa dapat menyebabkan COPD.
    • Pajanan terhadap polusi udara: Anda dapat terserang COPD jika Anda terpapar polusi udara dalam jangka panjang. Anda juga dapat mengembangkan COPD dari menghirup debu atau asap bahan bakar yang dibakar untuk keperluan memasak atau memanaskan. COPD juga dapat disebabkan oleh bahan kimia atau asap yang ditemukan di tempat kerja.
    • Genetik: COPD memiliki komponen genetik yang kuat. Sebanyak 5 persen orang dengan COPD memiliki kondisi genetik yang dikenal sebagai defisiensi antitrypsin alfa-1. Orang dengan kondisi ini memiliki terlalu sedikit antitripsin alfa-1, protein yang membantu melindungi paru-paru dari kerusakan. Kondisi ini juga mempengaruhi hati.
    • Umur: Kebanyakan orang yang menderita COPD berusia lebih dari 40 tahun.

    Faktor-faktor tambahan termasuk merokok selama kehamilan, berat badan lahir rendah, paparan tembakau pada masa kanak-kanak, dan infeksi saluran pernapasan pada masa kanak-kanak. Kondisi ini juga dapat membantu mengidentifikasi orang yang berisiko mengalami COPD.

    Memiliki asma juga dapat berperan dalam mengembangkan COPD. Satu studi menemukan bahwa keberadaan asma membantu memprediksi COPD pada orang yang tidak merokok.

    Apakah gejala COPD berbeda untuk non-perokok?

    Gejala umum COPD meliputi:

    Iklan dari HonestDocs
    Beli Obat Langung Dikirim!

    Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

    Default internal ads sept20
    • keperluan untuk membersihkan tenggorokan karena lendir yang berlebihan
    • sesak napas, bahkan setelah berolahraga ringan
    • mengi, atau napas berisik
    • sesak dada
    • batuk kronis
    • memiliki energi rendah
    • infeksi saluran pernapasan berulang

    COPD sering kali didiagnosis ketika orang-orang memiliki kekhawatiran akan sesak napas. Namun, gejala COPD biasanya tidak muncul sampai sudah ada kerusakan paru-paru yang signifikan.Non-perokok juga memiliki lebih sedikit komorbiditas, atau kondisi lain yang terjadi bersamaan dengan COPD.

    Mendiagnosis COPD pada orang yang tidak merokok

    Tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis COPD. Dokter mengandalkan riwayat medis Anda, pemeriksaan fisik, tes fungsi paru-paru, dan tes pencitraan dada seperti X-ray atau CT scan.

    Alat utama yang digunakan untuk mendiagnosis COPD adalah tes fungsi paru-paru yang dikenal sebagai spirometri, tes yang mengukur aliran udara keluar dari paru-paru Anda. 

    Untuk membantu dokter mengidentifikasi penderita COPD dengan spirometri, para peneliti akan menanyakan tes lima pertanyaan sederhana, yang disebut dengan disebut CAPTURE: COPD Assessment in Primary Care To Identify Undiagnosed Respiratory Disease and Exacerbation Risk (Penilaian COPD dalam Perawatan Primer Untuk Mengidentifikasi Risiko Penyakit Pernafasan yang Tidak Terdiagnosis dan Eksaserbasi).

    Mencegah COPD

    Kiat-kiat untuk mencegah COPD biasanya berkisar pada para  perokok untuk berhenti. Cara lain untuk mengurangi risiko terkena COPD adalah dengan menghindari asap rokok, polusi udara, dan asap atau bahan kimia lainnya.

    Tidak ada obat untuk COPD, tetapi Anda dapat mencegah kondisinya dari perburukan gejala. Mendapatkan diagnosis sejak dini dan mengikuti rencana perawatan Anda adalah langkah paling penting untuk memperlambat perkembangan COPD Anda.

    5 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
    COPD Diagnosis in Non-Smokers. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/copd/copd-diagnosis-in-nonsmokers.aspx)
    COPD in Nonsmokers: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/copd-in-the-never-smoker-914737)
    COPD in a nonsmoker: Is it possible?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325591)

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Tanya Dokter

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

    Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

    Submit
    Buka di app