GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi?

Dipublish tanggal: Feb 6, 2020 Update terakhir: Okt 1, 2021 Tinjau pada Feb 18, 2020 Waktu baca: 3 menit
Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Manfaat air kelapa segar diyakini baik untuk dikonsumsi ibu hamil terutama ketika memasuki trimester awal dan akhir kehamilan;
  • Air kelapa umumnya mengandung cairan elektrolit, kalsium, kalium, protein, karbohidrat, serat larut, fosfor, natrium, dan vitamin C;
  • Manfaat air kelapa yang alami ikut membantu mencukupi kebutuhan cairan tubuh pada ibu hamil selain tentunya minum air putih yang cukup; 
  • Air kelapa (coconut water) juga banyak dikonsumsi ketika mengalami dehidrasi karena diare atau setelah olahraga karena mengandung mineral dan elektrolit;
  • Klik untuk membeli asupan vitamin dan suplemen serta makanan dan minuman sehat melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Dapatkan paket pemeriksaan kesehatan atau paket pemeriksaan prenatal dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall.

Selama kehamilan, nutrisi dan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil sangat penting untuk menunjang masa kehamilan demi kesehatan ibu dan buah hati. 

Salah satu nutrisi yang dipercaya memiliki manfaat untuk ibu hamil adalah air kelapa (coconut water) yang mulai dikonsumsi ketika memasuki trimester awal dan akhir kehamilan. Tetapi apakah benar air kelapa bermanfaat dan aman untuk ibu hamil?

Air kelapa yang terdapat di dalam buah kelapa biasanya diminum ketika kelapa berada dalam keadaan belum matang, karena saat kelapa mulai matang air kelapa akan mulai mengeras dan berubah menjadi daging kelapa.

Air kelapa tersebut disebut juga air kelapa hijau karena kelapa yang belum matang memang berwarna hijau. Beberapa ahli juga menyarankan untuk mengonsumsi air kelapa di pagi hari demi mendapatkan manfaat maksimal.

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Air kelapa (coconut water) tak hanya segar, tetapi juga memiliki nutrisi penting bagi tubuh, termasuk cairan elektrolit, kalsium, kalium, protein, karbohidrat, serat larut, fosfor, natrium, dan vitamin C. 

Air kelapa juga bisa diminum untuk memenuhi kebutuhan harian dalam memenuhi cairan tubuh terutama ketika mengalami morning sickness pada ibu hamil karena mengandung elektrolit yang tinggi. Apalagi selama masa kehamilan, ibu hamil memerlukan cairan tubuh yang lebih tinggi, yaitu sekitar 3 liter air per hari.

1. Mencegah dehidrasi

Mengonsumsi air kelapa juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Hal tersebut juga dapat berpengaruh pada jumlah volume darah yang berfungsi sebagai air ketuban dalam menjaga sirkulasi kehidupan janin. Tetapi cairan tubuh bagi ibu hamil akan lebih baik jika didapatkan dengan banyak minum air putih sekitar 10-12 gelas setiap hari.

Selain membantu memenuhi cairan tubuh dan menjaga agar tubuh tetap terhidrasi, air kelapa yang mengandung berbagai mineral penting, seperti kalsium, natrium, kalium, dan fosfor.

Manfaat air kelapa bagi tubuh lainnya adalah:

  • Menjaga keseimbangan tubuh
  • Mengatur suhu tubuh
  • Melindungi otot 
  • Mencegah kram dan sakit kepala

Baca juga: Benarkah Minum Air Putih 8 Gelas Sehari Sudah Cukup?

2. Mengatasi diare

Air kelapa sendiri berbeda dengan santan, karena santan merupakan hasil produksi dari emulsi daging parut setelah kelapa matang. Air kelapa (coconut water) umumnya dijadikan sebagai salah satu alternatif minuman alami yang mampu meredakan dehidrasi terkait diare atau olahraga karena mengandung mineral dan elektrolit. 

Bahkan mengonsumsi air kelapa (coconut water) saat memasuki trimester awal kehamilan juga dipercaya dapat mengurangi gejala morning sickness dan kondisi sembelit yang biasa terjadi pada ibu hamil. Tetapi hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bukti bahwa air kelapa efektif dalam hal tersebut sehingga penggunaannya perlu diperhatikan.

3. Mempengaruhi kadar gula darah

Manfaat air kelapa (coconut water) yang baik untuk diminum haruslah air kelapa alami tanpa tambahan gula atau pemanis apapun, karena air kelapa asli pun sudah mengandung gula, yaitu sekitar 6 gram gula per 1 gelas. Oleh karena itu, batasi konsumsi air kelapa 1 gelas sehari dan konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Tak hanya berlaku pada air kelapa saja, tetapi ibu hamil juga perlu membatasi diri dalam mengonsumsi makanan tinggi gula untuk menghindari risiko penyakit diabetes gestasional serta kemungkinan terjadinya peningkatan berat badan bayi dan ibu yang berlebihan.

Baca juga: Catat, Ini Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil yang Mengidap Diabetes!

4. Mengatasi penyakit kronis

Hal ini justru berlaku sebaliknya, karena beberapa kandungan yang terdapat di air kelapa justru membuat air kelapa tidak boleh yang dikonsumsi oleh mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, terutama ibu hamil yang memiliki riwayat cystic fibrosis, hipertensi, gangguan ginjal, kadar kalium yang tinggi, serta berniat menjalani suatu tindakan pembedahan atau operasi. Adanya kadar kalium yang tinggi dan natrium yang rendah pada air kelapa justru dapat memperparah beberapa kondisi penyakit tersebut sehingga harus dihindari.

5. Mempengaruhi kulit bayi

Air kelapa juga dipercaya oleh sebagian orang dapat membuat bayi terlahir dengan kulit yang lebih bersih. Padahal faktanya, warna kulit bayi baru lahir akan bergantung pada banyak faktor, termasuk faktor genetik sehingga air kelapa (coconut water) bukan merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi kulit bayi.

Baca juga: Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Faktor kepercayaan atau manfaat medis membuat air kelapa (coconut water) menjadi salah satu pilhan yang umumnya dikonsumsi ibu hamil. Tetapi hal ini tentunya harus mendapat persetujuan dari dokter karena hingga saat ini belum cukup penelitian yang membuktikan bahwa air kelapa aman selama kehamilan dan menyusui. Apalagi segala hal yang dikonsumsi tak hanya berpengaruh pada kesehatan ibu hamil, tetapi juga bayi dalam kandungan.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app