10 Makanan Pemicu Flu Semakin Parah

Dipublish tanggal: Okt 29, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Des 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
10 Makanan Pemicu Flu Semakin Parah

Di kala pergantian musim, entah musim hujan ataupun musim kemarau, biasanya flu seringkali menyerang. Untuk menjaga kesehatan ketika sedang pilek atau flu umumnya penderita flu mengonsumsi makanan atau minuman hangat seperti secangkir teh jahe atau semangkuk sup ayam menjadi menu favorit yang dapat membuat flu Anda membaik. Namun beberapa jenis makanan atau minuman berikut dapat membuat flu atau pilek menjadi semakin parah sehingga perlu dihindari.

Baca juga: Tips Mencegah Flu

Makanan dan minuman yang perlu dihindari ketika flu

Alkohol

Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan melemahkan sel darah putih sehingga ada baiknya Anda tidak mengonsumsi alkohol saat sedang flu atau pilek. Tetapi cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh agar tubuh tetap terhidrasi dan membantu memperbaiki kondisi ketika mengalami flu atau pilek. Hidrasi yang baik dapat membantu mengeluarkan lendir dari tubuh dan mempercepat kesembuhan. Maka dari itu, lebih baik Anda banyak minum air putih supaya tubuh tetap terhidrasi daripada minum alkohol.

Permen tanpa gula

Permen tanpa gula merupakan permen yang tidak menghasilkan kalori tapi tetap terasa manis. Pemanis pada permen ini biasanya menggunakan sorbitol karena sorbitol tidak menghasilkan kalori. Namun, meskipun tidak menghasilkan kalori, sorbitol dapat menyebabkan permasalahan perut, seperti diare atau perut terasa tidak nyaman karena sorbitol sulit dicerna. Diare dapat menyebabkan dehidrasi, sedangkan dehidrasi dapat memperparah kondisi flu atau pilek Anda. Selain itu, pemanis buatan seperti sorbitol dalam permen juga dapat menyebabkan sakit kepala. Maka, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi permen tanpa gula saat sedang flu atau pilek.

Permen

Selain permen tanpa gula, ternyata permen dengan gula juga dapat memperparah kondisi flu atau pilek. Dengan kandungan gula yang tinggi pada permen dapat menghambat kerja sel darah putih untuk melawan infeksi. Hal ini disampaikan oleh Irvin Sulapas, MD, asisten profesor kedokteran olahraga, Departemen Family & Community Medicine di Baylor College of Medicine, Houston, TX. Selain itu, gula juga dapat meningkatkan jumlah sitokin, yaitu senyawa yang dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. 

Makanan pedas, asam, ataupun asin

Makanan yang bersifaet asam seperti acar dan makanan asin yang banyak mengandung garam atau natrium dapat memperparah flu karena dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Menurut Dr. Sulapas, makanan yang mengandung cuka dan atau garam dapat menyebabkan peradangan pada tenggorokan.

Makanan pedas juga biasanya mengandung senyawa capsaicin dari cabai dan sebenarnya bisa membantu membersihkan saluran hidung. Namun apabila Anda sensitif terhadap pedas dan flu menyebabkan sakit perut, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan pedas terlebih dahulu karena makan makanan pedas dapat memperparah kondisi kesehatan Anda.

Karbohidrat sederhana 

Karbohidrat sederhana akan mudah dipecah menjadi glukosa. Apabila jumlah glukosa banyak, maka kadar gula darah Anda juga akan meningkat dan memberikan efek inflamasi atau peradangan. Namun tidak semua karbohidrat sederhana itu buruk. Karbohidrat sederhana dapat membantu saat Anda mengalami sakit perut karena lebih mudah dicerna. Selain itu, karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti biji-bijian, roti gandum, dan serat dapat mengurangi peradangan.

Minuman berkafein

Minuman berkafein seperti kopi, soda, dan teh akan membuat Anda mengalami dehidrasi, sama seperti efek dari alkohol. Hal ini disebabkan karena kafein bersifat diuretik dan dapat menurunkan tingkat hidrasi. Minuman berkafein juga sebagian besar mengandung gula sehingga dapat menyebabkan peradangan dan sulit melawan infeksi.

Makanan berlemak

Makanan berlemak dan berminyak, seperti gorengan, selain meningkatkan kolesterol dalam darah juga dapat memperparah kondisi pilek atau flu karena dapat menyebabkan peradangan pada tenggorokan.

Vitamin C

Pada saat mengalami flu atau pilek mungkin Anda harus segera mengonsumsi vitamin C, termasuk buah-buahan bervitamin C seperti jeruk dan lemon karena dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Tetapi Anda pun harus berhati-hati dalam mengonsumsi buah-buahan tersebut karena mungkin dapat mengiritasi lapisan lambung dan menyebabkan sakit perut.

Apabila Anda mengalami mual saat mengonsumsi jeruk, sebaiknya Anda tidak mengonsumsinya terlebih dahulu sampai perut Anda sembuh. Dr. Sulapas menyarankan lebih baik Anda mengonsumsi suplemen vitamin C daripada mengonsumsi buah jeruk apabila Anda memiliki perut sensitif.

Baca selengkapnya: Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh

Makanan keras atau renyah

Sebaiknya Anda menghindari makanan renyah, keras, dan yang memiliki tekstur kasar saat Anda flu atau pilek, karena dapat mengiritasi tenggorokan sehingga memperparah batuk dan sakit tenggorokan Anda. Contoh makanan keras renyah dan bertekstur kasar antara lain kerupuk, kacang-kacangan, hingga sayuran mentah. Anda juga bisa berkumur dengan air garam untuk membantu menenangkan iritasi tenggorokan. 


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Segrave-Daly D. (2018). Food and remedies to help fight food and cold season. (https://eatrightpa.org/members/blog/food-remedies-fight-cold-flu/)
Nantz MP, et al. (2012). Supplementation with aged garlic extract improves both NK and γδ-T cell function and reduces the severity of cold and flu symptoms: A randomized, double-blind, placebo-controlled nutrition intervention. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22280901)
Nagai T, et al. (2011). Effects of oral administration of yogurt fermented with Lactobacillus delbrueckii ssp. bulgaricus OLL1073R-1 and its exopolysaccharides against influenza virus infection in mice. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21986509)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app