Sumber Zat Besi Penambah Stamina

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 2 menit
Sumber Zat Besi Penambah Stamina

Zat besi merupakan salah satu mineral penting untuk menjaga stamina tubuh agar tetap maksimal. Tak jarang suplemen juga harus dikonsumsi untuk menambah zat besi, namun mengonsumsi suplemen tambahan tentu harus dilakukan secara hati-hati dan dengan petunjuk dokter. 

Sebenarnya tanpa mengonsumsi suplemen apapun, stamina akan terjaga dan tercukupi hanya dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. Dalam menjalankan fungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh dan pembentukkan sel darah merah, tubuh memerlukan 18 mg zat besi setiap hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Manfaat zat besi bagi tubuh

Tubuh membutuhkan kandungan zat besi untuk berbagai macam fungsi dan kebutuhan. Manfaat zat besi bagi tubuh sendiri adalah sebagai berikut:

  • Memproduksi sel darah merah yang berperan penting mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh
  • Mencegah anemia yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit konsentrasi, kekurangan oksigen dan fungsi otak menurun
  • Menjaga sistem imun tubuh untuk melawan infeksi 
  • Komponen penting dari myogoblin yaitu protein yang membantu suplai oksigen ke otot
  • Membantu menjaga sistem kekebalan tubuh
  • Menjaga sel kulit, rambut, dan kuku agar selalu sehat
  • Baik untuk pertumbuhan bayi dan plasenta terutama pada masa penting trimester kedua dan ketiga kehamilan
  • Menjaga stamina tetap prima karena kadar hemoglobin yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh terjaga dan terpenuhi

Sumber-sumber makanan pilihan yang mengandung zat besi

Kebutuhan zat besi dapat terpenuhi melalui konsumsi makanan sehari-hari tanpa harus mengonsumsi suplemen. Namun beberapa jenis makanan yang mengandung banyak zat besi antara lain:

  • Daging merah hewani
  • Hati sapi
  • Biji-bijian
  • Kuning telur
  • Ikan, seperti ikan baronang dan ikan sarden
  • Kacang-kacangan
  • Buah kering seperti plum dan kismis
  • Beras coklat
  • Kedelai
  • Sayuran hijau berwarna gelap, seperti kangkung, bayam, sawi, daun singkong
  • Sereal yang difortifikasi dengan zat besi
  • Seafood atau makanan laut seperti oyster, kepiting, lobster
  • Boga bahari

Untuk wanita hamil tidak disarankan mengonsumsi hati secara berlebihan karena kandungan vitamin A yang tinggi dikhawatirkan berbahaya bagi janin dalam kandungan.

Baca juga: Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi

Kecukupan zat besi harian sesuai rekomendasi

Jumlah asupan zat besi pada setiap orang berbeda, hal ini tergantung pada jenis kelamin dan usia, yaitu:

  • Bayi usia 7-12 bulan membututuhkan 11 mg per hari
  • Balita usia 1-4 tahun membutuhkan 7 mg per hari
  • Anak 4-8 tahun membutuhkan 10 mg per hari
  • Anak 9-13 tahun membutuhkan 8 mg per hari
  • Remaja pria membutuhkan 11 mg per hari
  • Remaja wanita membutuhkan 15 mg per hari
  • Pria berusia lebih dari 18 tahun membutuhkan 8,7 mg per hari
  • Wanita berusia 19-50 tahun membutuhkan 14,8 mg per hari karena kebutuhannya bisa meningkat saat keadaan tertentu, yaitu saat haid atau hamil
  • Wanita berusia lebih dari 50 tahun membutuhkan 8,7 gram per hari

Mengonsumsi zat besi harus sesuai kebutuhan karena konsumsi zat besi berlebihan hingga 20 mg per hari dapat menimbulkan efek buruk bagi tubuh seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Susah buang air besar
  • Konstipasi

Kondisi tersebut bahkan bisa lebih berbahaya terjadi pada anak-anak. Maka dari itu, konsumsi makanan yang mengandung zat besi perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan harian sehingga tidak berlebihan. Konsultasikan juga pada dokter tentang pentingnya zat besi bagi tubuh dan dosis yang direkomendasikan sesuai petunjuk dokter.

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sports Dietitians Australia. (2009, February). Fact Sheet: Iron depletion in athletes (https://www.sportsdietitians.com.au/wp-content/uploads/2015/04/Iron_depletion_in_athletes.pdf)
National Institute of Health, Office of Dietary Supplements. (2016). Iron: Dietary supplement fact sheet. Retrieved from (https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-HealthProfessional/)
Institute of Medicine, Food and Nutrition Board. (2001). Dietary reference intakes: Vitamin A, Vitamin K, arsenic, boron, chromium, copper, iodine, iron manganese, molybdenum, nickel, silicon, vanadium, and zinc. National Academies Press: Washington, D.C (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25057538)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app