Macam Pendinginan yang Perlu Dilakukan Setelah Berlari

Dipublish tanggal: Mei 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Macam Pendinginan yang Perlu Dilakukan Setelah Berlari

Salah satu hal yang sebaiknya tidak boleh dilakukan setelah berlari adalah melewatkan tahap pendinginan dan langsung pulang ke rumah. Selelah apapun Anda setelah berlari, usahakan untuk selalu melakukan pendinginan. 

Pendinginan bermanfaat untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan memperkuat otot serta meminimalisir kemungkinan cedera. Sehingga sebaiknya Anda meluangkan sedikit waktu untuk melakukan pendinginan setelah berlari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pendinginan yang biasa dilakukan adalah berjalan atau peregangan. Namun, selain itu masih ada beberapa jenis pendinginan lain yang bisa Anda lakukan.

  • Kepala ke lutut

Peregangan yang satu ini adalah yang cukup seirng dilakukan para pelari. Anda bisa duduk dibawah dengan kaki kanan menekuk ke arah dalam namun kaki kiri tetap dalam keadaan lurus. Kemudian tekan telapak kaki kanan dengan paha kaki kiri. 

Coba tekuk tubuh ke arah kaki kiri sehingga kepala menyentuh lutut. Selain itu, usahakan bahu tetap sejajar dengan permukaan dan lakukan peregangan ini selama 30 detik sebelum tukar posisi kaki.

Saat melakukan peregangan paha, Anda bisa berdiri dengan tegak. Kemudian tarik kaki kanan dengan menggunakan tangan ke arah bokong. Pada bagian paha kanan depan akan terasa tertarik. 

Usahakan untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terjatuh dan sebisa mungkin coba untuk tidak berpegang pada apapun. Lakukan peregangan ini selama 15 detik untuk setiap kaki.

  • Peregangan low lunge

Pada peregangan low lunge, Anda bisa meleyakkan lutut kanan pada permukaan dan kaki kiri tetap lurus ke depan. Kemudian letakkn kedua tangan pada permukaan dan coba tekuk tubuh ke arah depan sekitar 90 derajat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tahan posisi ini selama 60 detik dan lakukan hal yang sama untuk kaki satunya.

  • Peregangan betis

Untuk melakukan peregangan betis, Anda bisa berdiri dengan tegak, kaki kanan berada di depan dan kaki kiri berada di belakang sehingga lurus dengan punggung. Posisi kaki usahakan sepenuhnya menapak dan lurus menghadap ke depan. 

Kemudian, tekuk kaki kanan dan secara perlahan turunkan tubuh sedikit. Anda akan merasakan tarikan pada bagian betis belakang pada kaki kiri. Lakukan latihan ini selama 15 detik untuk setiap kaki.

Masih dengan posisi yang sama dengan peregangan betis, posisikan kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang namun kaki harus tetap lurus dan tekuk kaki kiri. Kemudian letakkan tangan di pinggan dan letakkan telapak tangan kanan sehingga menapak bagian tumit. 

Dengan kaki kiri masih menekuk, tekuk badan ke arah kaki kanan sedikit. Selama melakukan peregangan hamstring, pastikan punggung tetap lurus. Lakukan peregangan ini setiap 15 detik untuk setiap kaki.

  • Kupu-kupu

Untuk peregangan kupu-kupu, Anda hanya perlu duduk di lantai kemudian tekuk kedua kaki ke arah dalam. Sehingga telapak kaki kanan dan kiri saling berhadapan atau seperti posisi hendak duduk bersila. 

Kemudian tekuk badan ke arah depan secara perlahan untuk meningkatkan intensitas. Anda bisa melakukan latihan ini selama 30 detik.

Apa yang harus dilakukan sebelum pendinginan?

Saat melakukan pendinginan setelah berlari, usahakan untuk bernapas secara dalam-dalam dan teratur. Anda tidak boleh mersa sakit saat melakukan gerakan peregangan tersebut karena tujuan dari latihan peregangan adalah mengjilangkan sakit, mengurangi pegal, dan mencegah cedera setelah berlari. 

Bila Anda merasakan sakit saat melakukan gerakan pendinginan, Anda sebaik berkonsultasi dengan dokter perihal keluhan tersebut.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app