Macam-macam Cara Mengatasi Pengapuran Tulang

Pengeroposan tulang atau yang biasa disebut dengan osteoporosis merupakan pengeroposan tulang akibat berkurangnya kepadatan tulang dan hilangnya kandungan kalsium dalam tulang. Osteoarthritis menjadi salah satu penyebab terjadinya pengapuran tulang.
Dipublish tanggal: Agu 16, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Macam-macam Cara Mengatasi Pengapuran Tulang

Terbentuknya jaringan tulang pada tepi atau bagian tertentu di tulang akibat deposit kalsium disebut dengan pengapuran tulang

Banyak persepsi orang yang menganggap bahwa pengapuran itu berhubungan dengan pengeroposan tulang. Berikut akan diulas makna dari pengapuran tulang dan penyebab-penyebabnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pengeroposan tulang atau yang biasa disebut dengan osteoporosis merupakan pengeroposan tulang akibat berkurangnya kepadatan tulang dan hilangnya kandungan kalsium dalam tulang. 

Osteoarthritis menjadi salah satu penyebab terjadinya pengapuran tulang. Selain itu pengapuran sendi dapat terjadi karena proses penuaan.

Pengapuran tulang ini bisa terlihat melalui rontgen tulag dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 

Kondisi ini umumnya tidak memiliki gejala, hanya saja akibat adanya pengapuran tulang akan terjadi kerusakan lebih lanjut pada area otot dan ligamen

Kondisi yang menyebabkan osteoarthritis

Penyebab dari osteoarthritis memang belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga penyebab dari osteoarthritis:

1. Faktor usia dan kelamin

Ada pendapat yang menyatakan bahwa wanita lebih rentan mengalami osteoarthritis dibanding pria. Namun belum ada penjelasan yang memuaskan akan pendapat tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Jenis pekerjaan 

Pekerjaan yang memungkinkan terjadinya cedera seperti penggunaan sendi dalam gerakan yang berulang-ulang dapat memicu osteoarthritis.

3. Olahraga

Olahraga yang dilakukan dengan gerakan yang sama secara terus-menerus juga dapat memicu terjadinya osteoarthritis.

4. Kecelakaan 

Kurangnya hati-hati dan tidak mematuhi rambu lalu lintas dapat menyebabkan kecelakaan yang akhirnya bisa memicu osteoarthritis.

5. Obesitas

Kondisi tubuh seseorang yang mengalami obesitas dapat memicu osteoarthritis karena sendi penopang badan menanggung beban yang berlebihan. 

Mengatasi pengapuran tulang secara mandiri

Apabila pengapuran tulang sudah terlanjur diderita, maka lakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi kondisi yang lebih parah lagi.

1. Menurunkan berat badan

Bagi Anda yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan dapat memulai diet. Hal ini supaya sendi-sendi tubuh Anda tidak menopang beban yang berlebihan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Olahraga

Olahraga menjadi salah satu solusi untuk untuk mengurangi resiko osteoarthritis yang lebih parah. Kegiatan ini akan membuat otot-otot di sekitar sendi di sekitar pengapuran akan lebih stabil.

3. Kompres hangat atau dingin

Bagi Anda yang menderita osteoarthritis tentu akan mengalami rasa sakit akibat osteoarthritis. 

Oleh karena itu, Anda dapat mengkompres bagian yang sakit dengan air hangat yang berfungsi untuk melemaskan otot atau dengan air dingin yang akan mengurangi rasa nyeri.

4. Memakai obat pereda rasa sakit

Bagi yang merasakan sakit pada area sendi yang mengalami osteoarthritis dapat mengoleskan krim atau gel yang berperan untuk meredakan rasa sakit.

5. Memakai alat bantu

Alat yang digunakan untuk membantu penderita osteoarthritis umumnya tongkat. Namun perlu diketahui bahwa kebutuhan setiap penderita berbeda-beda sehingga lebih baik konsultasikan dulu ke dokter.

Obat dan terapi yang bisa dijalani

Rasa sakit akibat penyakit osteoarthritis dapat  diatasi dengan obat seperti paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang diresepkan oleh dokter untuk meredakan nyeri. 

Namun bagi Anda yang ingin mencoba metode pengobatan lain untuk mengatasi osteoarthritis dapat mencoba metode terapi. 

Beberapa terapi yang mampu memperkuat otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran sebagai berikut:

1. Fisioterapi

Fisioterapi ini berperan untuk mengembalikan otot-otot agar kembali menguat. Dengan begitu penderita akan bergerak lebih leluasa dari sebelumnya. Fisioterapi ini perlu dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan hasil yang maksimal sehingga penderita harus sabar. Dokter akan terus memantau perkembangan si penderita sehingga meminimalisir kesalahan dalam proses terapi. 

2. Terapi okupasi

Terapi okupasi ditangani oleh ahli terapi yang akan mengarahkan penderita untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan aman. Dengan begitu penderita osteoarthritis tidak akan menyusahkan orang-orang sekitarnya dan lebih hidup secara mandiri.

3. Sepatu khusus

Biasanya penderita osteoarthritis akan mengalami kesakitan saat berjalan. Oleh karena itu diperlukan sepatu khusus yang dapat mengurangi rasa sakit penderita saat berjalan.

Bila aktivitas di atas tidak meringankan kondisi Anda maka segera konsultasi ke dokter. Penyakit osteoarthritis yang sudah parah tentu tidak bisa diatasi hanya dengan perubahan pola gaya hidup. 

Oleh karena itu segera pergi ke dokter yang ahli sendi untuk meminta solusi terbaik untuk kondisi Anda. 

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Calcium beyond the bones. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/womens-health/calcium-beyond-the-bones)
Calcification: Types and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/calcification)
Arterial calcification and bone physiology: role of the bone-vascular axis. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3423589/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app