Mudah Lelah dan Sering Sesak Napas Setelah Sembuh COVID-19? Coba Latihan Pernapasan Ini, Yuk!

Dipublish tanggal: Jun 18, 2021 Update terakhir: Jun 18, 2021 Waktu baca: 4 menit
Mudah Lelah dan Sering Sesak Napas Setelah Sembuh COVID-19? Coba Latihan Pernapasan Ini, Yuk!

Ringkasan

Buka

Tutup

    • Penyintas COVID-19 bisa saja tetap merasakan gejala ringan, seperti mudah lelah dan sesak napas.
    • Latihan pernapasan dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala tersebut.
    • Latihan pernapasan juga dapat membantu memperbaiki fungsi kerja paru-paru serta mengurangi efek mudah lelah dan stres.
    • Salah satu teknik latihan pernapasan yang disarankan adalah latihan pernapasan secara mendalam melalui diafragma.
    • Jangan lupa untuk tetap aktif bergerak dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pasca-sembuh dari infeksi virus corona.
    • Klik untuk membeli paket medical check up atau test COVID-19 dengan harga bersahabat di klinik kesehatan terdekat melalui HDmall.

    Para penyintas COVID-19 bisa saja tetap merasakan berbagai gejala, seperti mudah lelah dan sesak napas. Namun, tenang dulu. Untuk membantu meringankan gejala sesak napas, kamu bisa mencoba latihan pernapasan secara rutin, lho!

    Para penyintas COVID-19 disarankan melakukan latihan pernapasan secara rutin untuk membantu memperbaiki kinerja saluran pernapasan dan memulihkan fungsi paru-paru. Manfaat latihan pernapasan lainnya adalah:

    Iklan dari HonestDocs
    Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

    Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

    • Meningkatkan kapasitas paru-paru
    • Memperlancar pertukaran udara
    • Mengurangi rasa cemas dan stress 
    • Memperkuat bagian diafragma
    • Mengurangi gejala mudah lelah
    • Memperbaiki kualitas tidur

    Baca juga: Cara Atasi Sulit Tidur dengan Teknik Pernapasan 4-7-8

    Latihan pernapasan yang dianjurkan bagi penyintas COVID-19

    Untuk menjaga kesehatan paru-paru, terutama penyintas COVID-19, ada 4 jenis latihan pernapasan yang dianjurkan.

    1. Latihan pernapasan diafragma (diaphragmatic breathing)

    Latihan pernapasan diafragrma atau perut ini dapat menjadi salah satu jenis latihan pernapasan untuk membantu mengembalikan fungsi paru-paru dari kerusakan akibat paparan virus corona.

    Latihan pernapasan mendalam dengan bagian perut dan diafragma ini bertujuan untuk mengisi bagian perut dengan udara hingga penuh dan perut mengembang tanpa terlalu memberatkan bagian dada. Dengan begitu, tarikan napas mendalam dapat lebih mudah dilakukan. 

    Teknik pernapasan diafragma juga menjadi dasar dari berbagai teknik meditasi dan relaksasi untuk membantu mengurangi tingkat stres serta menjaga tekanan darah normal. Latihan pernapasan yang satu ini umumnya dibagi menjadi 3 teknik dasar, yaitu:

    a. Latihan pernapasan perut

    Iklan dari HonestDocs
    Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

    Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

    Cara melakukan latihan pernapasan perut adalah: 

    • Duduk atau berbaring dengan rileks
    • Letakkan tangan di perut dan dada
    • Tarik napas melalui hidung secara perlahan
    • Rasakan adanya pergerakan pada bagian perut
    • Hembuskan napas melalui mulut secara perlahan

    Ulangi latihan pernapasan ini selama 1 menit atau 10 kali setiap hari atau lakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kondisi kamu. Latihan pernapasan diafragma ini juga bisa dilakukan ketika sedang berbaring ataupun berdiri.

    Baca juga: 3 Faktor Penyebab Terjadinya Kerusakan Paru-paru Akibat Covid-19

    b. Latihan pernapasan numbered breathing

    Manfaat latihan pernapasan numbered breathing bagi para penyintas COVID-19 ini adalah untuk membantu meningkatkan kapasitas paru-paru. Latihan pernapasan numbered breathing yang masih menjadi bagian dari teknik pernapasan diafragma ini dapat diulang sampai 8 kali tanpa jeda.

    Cara melakukan latihan pernapasan numbered breathing juga mudah dan bisa dilakukan sambil berdiri. Tarik napas melalui hidung dengan mata tertutup, lalu hitung 1 dalam hati. Kemudian, kamu dapat menarik napas lanjutan selama beberapa detik dan menghembuskannya. Lakukan latihan pernapasan berulang ini hingga hitungan ke-8.

    Iklan dari HonestDocs
    Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

    Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

    c. Latihan pernapasan rib stretch

    Mirip dengan latihan pernapasan diafragma lainnya, latihan pernapasan rib stretch mudah dilakukan oleh siapa saja, termasuk para penyintas COVID-19. Latihan ini membantu meningkatkan kapasitas paru-paru menjadi lebih optimal jika dilakukan secara rutin 2-3 kali setiap hari.

    Latihan pernapasan ini dapat dilakukan dengan berdiri tegak. Kamu dapat memulainya dengan menarik napas sedalam mungkin dan tahan sekitar 10 detik atau sesuai kemampuan. Tingkatkan secara bertahap hingga mencapai 20 detik untuk 1 sesi tahan napas, lalu hembuskan napas hingga seluruh oksigen keluar. 

    2. Latihan pernapasan pursed-lips breathing

    Manfaat latihan pernapasan pursed-lips breathing (PLB) bagi para penyintas COVID-19 adalah untuk mengurangi jumlah napas yang diambil dan membuat saluran pernapasan terbuka lebih lama. Latihan pernapasan pursed-lips breathing ini juga baik dilakukan oleh penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

    Cara melakukan latihan pernapasan pursed-lips breathing juga mudah dan bisa dilakukan sambil duduk ataupun berdiri. Kamu hanya perlu mengambil napas melalui hidung dan mengeluarkannya secara perlahan melalui mulut yang mengerut. Ulangi hingga beberapa kali.

    3. Latihan pernapasan sambil menguap dan tersenyum (yawn to a smile)

    Latihan pernapasan yawn to smile bermanfaat untuk membuka otot-otot di bagian dada yang dapat membantu diafragma mengembang sepenuhnya sekaligus memperkuat otot lengan dan bahu. Latihan pernapasan ini bisa dilakukan sembari duduk dengan posisi punggung yang tegak.

    Caranya adalah dengan menggabungkan teknik pernapasan mendalam dengan koordinasi gerakan lengan dan bahu. Angkat lengan setinggi bahu hingga ke atas kepala dan buka mulut kamu selebar mungkin seperti gerakan menguap. Setelahnya, turunkan lengan dan bentuk gerakan tersenyum selama 2-3 detik. Ulangi latihan pernapasan ini setiap hari.

    4. Latihan pernapasan sambil bersenandung (humming)

    Teknik latihan pernapasan sambil bersenandung seringkali digunakan dalam gerakan yoga. Tujuannya adalah mendapatkan sebanyak mungkin oksigen ke dalam paru-paru dalam setiap tarikan napas. Hal ini pun dipercaya dapat membantu memberikan efek menenangkan. 

    Metode humming dalam latihan pernapasan bagi penyintas COVID-19 dapat dilakukan dengan cara:

    • Duduk tegak, letakkan tangan pada sisi perut bagian bawah
    • Biarkan mulut tetap tertutup dan letakkan lidah di langit-langit mulut 
    • Tarik napas dalam dan perlahan melalui hidung
    • Jaga agar bahu tetap rileks pada posisinya 
    • Setelah paru-paru terasa penuh, hembuskan napas sambil bersenandung

    Baca juga: 7 Manfaat Yoga untuk Kesehatan Fisik dan Mental

    Selain rutin melakukan latihan pernapasan seperti di atas, aktivitas fisik atau olahraga lain, seperti jalan cepat, lari, maupun berenang juga bisa membantu menjaga kesehatan paru-paru, termasuk meningkatkan fungsi kerja paru-paru, jantung, serta laju pernapasan normal.

    Penyintas COVID-19 sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama cek kondisi paru-paru melalui rontgen untuk mengetahui kondisi kesehatan paru-paru dan mencegah risiko komplikasi COVID-19 yang mungkin terjadi. Ikuti anjuran dokter dan konsumsi suplemen vitamin yang diperlukan untuk mendukung pemulihan agar tubuh kembali prima.

    Baca juga: 3 Risiko Komplikasi Covid-19 pada Paru-paru

    4 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Buka di app