Cara Atasi Sulit Tidur dengan Teknik Pernapasan 4-7-8

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Okt 7, 2019 Waktu baca: 2 menit
Cara Atasi Sulit Tidur dengan Teknik Pernapasan 4-7-8

Pada dasarnya setiap manusia butuh waktu untuk mengisirahatkan tubuhnya, salah satunya caranya dengan tidur dan beristirahat. Akan tetapi mungkin banyak di antara Anda yang mengalami kesulitan ketika ingin tidur pulas di malam hari.

Berbagai cara pun sudah dilakukan agar Anda bisa segera terlelap namun mata masih tak kunjung mau terpejam dan tertidur, termasuk menggunakan penutup mata, mendengarkan musik santai, menggunakan penyumbat telinga, menggunakan minyak aromaterapi, ataupun mematikan lampu. Tetapi Anda juga dapat coba mengatasi sulit tidur dengan teknik 4-7-8 berikut ini.

Cara Atasi Sulit Tidur dengan Teknik Pernapasan 4-7-8

Penyebab orang susah tidur memang beragam, termasuk terlalu banyak minum kopi, keasikan scrolling media sosial, bermain game, atau akibat stress pikiran. Namun tidak sedikit pula orang yang memang menderita insomnia atau beberapa kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan rasa tidak enak dan membuat waktu tidur Anda terganggu.

Baca juga: Efek Gangguan Tidur Akibat Kafein

Jika Anda mengalami masalah tidur apa pun penyebabnya, Anda bisa menggunakan teknik 4-7-8 sebagai solusi untuk mengatasi masalah tidur. Simak beberapa langkah berikut agar Anda bisa segera tidur nyenyak:

  • Taruh ujung lidah pada langit-langit mulut dengan posisi ujung lidah berada di belakang deretan gigi bagian atas. Tahan lidah pada posisi tersebut sampai akhir proses
  • Buang napas secara perlahan melalui mulut hingga keluar bunyi mendesis
  • Tutup kedua bibir sembari menarik napas lewat hidung dengan menghitung sampai hitungan keempat (ke-4)
  • Tahan napas hingga hitungan ketujuh (ke-7)
  • Dalam hitungan kedelapan (ke-8) buang napas Anda melalui mulut 
  • Ulangi kembali langkah tersebut dari awal sampai akhir sebanyak tiga kali

Apa Itu Teknik Pernapasan 4-7-8?

Teknik 4-7-8 ini bertujuan untuk membuat pikiran menjadi lebih tenang dan rileks sehingga Anda akan mudah tertidur. Dikembangkan pertama kali oleh dr. Andrew Weil yang merupakan seorang dokter penyakit dari sekolah kedokteran Harvard. Menurut dr. Andrew Weil, untuk membuat tubuh menjadi tenang dan rileks adalah dengan mengolah pernapasan secara benar. Teknik pernapasan sendiri sudah dikenal sejak jaman India kuno bernama pranayama pada beberapa abad lalu.

Dr. Andrew menjelaskan bahwa teknik ini belum tentu bsia langsung dirasakan efeknya pada percobaan pertama. Namun jika Anda sering menggunakan teknik ini maka pernapasan Anda semakin lama akan semakin terbiasa sehingga tubuh Anda pun semakin tenang dan rileks. Ketika sudah pada level tertentu, tubuh Anda akan mulai terbiasa sehingga dapat tertidur lebih cepat bahkan kurang dari 1 menit.

Hal yang harus Anda ketahui bahwa teknik 4-7-8 ini hanya bersifat membantu Anda yang mengalami susah tidur. Jadi jika memang Anda sedang menjalani perawatan medis atau pengobatan karena masalah sulit tidur, teknik ini hanya dapat dijadikan sebagai tambahan bukan bertujuan untuk menggantikan pengobatan yang Anda jalani. Tetapi untuk memastikan kondisi Anda, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai teknik ini.

Relaksasi pernapasan dan manfaatnya untuk tubuh Anda

Teknik ini mudah dilakukan di manapun Anda berada karena tidak perlu menggunakan peralatan khusus. Selain untuk mengatasi kesulitan tidur, menurut ahli bedah dari Amerika Serikat, dr. Michelle Gordon, teknik pernapasan 4-7-8 juga dapat memberikan manfaat lain bagi tubuh, terutama bagi mereka yang akan menjalani operasi atau proses pemulihan paska operasi. 

Teknik 4-7-8 yang menggunakan pernapasan sebagai media utamanya dapat memberikan manfaat relaksasi kepada pasien sehingga kualitas istirahat pasien menjadi semakin baik. Beberapa gangguan seperti stres, depresi, maupun kecemasan dapat juga diatasi dengan teknik pernapasan 4-7-8 ini. Selain itu, dengan teknik sederhana ini juga sistem saraf dan fungsi kognitif menjadi semakin meningkat.


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Self-Regulation of Breathing as an Adjunctive Treatment of Insomnia. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6361823/)
Relaxation Exercise. National Sleep Foundation. (https://www.sleepfoundation.org/insomnia/treatment/relaxation-exercise)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
7 Cara Agar Tidak Kehabisan Napas Saat Lari
7 Cara Agar Tidak Kehabisan Napas Saat Lari

Kehabisan nafas saat lari bisa disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya melakukan kesalahan saat berlari, mengidap penyakit asma, alergi, dan lainnya. Jika Anda juga memiliki masalah yang sama dengan yang sudah disebutkan, sementara Anda ingin melakukan olahraga lari, Anda tidak perlu khawatir. Berikut ini ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu Anda bernapas lebih baik saat berlari.

Buka di app