Lantus: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Mei 8, 2019 Waktu baca: 4 menit

Diabetes mellitus adalah penyakit di mana tubuh Anda tidak menghasilkan cukup insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Pengobatan diabetes yang tidak terkontrol dengan pengobatan menggunakan obat-obatan anti-diabetik dapat dilakukan dengan pemberian insulin.

Sayangnya di masyarakat, kata "insulin" dapat menanamkan rasa takut pada banyak orang yang memiliki atau yang berisiko terkena diabetes. Beberapa mitos yang beredar di masyarakat adalah ketika Anda harus menggunakan insulin, maka Anda akan menjadi buta atau kehilangan anggota tubuh Anda. 

Insulin di kalangan masyarakat juga dipercaya dapat menyebabkan kenaikan berat badan Anda. Atau dengan kata lain orang yang menerima insulin berarti diabetes Anda memburuk.       

Kenyataan mitos-mitos tentang insulin ini tidak benar. Faktanya, insulin adalah obat yang menyelamatkan jiwa: tanpanya, orang dengan diabetes tipe 1 tidak akan hidup lama, dan banyak orang dengan diabetes tipe 2 akan mengalami kondisi yang jauh lebih buruk. 

Penemuan insulin sangat penting sehingga sering disebut sebagai salah satu perkembangan medis terbesar abad ke-20.

Insulin sendiri adalah hormon yang dibuat di dalam sel beta pankreas, dan salah satu peran utamanya adalah membantu mengatur, atau mengontrol, gula darah Anda. 

Ketika ada cukup insulin dalam tubuh, maka dapat membantu menjaga gula darah Anda tidak terlalu tinggi. Pada orang yang tidak menderita diabetes,insulin dapat mengontrol gula darah dengan sangat hati-hati dan ketat, tetap dalam kisaran yang aman dan sehat.

Mengenai Lantus

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Suntik

Kandungan:

Obat insulin 

Apa itu Lantus?

Ada banyak jenis insulin dan mereka diserap pada tingkat yang berbeda dan bekerja dalam berbagai periode waktu. Lantus adalah nama merek dagang dari insulin glargine. Insulin glargine adalah insulin yang berkerja jangka panjang. 

Dibutuhkan sekitar 90 menit untuk mulai bekerja setelah injeksi, dan berhenti bekerja setelah sekitar 24 jam. Setelah injeksi, insulin glargine dilepaskan secara perlahan dan terus-menerus ke dalam aliran darah.

Lantus diindikasikan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 1 dan diabetes mellitus tipe 2 pada orang dewasa, remaja dan anak berusia 2 tahun ke atas yang sudah menjalani pengobatan dengan perubahan pola hidup dan obat anti-diabetik namun tidak dapat mencapati target gula darah yang diinginkan.

Siapa yang tidak boleh menggunakan obat ini?

Pada kondisi-kondisi tertentu, sebaikanya Anda jangan menggunakan insulin glargine, karena penggunaan insulin pada kondisi seperti :

  • alergi terhadap insulin atau salah satu bahan obat
  • menderita koma diabetes
  • memiliki kondisi gula darah rendah (hipoglikemia)

Dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Penggunaan lantus harus diawasi oleh dokter ahli endokrin, oleh karenanya diskusikan kondisi kesehatan Anda sebelum Anda mulai pengobatan menggunakan obat ini.

Bagaimana dosis dan cara penggunaan Lantus?

Lantus adalah insulin kerja panjang yang bekerja lambat selama sekitar 24 jam. Anda mungkin harus menggunakan Lantus dalam kombinasi dengan jenis insulin lain atau dengan jenis obat diabetes oral untuk menjaga gula darah Anda tetap terkendali. Injeksi Lantus tersedia dalam:

  • 10 mililiter (ml) botol (1.000 unit / 10 ml)
  • Sistem kartrid 3 ml hanya untuk digunakan di OptiClik (300 unit / 3 ml)
  • 3 ml SoloStar pen insulin (300 Unit / 3 ml)

Dosis Lantus didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons Anda terhadap pengobatan. Dokter Anda akan memberi Anda instruksi yang sangat spesifik tentang berapa banyak Lantus yanh akan Anda gunakan setiap hari.

Lantus dapat diberikan kapan saja , tetapi harus diambil pada waktu yang sama setiap hari. Jika Anda menggunakan terapi insulin, penting bagi Anda untuk memantau kadar glukosa darah Anda.

Jika Anda menderita diabetes tipe 1, dokter akan meresepkan Lantus dengan insulin kerja pendek. Jika Anda menderita diabetes tipe 2, dokter mungkin memberi Anda dosis 10 unit setiap hari dan kemudian menyesuaikan Lantus sesuai dengan kebutuhan Anda.

Efek Samping apa yang dapat ditimbulkan dari penggunaan Lantus?

Menggunakan obat dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menyebabkan gula darah rendah, yang dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Panas dingin
  • Keringat dingin
  • Penglihatan kabur
  • Pusing atau kantuk
  • Gemetar
  • Detak jantung cepat
  • Kelemahan
  • Kesemutan pada tangan / kaki
  • Kelaparan

Menggunakan obat dalam jumlah yang terlalu seditiki dapat menyebabkan gula darah tinggi, yang dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Haus
  • Peningkatan buang air kecil
  • Kebingungan
  • Mengantuk atau memerah
  • Napas cepat
  • Bau nafas buah-buahan

Beri tahu dokter Anda jika ada gejala-gejala ini terjadi karena dosis Lantus Anda mungkin perlu diubah.

Efek samping yang serius:

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun bila terjadi, segera cari pertolongan medis jika Anda melihat salah satu dari tanda-tanda reaksi alergi serius seperti berikut:

  • Ruam
  • Gatal / bengkak (terutama wajah, lidah, atau tenggorokan)
  • Pusing parah
  • Sulit bernafas

Daftar efek samping di atas, bukanlah daftar efek samping lengkap mengenai penggunaan obat ini. Untuk informasi lebih lengkap mengenai efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan obat ini, periksa pada label informasi yang tertera pada kemasan, atau konsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi dengan produk obat lain dan bentuk interaksi lainnya

Sejumlah zat dapat mempengaruhi metabolisme glukosa darah. Oleh karena itu memerlukan penyesuaian dosis insulin glargine.

Zat yang dapat meningkatkan efek penurun glukosa darah dan meningkatkan terjadinya hipoglikemia meliputi produk obat antidiabetik oral, penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE), disopyramide, fibrates, fluoxetine, penghambat monoamine oksidase (MAO), pentoxifylline, propoxyphene, salamilat dan sulfametason antibiotik.

Zat yang dapat mengurangi efek penurun glukosa darah termasuk kortikosteroid, danazol, diazoksida, diuretik, glukagon, isoniazid, estrogen dan progestogen, turunan fenotiazin, somatropin, produk obat simpatomimetik (mis. Epinefrin [adrenalin], salbutamol, hormon tiroid) , produk obat antipsikotik atipikal (misalnya clozapine dan olanzapine) dan protease inhibitor.

Beta-blocker, clonidine, garam lithium atau alkohol dapat meningkatkan atau mengurangi efek penurun glukosa darah akibat insulin.

Selain itu, di bawah pengaruh produk obat simpatolitik seperti beta-blocker, clonidine, guanethidine, dan reserpin, dapat mengurangi efek adrenergik.

Beri tahu dokter Anda mengenai semua pengobatan yang Anda gunakan termasuk obat dengan resep dokter dan obat-obatan bebas yang Anda gunakan seperti vitamin, mineral, produk herbal, dan suplemen. Jangan mulai menggunakan obat baru tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu.


36 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
U.S. Food and Drug Administration. (2015, December 16). FDA approves Basaglar, the first “follow-on” insulin glargine product to treat diabetes [Press release] (http://www.fda.gov/NewsEvents/Newsroom/PressAnnouncements/ucm477734.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app