Lanolin: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Mar 5, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 3 menit

Lanolin termasuk ke dalam golongan emolien yang memiliki fungsi untuk melembapkan dan melembutkan kulit. Lanolin ini berasal dari zat berminyak pada kulit domba dan penggunaannya bermanfaat untuk mencegah dan mengobati masalah-masalah pada kulit, seperti kulit yang kasar, kering, bersisik, dan gatal. 

Obat ini juga sering dimanfaatkan untuk memberikan perlindungan pada kulit dari paparan terapi sinar (radiasi). Lanolin juga banyak digunakan untuk melindungi kulit bayi dari ruam popok

Lanolin termasuk ke dalam kategori obat bebas, sehingga dapat dibeli di apotek, toko obat, dan swalayan. Bentuk sediaan lanolin antara lain krim, bedak, dan baby oil. Contoh produk yang menandung lanolin adalah Decubal, Yanthi Baby Oil, dll. Ikuti semua petunjuk pada label untuk penggunaan yang tepat. 

Lanolin hanya digunakan secara topikal hindari area sensitif, seperti area di sekitar mata, mulut hidung, dan daerah vagina/ selangkangan, kecuali label atau dokter mengarahkan sebaliknya. 

Periksa label untu mengetahui setiap area atau jenis kulit di mana produk tidak boleh digunakan (misalnya pada wajah, area kulit yang pecah-pecah, luka terbuku, teriris, tergores, atau pada area kulit yang baru saja dicukur).

Cara kerja obat Lanolin 

Kulit kering disebabkan oleh hilangnya air di lapisan atas kulit. Lanolin bekerja sebagai emolien dengan membentuk lapisan berminyak pada bagian atas kulit, sehingga air tidak mudah menguap. 

Lapisan berminyak yang dibuat oleh lanolin inlah yang menyebabkan lanolin dapat membuat kulit menjadi lebih lembap, tidak menjadi kering, serta dapat melembutkan kulit.

Manfaat dan efek samping Lanolin                       

Lanolin bermanfaat untuk melembapkan kulit, melembutkan kulit, mencegah dan mengobati masalah-masalah pada kulit, seperti kulit yang kasar, kering, bersisik, dan gatal. Selain untuk  melindungi kulit dari cedera ringan akibat efek buruk terapi sinar (radiasi), lanolin juga  banyak digunakan untuk melindungi kulit bayi dari ruam popok. 

Lanolin juga sama seperti obat-obatan lain yang memiliki potensi efek samping, seperti gatal, ruam, bengkak pada tenggorokan, lidah, atau wajah, kulit menjadi merah, terasa panas atau menyengat, bahkan hingga mengalami iritasi, pusing, dan sesak napas. 

Apabila mengalami efek-efek yang disebutkan diatas sebanyaiknya segera konsultasikan kepada dokter atau petugas medis.

Dosis obat Lanolin 

Dosis Lanolin yang biasanya digunakan untuk sediaan topikal berbeda-beda tergantung dari bentuk sediaan dan merek produk. Pada kulit kering, oleskan lanonin pada kulit sesuai kebutuhan. 

Disarankan untuk membaca aturan pakai sebelum menggunakan lanolin. Lanolin sebaiknya digunakan setelah mandi ketika kulit masih dalam keadaan lembap. Penggunaannya dengan cara dioleskan. 

Namun, penggunaan untuk mengatasi ruam popok pada bayi kulit yang akan dioleskan lanolin harus dikeringkan terlebih dahulu. Gunakan lanolin secara teratur untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Kontraindikasi 

Lanolin ini penggunaannya dikontraindikasikan untuk pasien-pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap obat ini.

Peringatan dan perhatian terhadap obat Lanolin 

Hati-hati penggunaannya pada jika memiliki kondisi luka terbuka, infeksi, luka iris pada kulit, dan jerawat karena lanolin dapat membuat jerawak bertambah parah. Sebagian produk lanolin dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. 

Konsultasikan kepada petugas medis apabila penggunaan lanolin pada kulit yg terkena langsung sinar matahari. Penggunaan lanolin pada daerah sensitive seperti mata atau bagian kemaluan, baiknya dihindari atau dengan pengawasan tenaga medis. 

Jangan menggunakan lanolin pada area kulit di dalam hidup dan di sekitar mulut. Jika lanolin tertelan, cuci segera mulut dan hubungi petugas medis. Jika setelah penggunaan lanolin kondisi memburuk atau mengalami reaksi alergi, segera temui dokter. 

Apabila akan menggunakan obat ini pada wanita hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau petugas medis.

Penyimpanan obat Lanolin 

Informasi penyimpanan dapat dilihat pada kemasan obat. Simpan pada tempat kering dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jika anda memiliki pertanyaan tentang penyimpanan, tanyakan kepada apoteker. 

Jauhkan semua produk obat dari anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan simpan obat pada kondisi panas tinggi dan jangan simpan atau jangan menggunakannya di dekat nyala api terbuka. 

Buanglah produk ini dengan benar apabila sudah kadaluarsa atau tidak lagi diperlukan. Konsultasikan dengan apoteker tentang cara membuang produk obat dengan aman.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app