Penis Kurang Keras Saat Ereksi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 25, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penis Kurang Keras Saat Ereksi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Seorang pria yang terangsang normalnya akan mengalami ereksi atau penis 'berdiri' atau mengeras. Terkadang, meski telah terangsang dan mengalami ereksi, beberapa pria mengeluh penisnya tidak mengeras alias tetap 'lembek'. Kira-kira, apa penyebab penis kurang keras saat ereksi dan bagaimana mengatasinya? Berikut informasi lengkapnya.

Apa penyebab penis kurang keras saat ereksi?

Ereksi merupakan hasil dari interaksi antara otot penis, sistem saraf pusat perifer, hormon, pembuluh darah, dan kondisi mental. Selain itu, kemampuan ereksi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis maupun kondisi fisik masing-masing pria.

Iklan dari HonestDocs
Beli Ericfil Tablet 100mg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Ericfil 100 mg 4s 1

Tak hanya kaum wanita, pria juga bisa sensitif dan juga emosional. Bahkan, perasaan dan pikiran pria juga menentukan kemampuan penis dalam mempertahankan ereksi. Jika perasaannya sedang sedih atau emosi, maka pria bisa kehilangan gairah sehingga penis menjadi lembek. 

Agar lebih jelas, berikut penyebab penis kurang keras saat ereksi, antara lain:

1. Kekurangan vitamin D

Kekurangan vitamin D ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan tulang dan gigi, melainkan juga mengganggu kemampuan penis dalam ereksi. 

Menurut penelitian yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine, pria yang tak cukup vitamin D memiliki penis yang lembek, daripada pria yang asupan vitamin D-nya cukup. Selain bikin penis keras, vitamin D juga dapat membuat penis lebih tahan lama ketika ereksi.

Untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dalam tubuh, cara termudahnya adalah dengan rutin berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi. Jangan lupa juga dengan memperbanyak asupan makanan yang mengandung vitamin D seperti sereal oatmeat, telur, roti, dan salmon.

Baca Juga: Kenapa Anda Tidak Perlu Percaya Iklan Pembesar Penis?

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

2. Kurang minum kopi

Sebuah studi menemukan hasil mengejutkan, bahwa 42% pria yang kurang minum kopi kurang dari 2 gelas sehari akan mengalami ereksi secara tidak normal. Bagaimana hal ini bisa terjadi? 

Ternyata, kandungan kafein dalam kopi mampu memicu pembuluh darah dan otot pada penis lebih rileks. Tanpa disadari, hal ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ketika ejakulasi, sehingga penis bisa ereksi dengan maksimal.

3. Sedang tidak mood

Penyebab lain dari ereksi tidak normal adalah kondisi pria yang tidak sedang mood. Hal ini bisa dipengaruhi oleh perasaan depresi, stres, maupun cemas. 

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya cobalah untuk lebih terbuka dengan pasangan. Sebab, komunikasi yang baik dapat membantu ereksi berjalan lebih normal.

Cara agar ereksi kuat dan tahan lama

Penis kurang keras saat ereksi bukanlah akhir dari segalanya. Anda beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar penis bisa ereksi lebih kuat, hebat, dan tahan lama.

Berikut caranya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

1. Berhenti merokok

Pasti Anda sudah tidak asing dengan dampak merokok terhadap kemampuan penis dalam ereksi. Nah, jika Anda merupakan seorang perokok aktif dan ingin memiliki kondisi penis yang prima, sebaiknya mulailah untuk  berhenti merokok sekarang juga.

Baca Juga: Merokok Memperpendek Penis, Betulkah?

2. Konsumsi cokelat hitam

Cokelat hitam atau dark chocolate rupanya bisa menjadi obat ereksi yang paling sederhana. Pasalnya, dalam coklat hitam ini terdapat epicatechin atau senyawa tumbuhan yang mampu memicu pelepasan zat kimia pada arteri. Hal ini dapat membantu mengatasi penis lembek alias susah ereksi.

Lalu, seberapa banyak cokelat hitam yang harus dikonsumsi untuk mencapai kondisi ereksi yang prima? Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh University of California, setidaknya makanlah sekitar 45 gram cokelat hitam untuk meningkatkan pelepasan zat kimia dalam darah hingga 10 persen.

3. Hindari perasaan sensitif

Tidak semua pria memiliki perasaan cuek. Sama dengan wanita, ada sebagian pria yang memiliki perasaan sensitif sehingga kerap merasakan stres. 

Stres dapat menyebabkan tekanan darah seseorang menjadi naik. Pada akhirnya, pembuluh darah di penis jadi mengeras dan gagal ereksi secara normal.

Nah, untuk menghindari hal ini, sebaiknya redam perasaan sensitif dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai. Bisa dengan olahraga, jalan-jalan, nonton film, dan sebagainya. Pastikan perasaan Anda lebih fresh dan tenang agar kemampuan ereksi kembali optimal.

4. Menurunkan kadar estrogen

Tidak hanya wanita, di dalam tubuh pria juga memiliki hormon estrogen. Hanya saja kadarnya tidak sebanyak wanita. 

Pada umumnya, pria yang berbadan tinggi yang memiliki estrogen tinggi. Apabila kadar estrogen dalam darah meningkat, maka hal ini dapat menyebabkan ereksi terganggu. 

Baca Selengkapnya: 4 Tips Agar Ereksi Bertahan Keras

24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kratzik CW, et al. How much physical activity is needed to maintain erectile function? Results of the Androx Vienna Municipality study. European Urology. 2009;55:509.
Silva AB, et al. Physical activity and exercise for erectile dysfunction: Systematic review and meta-analysis. British Journal of Sports Medicine. 2016;0:1.
Brown A. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. Dec. 6, 2016.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app