Kleptomania: Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Update terakhir: May 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 741.874 orang

Kleptomania merupakan suatu kondisi di mana seorang individu mengalami dorongan yang konsisten untuk mencuri barang-barang yang tidak diperlukan. Benda-benda yang dicuri biasanya memiliki nilai yang kecil untuk individu tersebut.

Orang dengan kleptomania merasakan dorongan kuat untuk mencuri, dengan kecemasan, ketegangan, dan gairah saat ingin mencuri dan merasakan kesenangan dan kelegaan selama mencuri. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Meskipun seseorang dengan gangguan tersebut umumnya akan menghindari pencurian ketika akan ketahuan, namun individu dengan kleptomania biasanya tidak merencanakan pencurian tersebut.

Orang dengan kleptomania umumnya merasa tertekan atau bersalah setelah melakukan pencurian.

Tidak seperti pencurian pada umumnya, barang-barang yang dicuri orang-orang dengan kleptomania biasanya jarang digunakan. Mereka kemungkinan besar akan menyembunyikannya, membuangnya, atau memberikannya kepada teman dan keluarga.

Menurut Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima (DSM-5), sekitar 0,3 hingga 0,6 persen orang diperkirakan mengalami kleptomania, dan kondisi tersebut lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Penyebab dan faktor resiko Kleptomania

Orang dengan kleptomania seringkali memiliki gangguan kejiwaan lain, seperti gangguan depresi atau bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan, gangguan kepribadian, gangguan penyalahgunaan zat, dan gangguan kontrol impuls lainnya.

Kleptomania tampaknya melibatkan jalur neurotransmitter di otak yang terkait dengan sistem serotonin, dopamin, dan opioid.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Banyak faktor lain selain kleptomania yang dapat menyebabkan seseorang mencuri. Beberapa orang mencuri sebagai alat untuk bertahan hidup karena kesulitan ekonomi. 

Sementara yang lain hanya menikmati saat melakukan pencurian, atau mencuri untuk mengisi kekosongan emosional atau fisik dalam hidup mereka.

Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap terjadinya kleptomania. Faktor -faktor yang dapat memicu terjadinya kleptomania meliputi:

  • memiliki penyakit mental lain, termasuk gangguan bipolar, gangguan kecemasan, gangguan penggunaan narkoba, atau gangguan kepribadian
  • masalah pada kadar serotonin yang rendah yang menyebabkan peningkatan perilaku impulsif
  • gangguan kecanduan, karena mencuri dapat melepaskan aliran dopamin yang membuat seseorang menjadi kecanduan
  • ketidakseimbangan dalam sistem opioid otak
  • riwayat keluarga kleptomania atau kecanduan
  • trauma kepala, seperti gegar otak

Trauma psikologis, terutama trauma pada usia muda, juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan kleptomania. Disfungsi keluarga juga dapat menyebabkan anak-anak mencuri, yang dapat membuat kecenderungan kleptomania ketika dikombinasikan dengan suasana hati atau gangguan kecanduan lainnya.

Tanda dan gejala Kleptomania

Kriteria DSM-5 untuk diagnosis kleptomania meliputi:

  • Impuls berulang untuk mencuri dan mencuri objek yang tidak diperlukan untuk penggunaan pribadi atau keuntungan finansial
  • Merasa ketegangan meningkat sebelum pencurian
  • Merasakan kesenangan, kepuasan, atau kelegaan pada saat pencurian
  • Pencurian tidak dilakukan sebagai respons terhadap delusi atau halusinasi, atau sebagai ekspresi balas dendam atau kemarahan

Usia onset untuk kleptomania bervariasi. Gangguan ini dapat dimulai pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa.

Cara mencegah terjadinya Kleptomania

Masih belum diketahui cara yang tepat untuk mencegah terjadinya kleptomania. Namun, mendapatkan pengobatan segera setelah gejala muncul dapat membantu mengurangi gangguan yang mungkin terjadi pada kehidupan orang dengan kleptomania.

Selanjutnya, mungkin akan bermanfaat bagi orang dengan kleptomania untuk menghindari situasi yang dapat memicu keinginan untuk mencuri misalnya, menjauhi toko selama masa-masa stress.

Cara mengobati Kleptomania

Diagnosa

Jika ada gejala, dokter akan memulai evaluasi dengan melakukan riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik. Tidak ada tes seperti rontgen atau tes darah untuk mendiagnosis kleptomania, meskipun pemeriksaan tersebut dapat digunakan untuk menyingkirkan penyebab fisik dari perilaku tersebut, seperti cedera kepala atau gangguan otak.

Dokter mungkin akan merujuk orang tersebut ke psikiater atau psikolog. Psikiater dan psikolog akan menggunakan wawancara yang dirancang khusus dan alat penilaian untuk mengevaluasi seseorang dengan gangguan kontrol impuls.

Pengobatan

Pengobatan untuk kleptomania dapat mencakup kombinasi psikoterapi dan psikofarmakologi.

Konseling atau terapi dapat dilakukan dalam kelompok atau per individu. Konseling biasanya ditujukan untuk menangani masalah psikologis mendasar yang mungkin berkontribusi terhadap kleptomania. 

Terapi yang mungkin dilakukan termasuk:

  • Terapi modifikasi perilaku
  • Terapi keluarga
  • Terapi perilaku kognitif
  • Terapi psikodinamik

Penggunaan obat Inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI) yang dapat meningkatkan kadar serotonin di otak, juga dapat digunakan untuk mengobati kleptomania.


Referensi

Bressert, S. Psych Central (2017). Kleptomania Symptoms.

Cherry, K. Verywell Mind (2018). What You Should Know About Kleptomania.

Gotter, et al. Healthline (2017). Stealing.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit