Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kleptomania: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.469.955 orang

Tahukah Anda apa itu kleptomania? Atau pernahkah Anda melihat seseorang yang mengalami kleptomania? Kleptomania mempunyai pandangan negative di masyarakat luas khususnya di Indonesia karena memiliki sifat yang buruk yang tidak baik untuk diikuti. 

Tapi tahukah Anda bahwa kleptomania merupakan gangguan atau penyakit yang umunya bisa dikendalikan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda, gejala-gejala dan cara mengendalikan penyakit yang satu ini. Yuk, baca lebih lanjut penjelasan artikel dibawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa sih Kleptomania itu?

Tingkah laku kleptomania bukanlah sesuatu yang disengaja namun lebih kepada suatu gangguan akibat kegagalan atau ketidak mampuan mengontrol atau mengendalikan keinginan diri untuk mengambil barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan atau sebenarnya tidak cukup berharga untuk si penderita kleptomania tersebut.

Kleptomania merupakan gangguan kesehatan jiwa serius dimana saat penderita melakukan pengutilan atau pencurian, perasaan yang dialami penderita kleptomania dapat bermacam-macam. 

Ada yang merasakan ketegangan dan ada juga yang merasa senang. Kemudian ada muncul perasaan menikmati dan puas ketika mereka berhasil mengambil barang yang dicuri. Setelah puas mengambil barang yang dicuri, penderita kleptomania biasanya dapat timbul rasa malu dan bersalah pada diri penderita. 

Beberapa di antara mereka bahkan ada yang merasa takut terhadap konsekuensi yang bisa ditimbulkan dari tindakan yang tergolong kriminal tersebut. Meskipun begitu, dorongan untuk mencuri bisa saja muncul kembali di lain waktu dan penderita akan kembali mengulangi perbuatannya.

Apa penyebab seseorang menjadi Kleptomania?

Penyebab dari kleptomania sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Kemungkinan kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan komposisi kimia di dalam otak atau hasil dari gabungan perubahan di dalam otak

Ada yang mengaitkan kleptomania dengan masalah-masalah kimiawi otak (neurotransmitter) yang terjadi secara alami yang dinamakann serotonin. Serotonin membantu mengatur suasana hati dan emosi. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kadar serotonin yang rendah biasanya terdapat pada orang-orang yang cenderung atau memiliki kelakuan yang meledak-ledak. Penelitian lainnya menemukan bahwa kleptomania bia terjadi setelah seseorang mengalami cedera kepala

Namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk bisa lebih mengerti semua penyebab terjadinya kleptomania ini.

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari Kleptomania?

Ada banyak tanda dan gejala pada pendertia kleptomania yang perlu Anda ketahui. Berikut tanda dan gejala-gejalanya:

  • Tidak mampu menahan keinginan diri yang kuat untuk mencuri barang yang tidak dibutuhkan
  • Merasa tertekan, cemas, atau terangsang yang mengakibatkan keinginan untuk mencuri
  • Barang-barang curiannya biasanya diletakkan, disimpan, atau diberikan lagi pada orang lain. Tak jarang, barang curian itu dikembalikan kepada pemiliknya secara diam-diam.
  • Merasa senang atau puas saat setelah mencuri atau mengambil sesuatu yang bukan miliknya
  • Sering merasa bersalah, takut atau malu pada diri sendri setelah melakukan pencurian
  • Pada umumnya penyakit ini dapat kambuh dan terulang kembali

Pada umumnya klpetomania lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Umumnya pengidap kleptomania memiliki gangguan kejiwaan lain seperti depresi, kecemasan berlebihan, ataupun mengalami gangguan pola makan. Hal ini diduga terkait dengan gangguan kadar serotonin dalam otak. 

Diagnosis Kleptomania

Untuk menegakan diagnosis, dokter akan menanyakan rincian informasi mengenai gejala dan perasaan penderita. Selain itu, dokter juga akan membuat daftar situasi yang bisa memicu dorongan kleptomania

Pemeriksaan fisik juga perlu dilakukan untuk memastikan apakah ada penyakit medis yang mendasari gejala yang muncul pada penderita. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apakah terjadinya Klpetomania dapat diobati?

Terjadinya kleptomania sulit diatasi oleh penderitanya. Tanpa pengobatan yang tepat, kleptomania dapat menjadi kondisi yang berkelanjutan dalam jangka panjang

Meski hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan masalah kleptomania, namun penanganan dengan psikoterapi atau obat dapat membantu menekan tindakan pencurian secara kompulsif oleh pendertia kleptomania. 

Namun, tidak ada pengobatan kleptomania standar, dan peneliti masih mencoba untuk mengerti pengobatan apa yang dapat bekerja baik untuk kasus kleptomania ini. 

Anda mungkin harus mencoba beberapa jenis pengobatan untuk menemukan sesuatu yang tepat untuk mengatasi masalah kleptomania. Pengobatan dengan terapi atau psikoterapi untuk pengidap kleptomania umumnya ditujukan untuk mengetahui permasalahan psikologis sebagai pemicunya. 

Terapi jenis ini dapat dilakukan secara personal ataupun dalam kelompok.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Kleptomania?

Karena penyebab kleptomania tidak jelas dan belum diketahui secara pasti, maka belum diketahui cara mencegahnya. Mendapatkan pengobatan segera setelah pencurian kompulsif dapat mencegah kleptomania semakin memburuk dan mencegah beberapa akibat negatif. 

Yang peling penting adalah dukungan dari orang-orang terdekat khususnya keluarga sangatlah penting agar penderita kleptomania tidak merasa diasingkan dan dapat mencegah terjadinya kleptomania yang berkelanjutan.

Namun alangkah baiknya jika Anda memiliki tanda dan gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya untuk berkonsultasi ke dokter spesialis kesehatan jiwa agar penyakit tersebut dapat dikendalikan dan tidak merugikan diri anda dan orang sekitar anda.


Referensi

Gotter, et al. Healthline (2017). Stealing.

Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Kleptomania

Psychology Today (2018). Kleptomania.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit