Perhatikan, Ini 4 Tanda Posisi IUD Bergeser dari Tempat Semula

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 9, 2019 Waktu baca: 2 menit
Perhatikan, Ini 4 Tanda Posisi IUD Bergeser dari Tempat Semula

KB spiral atau IUD adalah salah satu alat kontrasepsi yang sering dipilih untuk mengendalikan kehamilan. Meski IUD bersifat permanen, namun tetap ada kemungkinan IUD bergeser dari posisi normalnya karena beberapa hal. Lantas, bagaimana cara mengetahui tanda posisi IUD bergeser dari tempatnya? Ketahui ciri-cirinya berikut ini.

Ini tanda posisi IUD bergeser dari tempatnya

1. Dapat dirasakan oleh pasangan

KB spiral yang dipasang di rahim memungkinkan penis untuk menyentuh benang IUD ketika berhubungan intim. Ketika alat kontrasepsi ini bergeser, maka sang suami bisa merasangan keberadaan IUD saat melakukan penetrasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Salah satu tandanya adalah penis akan terasa tertusuk sesuatu dan membuat tidak nyaman saat bercinta. Apabila ini terjadi, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

2. Rasa nyeri ketika berhubungan intim

Salah satu tanda posisi IUD bergeser adalah rasa sakit atau nyeri ketika Anda berhubungan intim. Ketika Anda merasakan rasa sakit seperti menusuk di bagian vagina atau rahim, maka bisa jadi ini merupakan tanda IUD tidak terpasang dengan normal di tempat yang seharusnya.

3. Muncul keputihan yang tidak biasa

Keputihan sebenarnya merupakan hal yang normal dialami oleh wanita yang masih mendapatkan siklus haid. Hanya saja, apabila keputihan tampak tidak wajar dari segi warna, bau, maupun intensitasnya, bisa jadi ini pertanda bahwa posisi IUD sudah bergeser dari tempat yang seharusnya. Keputihan ini merupakan respons dari rasa tidak nyaman yang dialami rahim dan vagina.

4. Dapat merasakan benang IUD di serviks

Untuk mengecek apakah posisi IUD Anda bergeser, Anda dapat mengecek keberadaan benang IUD. Apabila benang IUD terasa ke luar dari serviks, maka bisa jadi ini pertanda IUD terlepas atau bergeser. IUD sendiri dapat bergeser karena beberapa faktor seperti menstruasi maupun ketidaknyamanan serviks karena adanya IUD.

Baca Juga: Benang IUD (KB Spiral) Tak Terasa? Ini yang Harus Anda Lakukan

Penyebab KB spiral terlepas dari posisinya

Meski sangat jarang terjadi, selalu ada kemungkinan posisi IUD yang semula terpasang dengan baik tapi tiba-tiba bergeser atau bahkan terlepas. Beberapa penyebab KB spiral terlepas antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

1. Rahim mengalami perforasi

Rahim bisa mengalami perforasi atau robekan akibat keberadaan kista yang sudah lama dibiarkan. Kondisi ini bisa menyebabkan posisi IUD bergesar sedikit dari tempatnya, tapi lama-kelamaan bisa terlepas dan menembus dinding rahim.

Posisi pemasangan yang tidak tepat dapat memperbesar kemungkinan KB spiral mudah lepas dari tempat semula. Hal ini bisa terjadi ketika Anda terlalu tegang selama proses pemasangan atau karena tenaga medis kurang ahli saat memasang IUD

2. Menstruasi yang tidak biasa

Wanita yang sering mengalami gangguan menstruasi, seperti rasa sakit yang hebat saat haid, bisa menyebabkan IUD terlepas dari tempatnya. Sebab saat menstruasi, otot di rahim akan melakukan kontraksi yang kuat untuk mendorong seluruh jaringan keluar. Ketika ini terjadi, IUD spiral bisa ikut terdorong hingga lepas.

3. Penyakit di rahim

Penyakit yang menyerang rahim seperti fibroid dapat menyebabkan IUD terdorong oleh rahim. Meski pada awalnya alat telah terpasang dengan tepat, namun ketika rahim menderita suatu penyakit, maka otot rahim dapat bergerak dengan kuat sehingga mendorong posisi IUD dari letak semula.

4. Ukuran rahim tidak biasa

Ukuran rahim yang tidak normal juga bisa menggeser IUD hingga terlepas dengan sendirinya. Meskipun jarang terjadi, segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan adanya kelainan pada vagina dan mencurigai posisi IUD bergeser dari tempat semula.

Baca Juga: Cara Pasang IUD dan Efek Samping yang Perlu Diperhatikan

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Johnson BA. (2005). Insertion and removal of intrauterine devices. (http://www.aafp.org/afp/2005/0101/p95.html)
Intra uterine Device (IUD). (n.d.). (https://www.uhs.umich.edu/contraception-iud)
Hasanain, F.H.. (2002). The misplaced IUD. International journal of gynaecology and obstetrics: the official organ of the International Federation of Gynaecology and Obstetrics. 78. 251-2. 10.1016/S0020-7292(02)00152-2.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/11077340_The_misplaced_IUD)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app