Kutu air Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 15, 2019 Waktu baca: 2 menit
Kutu air Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Gejala Kutu Air

  • Ruam merah, bersisik, retak di antara jari-jari kaki
  • Terasa gatal dan terbakar
  • Dengan gatal, ruam menjadi lecet dan mengeluarkan cairan
  • Seringkali juga mengenai punggung kaki
  • Bau kaki yang tidak menyenangkan
  • Terjadi terutama pada remaja. Sebelum usia 10 tahun, gejala ini biasanya menandakan penyakit lain.

Penyebab Kutu Air

Infeksi jamur yang tumbuh pada kulit yang hangat dan lembab

Komplikasi akibat Kutu Air

1. Tinea cruris

Infeksi jamur pada pangkal paha dan bagian dalam, bagian atas paha. Disebabkan oleh jamur yang sama yang menyebabkan kutu air. Terjadi akibat perpindahan jamur pada handuk yang digunakan untuk mengeringkan kaki dan kemudian pangkal paha.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Kulit via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 6

2. Impetigo

Infeksi bakteri lokal yang dimulai pada celah di antara jari-jari kaki. Mengakibatkan luka, koreng lunak, dan nanah.

3. Selulitis

Infeksi bakteri yang menyebar ke kulit. Menimbulkan kemerahan menyebar ke bagian belakang kaki. Area merah terasa sakit saat disentuh.

4. Limfangitis.

Infeksi bakteri yang menyebar ke saluran getah bening. Menimbulkan garis merah yang naik ke atas kaki. Dapat berakibat serius karena infeksi dapat masuk ke aliran darah. Ini disebut sepsis

Kapan Harus Menghubungi Bantuan Medis Untuk Kutu Air

Segera Hubungi Dokter atau Bantuan Medis saat demam dan timbul infeksi (menyebarkan kemerahan

Hubungi Dokter Dalam 24 Jam

  • Terlihat terinfeksi dan tidak demam
  • Tampak nanah dari ruam
  • Kaki terasa sakit

Saran Perawatan untuk Kutu Air

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Kutu Air:

  • Sering terjadi pada remaja.
  • Disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada kulit yang hangat dan lembab.

Berikut adalah beberapa saran perawatan yang harus membantu.

2. Krim anti jamur:

  • Gunakan krim anti-jamur (seperti Lotrimin). Tidak perlu resep.
  • Gunakan 2 kali sehari. 
  • Oles pada ruam dan 1 inci (25 mm) di luar batas ruam.
  • Lanjutkan penggunaan krim setidaknya 7 hari setelah ruam hilang.

3. Jaga Kaki Tetap Kering:

  • Bilas kaki 2 kali sehari sebelum menggunakan krim.
  • Pergi bertelanjang kaki atau memakai sandal sebanyak mungkin.
  • Kenakan kaus kaki yang terbuat dari serat buatan. Kaus kaki jenis ini akan menjaga kaki lebih kering dan lebih dingin dari kapas. Ganti dua kali sehari.

4. Jangan Garuk:

  • Menggaruk kaki yang terinfeksi akan menunda penyembuhan.
  • Bilas kaki yang gatal dengan air dingin untuk menghilangkan rasa sakit.

5. Saat di sekolah:

  • Kutu air tidak mudah menyebar ke orang lain. Jamur tidak bisa tumbuh di kulit normal yang kering.
  • Anak-anak dengan kutu air tidak perlu absen dari sekolah. Anak dapat berolahraga seperti biasa.
  • Kaus kaki dapat dicuci seperti biasa. Tidak perlu menggunakan air panas mendidih.

6. Pencegahan Tinea Crusis:

  • Jamur kutu air dapat menyebar ke daerah selangkangan. Ini yang dimaksud dengan tinea crusis.
  • Jamur bisa menyebar melalui handuk atau waslap.
  • Karena itu, setelah mandi, keringkan area selangkangan sebelum area kaki.
  • Anda juga bisa menggunakan handuk berbeda untuk kaki.
  • Lakukan ini sampai kutu air sembuh.

7. Apa Yang Perlu Diperhatikan:

 Dengan perawatan yang tepat, kutu air akan hilang dalam waktu 2 minggu.

8. Hubungi Dokter Anda Jika:

  • Muncul infeksi
  • Ruam tidak lebih baik setelah 1 minggu menjalani pengobatan
  • Ruam tidak hilang setelah 2 minggu menjalani pengobatan

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app